Baby, Please Love Me

Baby, Please Love Me
Seragam Putih Hitam.



Mengikuti petunjuk yang sudah dikatakan oleh Bu Siska selaku HRD dari perusahaan ini, Ann kini telah terlihat berada di lantai enam. Masih dengan menggenakan pakaian hitam putih, layaknya pegawai baru, dalam perasaan gugup dan detak jantung yang berdebar begitu kencang, Ann mulai berjalan menuju ke ruangan Tuan Leo, yang katanya menjadi manajer penanggungjawab dari departemen pemasaran.


Pada saat Ann mulai memasuki ruang bagian departemen pemasaran, hal menarik pertama yang dilihatnya adalah susunan kemasan produk yang dipajang pada etalase kaca. Ann hanya merasa kalau design dari semua kemasan itu unik dan tentu saja hanya bisa dilihat disini.


Selain kemasan produk, Ann juga melihat semua pegawai dari departemen ini sedang sibuk pada pekerjaan masing-masing. Karena saking sibuknya, kedatangan Ann bahkan tak berhasil untuk menarik perhatian dari mereka. Apa begini cara mereka bekerja?


Sudah tak sabar untuk menerima pekerjaan pertamanya sebagai seorang pegawai dari departemen pemasaran ini, Ann pun berhenti menatap hal lain dan mulai bergegas menuju ke arah ruang manajer. Tak perlu bertanya kepada siapapun, Ann bisa dengan mudah menemukan ruangan Tuan Leo.


Seperti biasa, sebelum masuk Ann terlebih dahulu mengetuk pintu dan ketika sudah mendapatkan izin dari si pemilik ruangan, barulah Ann melangkahkan kakinya untuk masuk. Bisa dibilang ini adalah dasar dari sikap sopan yang memang harus dimiliki oleh semua orang.


"Permisi Tuan?" Panggil Ann sembari mengetuk pintu.


Ann sudah terus mengetuk, tapi sayangnya ia tak mendapatkan jawaban apapun dari pemilik ruangan itu. Apakah Tuan Leo sedang tak ada di tempatnya? Lalu, kalau seperti ini apa yang harus dilakukan oleh Ann?


Sampai pada akhirnya, seorang wanita cantik bertubuh seksi bak gitar spanyol datang menghampiri dirinya dan tak ragu untuk menepuk pelan pundak milik Ann. Sungguh, kedatangan dari wanita itu yang begitu tiba-tiba sanggup membuat Ann terkejut.


"Dengan Ann?" Tanya Wanita itu menyebutkan nama.


"I-iya...," Ann tak bisa berkata banyak karena masih sedikit terkejut.


"Maaf karena sudah membuat kamu kaget. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk itu," tutur Wanita cantik yang masih belum diketahui namanya.


"Tidak masalah. Saya memang orangnya mudah sekali untuk terkejut," jawab Ann sembari mencoba mengatur napasnya yang menderu.


"Saya Cindy. Tujuan saya menemui kamu hanya karena ingin memberitahu tentang tugas yang harus kamu lakukan," kata Wanita cantik itu sudah memperkenalkan nama serta dirinya.


Bukan bermaksud untuk curiga, tapi ketika Ann melihat penampilan dari wanita cantik pemilik nama Cindy, ia hanya merasa sedikit ragu. Pakaian yang digunakan oleh Cindy tak terlihat seperti seorang pegawai.


"T-tapi saya diminta untuk menemui Tuan Leo," kata Ann tetap pada perintah awal yang dikatakan oleh Bu Siska selaku HRD.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ann, mampu membuat Cindy mau tak mau membuka pintu dari ruangan Tuan Leo. Bisa dibilang ini sebagai cara agar Ann berhenti menaruh rasa curiga kepada Cindy.


"Sepertinya perkenalan kita kurang lengkap. Saya Cindy, sekertaris dari Tuan Matteo, ketua Presdir dari perusahan ini," ucap Cindy yang mampu membuat Ann mulai menundukkan kepalanya hormat.


Setelah mengetahui itu, Ann baru tahu dan sadar kalau keraguannya sama sekali tidak berdasar. Bukankah wajar kalau Cindy berpakaian seperti itu? Toh jabatannya juga sebagai seorang sekretaris dari pemilik perusahaan ini.


"Tuan Leo sedang menghadiri rapat penting jadi, beliau meminta saya untuk menemui kamu," tutur Cindy sembari membuat senyuman cukup lebar.


Karena tak memiliki alasan lagi untuk curiga ataupun ragu, Ann pun mulai menurut tanpa melemparkan pertanyaan apapun. Sekarang dirinya sedang berjalan bersama Cindy menuju ke arah gudang yang ada di departemen pemasaran ini. Memangnya apa tugas pertama yang harus dilakukan oleh Ann?


.


.


.


Sudah berada di dalam gudang penyimpanan, Cindy pun tak ragu untuk memberikan daftar dari stok barang. Saat membaca itu dengan sekilas, sepertinya Ann mulai tahu tugas pertama yang harus dilakukan olehnya.


