
Menurut email yang kemarin didapatkan, Ann yang sekarang ini merasa begitu tidak sabar sekaligus gugup, pun sudah terlihat keluar dari kamar kos dengan menggunakan baju rapi bernuansa hitam putih, layaknya seorang pegawai baru.
Setelah menjalani banyak sekali rintangan, kerja keras yang selama ini dilakukan oleh Ann, bisa dibilang memperoleh hasil yang baik dan memuaskan. Cita-cita Ann yang selalu ingin mendapatkan kehidupan layak, perlahan-lahan mulai datang mendekat.
Dengan semangatnya yang begitu menggebu-gebu, Ann mulai melangkah menuju ke arah halte bus terdekat dari lokasi kamar kos berada. Karena memang tak memiliki kendaraan pribadi, sejak duduk di bangku sekolah sampai berada di universitas, Ann kerap mengandalkan jasa dari sopir transportasi umum.
Jika di negara ini tak ada yang namanya transportasi umum, besar kemungkinan kalau Ann akan kesulitan untuk menjalani segala aktivitas, yang sebagian besar selalu dilakukan di luar ruangan.
Dikarenakan enggan untuk terlambat datang di hari pertama bekerja, Ann sengaja untuk berangkat dua jam lebih awal dari waktu masuk yang sudah ditentukan. Hari pertama sebagai pegawai baru di salah satu perusahaan besar, Ann tak berniat mengacaukan hal baik itu.
Setelah dibuat cukup lama menunggu, akhirnya bus yang memang sudah diharapkan oleh Ann datang juga. Dengan langkah santai, karena tahu kalau sekarang ia sedang tidak dikejar oleh waktu, Ann pun mulai masuk ke bus itu, lalu dengan sengaja mengambil tempat duduk kosong yang dekat jendela.
Untuk semakin menyegarkan tubuhnya, Ann terlihat sudah membuka jendela dari bus ini, membiarkan udara pagi yang terasa begitu sejuk menyapa kulit ini masuk. Ann memang selalu menyukai udara pagi. Kenapa? Hanya karena saat dirasakan itu tak terlalu dingin ataupun panas. Suhunya sangat cocok dengan tubuh dari Ann.
Bus yang ditumpangi oleh Ann, sekarang sudah mulai terlihat melintasi jalanan kota pagi yang terbilang cukup dipadati dengan pengendara lain yang memang juga sedang terburu-buru untuk berangkat ke kantor ataupun sekolah.
Suasana pagi memang selalu tampak seperti ini, tidak ada yang berubah sedikitpun, entah Ann ada di bangku sekolah, perkuliahan ataupun sudah berkerja. Di pagi hari, Ann selalu melihat orang lain sedang melakukan aktivitas serta rutinitas harian.
Meskipun kondisi jalanan bisa dibilang tak terlalu lancar, karena tadi sempat bagi bus ini terjebak kemacetan, akhirnya Ann bisa juga sampai di halte terdekat dari lokasi gedung perusahaan HR Group. Tepat sesudah bus ini berhenti, Ann bergegas melangkahkan kakinya turun lewat pintu belakang. Tanpa ingin membuang banyak waktu lagi, Ann mulai memasuki gedung perusahaan HR Group yang katanya terbesar di kota ini.
.
.
.
Sudah berada di dalam dari gedung perusahaan, hal pertama yang langsung dilakukan oleh Ann adalah datang mengunjungi meja resepsionis. Bukan tanpa sebab, hanya saja Ann sedang ingin bertanya kepada pegawai resepsionis mengenai lokasi yang harus didatangi saat menjadi pegawai baru. Apa Ann harus menemui HRD terlebih dahulu atau langsung menuju departemen pemasaran untuk memulai pekerjannya?
"Selamat pagi...," karena disini Ann masih terbilang baru, jadi ia harus bersikap sopan. Sapaan sengaja diberikan olehnya kepada seluruh pegawai yang kini sudah berada di balik meja resepsionis.
"Maaf mengganggu waktunya. Saya hanya ingin bertanya, untuk pegawai baru harus pergi kemana ya?" Tanya Ann yang memang enggan terlalu banyak berbasa-basi.
Pegawai meja resepsionis yang mendengar pertanyaan seperti itu terlontar dari mulut Ann, pun tanpa ragu memberikan jawaban.
"Silahkan datang ke ruang HRD. Di sana juga sudah ada pegawai baru lainnya yang menunggu."
