Baby, Please Love Me

Baby, Please Love Me
Mimpi Buruk.



Kasus kebakaran yang berhasil menewaskan kedua orang tuanya kini sudah berhasil berubah menjadi sebuah tuntutan hukum, dimana ada kemungkinan kalau kasus itu adalah sebuah pembunuhan berencana.


Matteo yang menjadi salah satu penyintas selamat, memutuskan mengambil jalur hukum bermaksud untuk menghukum pelaku pembunuhan. Seluruh keluarga Wilson sudah dipanggil dan menjalani proses hukum yang sesuai, sampai pada akhirnya kasus ini harus berada di meja hijau pengadilan.


Sebagai seorang saksi sekaligus korban dalam kejadian ini, Matteo menghadiri sidang keputusan terakhir terhadap hukuman yang akan di dapatkan oleh keluarga Wilson. Dalam benaknya, Matteo sudah membayangkan kalau semua pelaku itu akan dihukum seberat-beratnya, tapi justru hakim membuat keputusan yang bisa dibilang begitu kurang adil.


Hakim bilang, kurangnya bukti dalam kasus ini tidak bisa menyatakan kalau kebakaran terjadi karena kesengajaan. Karena saat tim penyidik memeriksa, mereka menemukan penyebab lain dari kebakaran. Hubungan arus pendek listrik yang berhasil membuat api dan membakar semua mansion itu.


Pernyataan hakim yang dirasa selalu condong kepada Keluarga Wilson, mampu membuat Matteo yang mendengarnya murka. Ingin marah, tapi seluruh anak buah yang menjaga sudah terlebih dahulu menghentikannya.


Sampai pada akhirnya keputusan final hakim dinyatakan. Keluarga Wilson tak dianggap bersalah sekaligus bukan penyebab dari kejadian kebakaran ini, serta untuk kegaduhan yang terjadi, keluarga Wilson diminta untuk membayar denda sebanyak 200 juta. Setelah hakim mengatakan semua itu, suara ketukan palu terdengar. Ini berarti kasus kebakaran yang dicurigai sebagai kedok pembunuhan sudah ditutup.


Matteo yang sama sekali tidak menerima keputusan itu mulai berteriak dan bertingkah seperti orang frustrasi. Terus meminta keadilan, tapi ternyata tak bisa didapatkan. Keluarga Wilson yang merasa menang hanya bisa menyeringai sambil menatap anak laki-laki yang menjadi target baru.


Untuk mengakhiri segala yang terjadi, Keluarga Wilson harus menyingkirkan semua hal yang bisa menjadi penghalang bagi perusahaan mereka untuk maju. Riwayat keluarga Harvey harus segera diakhiri dan tak boleh ada satupun yang berhasil disisakan.


.


.


.


Matteo tidak tahu apa masalahnya sekarang, tapi yang jelas ketika dirinya baru selesai menghadiri sidang di pengadilan dan sedang dalam perjalanan pulang, secara tidak terduga sebuah mobil SUV hitam mulai menghadang, berhasil membuat mobil yang ditumpangi oleh Matteo melakukan pengereman mendadak.


Tak lama setelah dua mobil ini berhenti, beberapa orang laki-laki bertubuh kekar dan berpakaian serba hitam, kelihatan sama persis dengan yang waktu itu dilihat oleh Matteo saat Tuan Bram tertembak, mulai keluar dari mobil SUV hitam.


Melihat kalau situasinya sedang dalam bahaya, salah satu dari anak buah yang memang ditugaskan untuk terus menjaga Matteo pun meminta kepada anak laki-laki itu supaya lari sejauh mungkin disaat perkelahian terjadi.


Anak buah yang bersama Matteo pun turun dari mobil, lalu mereka semua mencoba menghalau serta memberi waktu agar Matteo bisa segera lari jauh dan menyelamatkan diri sendiri.


Matteo yang masih dikejar oleh dua orang dari laki-laki kekar, berusaha sebisa mungkin untuk terus berlari, meskipun keadaan dirinya sudah begitu kelelahan. Napas Matteo juga kedengaran begitu tak beraturan. Sampai kapan ia harus lari? Terus berlari sampai pada akhirnya...


...****************...


Seorang wanita cantik bertubuh seksi bak kelihatan seperti gitar spanyol itu berusaha untuk membangunkan Matteo dari tidur. Bukan bermaksud ingin mengganggu waktu istirahat dari sang atasan, hanya saja wanita itu sedang merasa khawatir ketika melihat Matteo tidur dengan keringat yang terus keluar, padahal ruangan kerja ini sudah dingin oleh AC.