"Saya minta kamu memeriksa semua produk yang tersimpan di gudang, sesuai dengan daftar," kata Cindy memberikan tugas yang bisa dibilang cukup mudah.


"Setelah melakukannya, kamu bisa memberikan daftar itu ke ketua tim dari departemen pemasaran," tambah Cindy merasa sudah memberitahu semuanya dengan jelas.


Karena sekarang Ann telah mendapatkan tugas pertama, tanpa ingin membuang banyak waktu untuk bersantai, Ann pun mulai melakukan pemeriksaan gudang penyimpanan ini sesuai dengan daftar. Disini Ann benar-benar harus membuktikan dan memberikan yang terbaik, agar nanti setelah enam bulan dirinya bisa diangkat menjadi pegawai tetap.


...****************...


Butuh sekitar kurang lebih empat puluh menit untuk menyelesaikan pekerjaan, Ann akhirnya bisa tersenyum puas. Tugas pertama sebagai salah satu pegawai magang di perusahaan ini telah selesai dilakukan.


Sesuai dengan apa yang tadi sempat dikatakan oleh Cindy, tepat setelah selesai Ann langsung melangkahkan kakinya keluar dari gudang sekolah dan bergegas untuk menemui ketua tim dari departemen pemasaran.


Memang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Cindy itu sudah jelas, tapi ada satu hal yang berhasil membuat Ann bertanya-tanya. Sebenarnya tadi ingin menanyakannya, tapi karena Cindy sudah terburu-buru untuk pergi, jadinya Ann tak memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Disini Ann masih bingung mengenai nama ketua tim dari departemen pemasaran.


Meskipun hanya tahu harus menemui ketua tim, Ann tetap kembali ke tempat awal dan memutuskan untuk memberanikan diri bertanya dengan salah satu pegawai.


Tanpa bermaksud untuk mengganggu pekerjaan mereka, Ann pun mencari seorang pegawai yang memang kelihatan tak terlalu sibuk.


"Maaf, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Ann yang berhasil menarik perhatian dari pegawai perempuan yang kelihatan sedang beristirahat sejenak.


"Iya? Ada apa ya?" Pegawai itu menanggapi Ann.


"Aku sedang mencari ketua tim dari departemen ini, bisakah kamu menunjukan siapa ketua timnya?" Tanya Ann berusaha untuk berbicara dengan sopan.


"Ketua tim? Sebelumnya bolehkah saya bertanya terlebih dahulu? Kamu siapa? Dan dari departemen mana?" Bukannya menjawab pegawai perempuan itu malah mengajukan pertanyaan balik kepada Ann.


"Oh, aku Ann. Pegawai baru dari departemen pemasaran," jawab Ann memperkenalkan dirinya lagi.


Tepat setelah Ann mengatakan namanya, pegawai perempuan itu kelihatan sedang tersenyum sambil menaruh kacamata yang tadi dikenakan olehnya ke atas kepala.


"Jadi, ini pegawai baru yang sudah kita tunggu-tunggu," ujar pegawai itu dengan suara yang cukup lantang sampai bisa menarik perhatian dari yang lainnya.


Ann belum terbiasa untuk menjadi pusat perhatian, jadi saat ditatap oleh seluruh pegawai yang ada disini, rasanya sedikit canggung dan kurang nyaman.


"Saya Ghea, ketua tim dari departemen pemasaran ini. Senang karena bisa bertemu dengan kamu," ujarnya sembari mengulurkan tangannya agar bisa dijabat oleh Ann.


Mendengar itu mampu membuat Ann sedikit terkejut. Berarti sejak tadi ia sudah berbincang dengan kepala tim, tapi karena belum mengenal jadinya Ann tidak tahu. Sambil tersenyum lebar, Ann tanpa ragu menerima jabatan tangan dari kepala tim.


"Kami sudah menunggu dari tadi, kamu darimana saja? Kenapa baru datang sekarang?"


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari kepala tim mampu membuat Ann merasa sedikit kebingungan. Apakah sebagai ketua tim, Ghea tak tahu menahu soal tugas pertama yang tadi sempat diberikan oleh Cindy?


"Saya sudah datang dari tadi, tapi diminta oleh Nona Cindy untuk memeriksa barang yang ada di gudang penyimpanan," ucap Ann.


"Sudah kamu lakukan?" Tanya Ghea ingin tahu soal hasil kerja yang dilakukan oleh pegawai barunya.


"Ini daftar yang sudah saya berikan check list," ujar Ann sembari memberikan lembaran daftar yang ada.


Kepala tim menerima lembaran daftar itu, kemudian mulai meminta Ann untuk duduk di salah satu kursi kosong yang ada di dalam ruangan ini.


"Untuk pekerjaan selanjutnya, kamu akan diajari oleh Andita," kata ketua tim sembari menunjuk ke arah seorang gadis muda yang sekarang ini terlihat sedang mengulum permen lollipop.


Bersambung...