Setelah diberitahu seperti itu, Ann pun mengucapkan terima kasih terlebih dahulu, baru kemudian melangkahkan kaki meninggalkan lobby dari gedung perusahaan ini. Sekarang ia sedang berada di perjalanan menuju ruang HRD yang ada di lantai tiga. Ann masih ingat betul dengan letak ruangan. Ingatannya tidak seburuk itu untuk langsung lupa.
Merasa kalau harus mengakrabkan diri selagi bisa, Ann pun tanpa sungkan untuk memberikan sapaan kepada perempuan yang saat ini sedang terduduk diam di kursi tunggu.
"Hai...," Ann menyapanya dengan begitu ramah.
Karena sapaannya ini tak mendapatkan balasan apapun dan hanya dilihatin saja oleh perempuan itu, mungkin dia merasa aneh dengan cara Ann menyapa secara tiba-tiba. Ann yang memang ingin mengakrabkan diri, tak ragu untuk menyebutkan nama sendiri sembari tangannya terulur, berharap kalau perempuan itu mau menjabatnya.
"Namaku Ann. Salam kenal. Aku harap kita bisa saling akrab," kata Ann kelihatan tak ingin menyerah kepada perempuan yang baru dilihatnya disini.
"Lia. Salam kenal juga," jawabnya memang memberitahu nama, tapi enggan untuk menerima jabatan tangan yang diberikan oleh Ann. Iya, tangan Ann terulur begitu saja tanpa ada yang menyentuh.
Meskipun sebenarnya Ann masih begitu ingin untuk tetap berada bersama perempuan pemilik nama Lia, panggilan dari Bu Siska sama sekali tidak bisa diabaikan olehnya. Sambil mempertahankan senyuman, Ann mulai mendekat ke arah ruang HRD. Karena memang sudah mendapatkan izin, Ann pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke ruangan itu.
Semuanya masih tampak sama, tidak ada yang berubah ataupun diubah sama sekali. Ann kini telah berada di ruangan yang di datanginya beberapa hari lalu. Bedanya keberadaan ia disini bukan untuk mengikuti wawancara, tetapi mendengar pekerjaan sebagai seorang pegawai baru.
"Senang karena melihat seseorang seperti kamu bisa bergabung di perusahaan ini," ujar Bu Siska yang terlihat puas dengan keputusan dari atasannya.
"Saya juga merasa begitu. Senang karena bisa bergabung menjadi salah satu pegawai," timpa Ann menyatakan kebahagiaan yang masih bisa terasa sampai detik ini.
Tak berniat untuk terus bertele-tele, Bu Siska langsung saja mengatakan tugas atau hal yang harus dilakukan oleh Ann pertama kali sebagai pegawai.
"Kamu belum resmi menjadi pegawai tetap. Tuan Presdir meminta agar semua pegawai baru menjalani proses magang terlebih dahulu," ucap Bu Siska yang sama sekali tak membuat seorang Ann terkejut. Sejak awal Ann juga sudah tahu akan hal itu.
"Setelah enam bulan, baru kami bisa mempertimbangkan tentang pengangkatan pegawai tetap. Jadi, saya harap untuk terus memperhatikan soal kinerja," tambahnya dan langsung mendapatkan anggukkan kepala dari Ann, pertanda mengerti.
"Sekarang hal yang harus kamu lakukan adalah pergi ke bagian departemen pemasaran dan menemui Tuan Leo. Bukan saya yang memberikan tugas pertama, tapi beliau," tukas Bu Siska sudah memberikan hal pertama yang harus dilakukan oleh Ann.
Karena disini Ann masih bisa dibilang begitu baru dan belum tahu letak-letak dari ruangan ataupun departemen, daripada salah jalan ataupun pusing mencari, Ann memutuskan untuk bertanya kepada Bu Siska.
"Maaf! Tapi, bolehkah saya tahu lokasi tempat dari departemen pemasaran?" Tanya Ann dan dengan mudah bisa mendapatkan jawaban dari Bu Siska.
"Ada di lantai enam. Kamu bisa langsung kesana," tutup Bu Siska.
Setelah mendengar dan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, Ann pun bergegas untuk bangun dari tempatnya duduk, lalu mulai berjalan keluar dari ruangan ini. Sekarang dirinya harus segera menuju ke lantai enam. Kembali lagi ke lift dan melewati perempuan pemilik nama Lia yang kelihatan masih menunggu panggilan. Lagi dan lagi Ann mendapatkan perlakuan khusus. Bukankah seharusnya yang pergi menemui HRD terlebih dahulu adalah Lia?
Bersambung...