BE DAUGHTER??

BE DAUGHTER??
ingin mengirim mu ke luar negeri.



bell membaca beberapa buku,namun Kenzo datang menemuinya.


"apa yg sedang kau baca?"tanya Kenzo.


"aku membaca ini pa"ucap bell sambil menunjukkan buku tebal cara pengolahan tata perusahaan.


"mengapa kaunmenbaca buku berat dan tak penting itu??"ucap Kenzo sambil memberikan segelas susu hangat kepada bell.


"karna bell mau menjadi seperti papa,dan harus sepadan dengan papa agar bell bisa menikahi papa"ucap bell tersenyum kepada Kenzo.


Kenzo merasa dunianya dipenuhi bunga yg tak berujung.


kemudian bell meminum susunya sehingga tandas.


Kenzo menatap dekat putrinya.


"bell....."pangil Kenzo.


"hm??ada apa pa??"ucap bell.


"aku akan mengirim mu ke negara lain untuk sementara waktu"ucap kenzo yg membuat gelas yg bell pegang jatuh dari gengamannya.


"apa papa tak menginginkan bell lg??"ucap bell dengn kedia mata yg sudah berair.


"aku sudah mengetahui surat apa yg kau terima tadi pagi"ucap Kenzo jujur.


"lalu??kenapa papa mengirim aku keluar negeri??"tanya bell.


"ini semua demi keselamatan mu bell,devino dan Damian akan menemanimu di luar negeri"ucap Kenzo sambil mengelus puncak kepala bell.


"ayah biarkan bell yg melakukannya,biar bell yg membalsanya"ucap bell.


"tidak,aku lh yg bertanggung jawab melindungi kalian semua"ucap Kenzo.


"jika kau ingin membantu,buat aku bangga dengan pengembangan mu di luar negeri,jika waktu sudah aman aku akan membawa mu pulang"ucap Kenzo.


"tapi bell gk mau pisah sama papa"ucap bell sambil memeluk erat Kenzo.


"aku jga tak merelakan mu pergi,namun ini semua demi keselamatan mu"ucap Kenzo.


"baik bell akan pergi,tapi papa harus janji papa harus tetap sehat dan jangan buat bell marah dan kecewa sudah meninggalkan papa"ucap bell setelah sekian lama menangis didalam pelukan Kenzo.


"papa...bell mau tidur bersama papa malam ini"ucap bell.


"baiklah,apa kau ingin dibacakan cerita??"tanya Kenzo.


bell mengguk kepalanya.


Kenzo mengambil sebuah buku cerita yg berjudul singa si pembunuh.


****


keesokan harinya bell pergi ke kantor William dan menyeretnya keluar dari rumah sakit.


"bell kemana kau membawa ku??"tanya William.


"menagih janji paman"ucap bell


William akhirnya mengerti ke mana tujuan mereka saat ini.


"apa yg terjadi sehingga kau terlihat tidak tenang dan gelisah??"tanya William.


"papa....papa sudah mengetahui semuanya"ucap bell.


"dan papa ingin mengirim mu ke luar negeri dan tak memperbolehkan aku membalas semuanya"ucap bell sambil tertunduk.


"jadi apa rencana mu??"tanya William.


"aku akan membiarkan anak buah paman untuk melindungi papa dan kak kevin"ucap bell.


sebuah tangan yg penuh kehangatan mengusap puncak kepala bell.


"kau tak perlu takut,keputusan ayah mu sudah sangat benar tanpa diragukan,serahkan semuanya kepada kami"ucap William.


"trimakasih paman"ucap bell.


sesampainya di organisasi yg dipimpin oleh William bell segera memilih 15 orang milik William yg sudah ia selidiki dengan cermat.


"wah...wah...kau sangat licik bell,kau memilih Irang kepercayaan terkuat ku"ucap William menggelengkan kepalanya melihat ketelitian bell dalam memilih.


"jangan meremehkan ku paman,aku meminta sesuatu karna aku mempunyai persiapan"ucap bell.


"baik semuanya yg terpilih dengarkan aku,aku perintahkan kalian untuk menjalankan segala tugas yg diberikan oleh nona bell kepada kalian,sekalipun itu mengancam nyawa kalian kalian harus menuntaskan segala yg ia katakan dan membuktikan kesetiaan kalian pada ku"ucap William.


"baik"jawa 15 orang itu serempak.


"kau.kau.dan kau,kalian akan mengikuti ku keluar negeri dan menjadi alat komunikasi diantara 12 yg lain"ucap bell


"dan kau.aku meminta kau menjadi ketua untuk meimpin mereka sesuai instruksi ku"ucap bell.


"baik nona"ucap mereka serempak.


BERSAMBUNG......