"Tuan Matteo?" Panggil wanita itu sembari menepuk pundak sang atasan.


Terus berusaha memanggil sampai pada akhirnya, kedua mata milik Matteo terbuka lebar. Setelah mengambil waktu tidur kurang lebih 15 menit, Matteo sekarang sudah benar-benar bangun.


"Iya kenapa, Cindy?" Tanya Matteo langsung dan sedang berusaha untuk kelihatan baik-baik saja.


"Apa tuan bermimpi buruk lagi?" Bukannya menjawab, wanita yang dipanggil dengan nama Cindy itu malah melemparkan sebuah pertanyaan balik.


"Tidak."


Bukannya memberikan jawaban, Matteo malah menarik tangan milik Cindy dan berhasil membuat ia jatuh tepat di atas pangkuannya. Matteo sekarang sedang mencoba untuk melingkarkan pelukannya tepat di pinggang ramping Cindy, sembari menciumi singkat tengkuk belakang leher dari wanita cantik yang ternyata adalah sekertaris sekaligus kekasihnya.


"Tuan?" Panggil Cindy, mencoba untuk tidak mengeluarkan suara aneh.


"Malam nanti, apakah kamu sibuk?" Tanya Matteo dengan penuh maksud.


"Tidak begitu," jawab Cindy yang sekarang sudah merasakan ada sesuatu mengeras di bawah sana.


"Kenapa? Apa Tuan berniat untuk mengajakku pergi?" Sambungnya dengan pertanyaan.


"Apa kamu mau menerima ajakan makan malam dari ku? Ehm, kita juga sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama," kata Matteo mengajak kekasihnya itu untuk melakukan quality time.


"Baik. Apa Tuan akan menjemput ku? Atau aku harus pergi sendiri?" Tanya Cindy dengan jemari tangan mulai menyentuh ke arah benda yang sudah terasa mengeras itu.


"Tentu saja, aku akan menjemputmu."


Cindy mengangguk dan tangannya kelihatan enggan berhenti untuk meraba-raba, sampai pada akhirnya suara ketukan pintu terdengar dan mereka pun berhenti melakukan hal itu. Matteo melepaskan rangkulan tangannya dan membuat kekasihnya itu pergi dari pangkuan.


"Masuk!" Perintah Matteo dan berhasil membuat seorang pria dari departemen HRD muncul dari balik pintu.


"Ada apa?" Tanya Matteo tanpa adanya basa-basi yang berarti.


"Saya hanya ingin memberikan proposal pengajuan untuk pegawai baru. Bulan ini sudah ada kurang lebih lima pegawai dari departemen pemasaran memutuskan untuk mengundurkan diri karena masalah pribadi mereka," kata pria dari departemen HRD itu.


"Pegawai baru? Apa perusahaan kita memang sedang membutuhkan itu?" Tanya Matteo yang merasa sedikit kurang setuju untuk menambah pegawai.


"Iya, Tuan. Departemen pemasaran terus memberikan keluhan mengenai kesulitan mereka dalam menangani pekerjaan, karena banyak posisi kosong," ujar pria dari departemen HRD itu.


Sebenarnya Matteo bisa saja untuk langsung memutuskan, namun hanya karena merasa memiliki tanggung jawab besar atas kelangsungan dari perusahaan HR Group, ia harus memantau keadaan di departemen pemasaran terlebih dahulu. Baru setelahnya, keputusan bisa diambil. Apakah masih diperlukan untuk menambah pegawai? Memantau kondisi di lapangan sangat diperlukan agar keputusan terbaik bisa diambil.


"Baiklah, sebentar lagi saya akan pergi ke departemen pemasaran dan baru mengambil keputusan setelahnya," kata Matteo yang langsung dituruti oleh pria itu.


Pria dari departemen HRD pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Presdir. Ia pergi meninggalkan Matteo yang masih bersama Cindy.


"Seperti yang kamu dengar, honey... Aku harus pergi sekarang. Banyak pekerjaan yang perlu diurus," kata Matteo sudah beranjak dari kursi kebesarannya.


"Kalau begitu aku juga akan pergi ke meja kerja," ujar Cindy sambil memberikan kecupan singkat pada bibir ranum milik sang kekasih.


"Aku kesini hanya karena merasa khawatir, melihat Tuan tidur dalam kondisi berkeringat. Aku berpikir Tuan kembali mengalami mimpi buruk," tambahnya.


"Terima kasih karena sudah mau mengkhawatirkan diriku, tapi aku memang baik-baik saja," tukas Matteo yang kemudian melangkahkan kakinya pergi terlebih dahulu.


Bersambung...