
keesokan harinya di area pesawat terbang pribadi keluarga devanzo.
bell memeluk erat Kenzo seakan-akan tak ingin melepaskannya.
begitu pun dengan Kenzo yg hidupnya bagaikan angin namun kali ini pertama kalinya ia merasa hidupnya sangat berat,sama dimana waktu Kenzo kehilangan istri tercintanya.
"bell pergi lh,ayah akan menyelesaikan semua ini dengan cepat,agar kau bisa cepat kembali"ucap Kenzo.
"bell menunggu waktu itu datang papa"ucap bell sambil mencium pipi Kenzo.
"tpi mauk papa,memasukkan orang-orang yg melindungi bell ini menjadi bawahan papa??"ucap bell sambil menunjuk 12 orng yg ia pilih dari organisasi William.
"apapun keinginan mu,aku akan memenuhi nya"ucap Kenzo.
"trimakasih papa"ucap bell.
kemudian bell melepas pelukannya dari ken lalu berjalan kepada kevin.
kevin melihat itu menunduk lalu langsung memeluk erat bell,bell terkejut ketika merasa pundaknya terasa hangat.
"kak kevin,jangan menangis.bell akan baik-baik saja dengan kak Damian dan kak devino"ucap bell sambil menghapus air mata kevin.
"benar apa yg dikatakan bell,ada kami"ucap Damian dan devino.
kevin memandang Damian dan devino,lalu memeluk hangat keduanya.
"ya aku percayakan vinka kepada kalian berdua,namun jangan lupa untuk menjaga diri kalian sendiri"ucap kevin
.
untuk pertama kalinya ketiga laki-laki bersaudara itu terlihat harmonis.
"hm,kami mengerti"ucap keduanya serempak lalu membalas pelukan kevin.
kevin melepas pelukannya dari kedua adik laki-laki nya.
"vinka.....ingat jangan terlalu marah dan sedih,makn yg teratur dan istirahat yg cukup"ucap kevin.
"hm"ucap bell menganggukkan kepalanya mengerti.
Damian,bell dan devino berjalan menuju pesawat pribadi keluarga devanzo.
setelah kubin pesawat di tutup dan pesawat take off.
Kenzo dan kevin memandang kepergian mereka dengan dada yg sesak dan air mata yg ditahan sekuat mereka.
"para pemborontak si wanita iblis,aku akan membantai kalian,kalian akan merasakan hidup di neraka karena membuat aku harus berpisah dengan vinka ku"ucap kevin sambil mengepalkan tangan ya menahan gejolak amarahnya yg ingin meledak-ledak.
Kenzo menepuk pundak kevin.
*****
akhirnya bell,Damian,dan devino sampai di bandara Soekarno-Hatta di negara indonesia.
bell dan devino turun dan terakhir Damian.
"semoga bell bahagia dan aman di negara ini" batin Damian.
bell memandang mobil yg lalu lalang yg cukup padat dan macet.
"aku berharap papa dan kak kevin selalu baik-baik saja,aku akan berusaha mengembangkan kemampuan ku di negara baru ini" batin bell.
akhirnya ketiganya sampai di sebuah mansion yg cukup besar tapi tak sebesar mansion keluarga devanzo yg bak istana megah.
saat mereka turun sudah banyak para pelayn yg menyambut mereka.
"selamat datang tuan muda Damian,tuan muda devino dan nona bell"ucap kepala pelayan yg berumur 38 thn.
"suara kalian sangat bising"ucap devino.
bell maju kedepan dan menarik ujung gaunnya.
"trimakasih paman,kalian semua sudah menyambut kami"ucap bell.
"sama-sama nona"ucap kepala pelayan itu.
ketiganya msuk kedalam mansion yg diarahkan oleh kepala pelayan.
"paman,boleh kah kami mengetahui nama paman??"ucap bell.
bruk...
kepala pelayan itu berlutut.
"maaf kan kebodohan saya yg pada awalnya tak memperkenalkan diri saya"ucap kepala pelayan itu.
Damian menghela napas lelah.
"paman bangun lh,jangan bersikap seperti itu.kami tak akan mencelakai kalian hanya karna kalian lupan mungcapkan nama kalian,tetapi sebaliknya jika kalian macam-macam dengan bell......."ucap Damian menggantung.
"siapkan 9 nyawa kalian akan kami basmi"ucap devino.
sambil meregangkan otot tangan ya.
BERSAMBUNG......