
Matteo memang menyiapkan segala macam untuk pertemuan makan malam ini dengan sangat baik. Tidak berselang lama sejak kedatangan mereka di restoran ini, seluruh pelayan mulai berdatangan ke meja hanya untuk menyajikan makanan yang sudah menjadi pesanan Matteo. Bahkan disini, Ann tak perlu repot-repot membaca buku menu dan memilih, karena semua makanan enak yang paling masuk daftar rekomendasi sudah menjadi menu utama yang harus disajikan.
Melihat banyak makanan enak yang tersaji di atas meja, membuat kedua mata milik Ann membelalak lebar tak percaya. Bukan tanpa sebab, hanya saja sekarang Ann khawatir kalau makanan sebanyak ini akan menjadi mubasir. Ann sangat tahu kalau atasannya itu memiliki banyak uang dan untuk membayar restoran serta makanan tak akan berpengaruh pada keuangannya, tapi bukankah semua yang tersedia di atas meja terkesan begitu berlebihan? Ann hanya merasa kalau makanan sebanyak ini sudah jauh lebih dari cukup untuk bisa dinikmati oleh dua orang.
"Tuan?" Panggil Ann dengan pandangan mata yang masih berfokus terus pada para pelayan restoran.
"Ada apa Ann?" Tanya Matteo langsung menanggapi panggilan itu.
"Tuan bilang ini hanya menjadi acara makan malam diantara kita berdua, tapi kenapa makanan yang dikeluarkan begitu banyak?" Ann melemparkan pertanyaan yang tentu saja harus dijawab oleh laki-laki itu.
"Apa ada orang lain yang akan datang dan ikut bergabung disini?" Tambahnya dan mampu membuat seorang Matteo tertawa kecil.
"Bukankah sudah saya katakan kalau ini adalah acara makan malam untuk kita berdua? Bagaimana mungkin saya undang orang lain untuk ikut bergabung?" Kata Matteo menyanggah semua hal yang sekarang ini sedang ada dalam benak seorang Ann.
"Tapi, tuan? Kenapa makanannya begitu banyak untuk kita berdua?" Ann bertanya kembali karena belum merasa mendapatkan pertanyaan yang tepat.
"Ehm, benarkan semua ini terlalu banyak? Maaf! Tapi, saat memesan saya hanya meminta kepada pemilik restoran untuk mengeluarkan semua menu hidangan terbaik yang ada. Saya sendiri juga tak tahu kalau akan disajikan sebanyak ini," tutur Matteo diikuti dengan sebuah senyuman tipis.
Pada saat Ann ingin menanggapi kembali, secara tiba-tiba datang seorang pemain biola menghampiri meja mereka berdua. Alunan musik klasik mulai terdengar jelas dan entah mengapa mendengar semua itu mampu membuat seorang Ann merasa kurang nyaman. Oleh karenanya, baru memainkan sedikit bagian dari musik klasik, Ann langsung meminta berhenti.
"Tolong! Jangan mainan musik yang seperti itu! Saya tidak menyukainya," pinta Ann terdengar cukup tegas.
Matteo yang tentu saja tahu dan mendengar jelas ucapan seperti itu keluar dari mulut Ann pun sedikit merasa terkejut. Ia hanya berpikir kalau musik klasik sangat cocok diputar untuk acara seperti ini. Mungkin biar bisa menambahkan sedikit kesan romantis?
"Apa kamu tidak menyukai musik?" Tanya Matteo tepat setelah pemain biola itu berhenti memainkan nada demi nada dari sebuah musik klasik.
"Maaf, Tuan! Hanya saja saya merasa buruk ketika mendengar musik seperti itu," tutur Ann kelihatan gelisah.
Matteo tak tahu apa yang saat ini sedang terjadi dan dialami oleh gadis itu, tapi yang jelas karena enggan untuk merusak acara makan malam yang sudah dipersiapkannya, mau tidak mau Matteo harus meminta pemain biola itu pergi. Sepertinya untuk acara makan malam ini tak akan ada musik klasik yang seharusnya mampu membuat suasana romantis.
"Saya tidak tahu kalau kamu membenci musik," kata Matteo memberikan ucapan permintaan maaf secara resmi.
"Bukan membenci Tuan, hanya kurang menyukai saja," ujar Ann memperbaiki bagian kata yang salah.
Sejak Matteo tahu kalau Ann merupakan putri dari keluarga Wilson, banyak hal yang benar-benar ingin dicari tahu olehnya. Meskipun itu hanya hal kecil, Matteo tetap akan merasa penasaran dan mencoba untuk mendapatkan jawaban. Termasuk seperti sekarang ini. Matteo sangat ingin tahu alasan yang membuat seorang Ann tidak menyukai musik klasik. Bukankah dalam keluarga besar seperti keluarga Wilson, musik klasik sudah menjadi bagian penting yang seharusnya tak boleh dilewatkan begitu saja? Bukannya Tuan Wilson juga sering pergi ke Opera hanya untuk mendengarkan musik klasik?
"Ann?" Panggil Matteo dan berhasil membuat gadis itu menatap ke arahnya.
"Boleh kalau saya tanya sesuatu sama kamu?" Ucap Matteo yang mulai berusaha untuk mendapatkan jawaban akan rasa penasarannya.
"Kenapa kamu tidak terlalu menyukai musik klasik?" Pertanyaan yang diajukan oleh Ann ini mampu membuat seorang terdiam mematung. Entah jawaban apa yang harus diberikan, hanya saja Ann merasa kalau dirinya tak sanggup untuk memberitahu alasan pastinya. Bukan tanpa sebab, hanya saja kalau Ann mengatakan sesuai dengan fakta, takutnya masa lalu yang memang telah ia tinggalkan jauh-jauh harus terbongkar kembali hanya karena perkara musik klasik.
"Tidak ada alasan spesifik. Ini hanya tergantung selera saja, Tuan," ucap Ann memberikan sebuah alasan yang kemungkinan besar bisa diterima dengan baik.
"Oh, jadi kembali pada selera," sepertinya Matteo juga bisa menerima alasan yang diberikan oleh Ann.
"Lantas? Bagaimana selera musik mu? Jangan bilang kamu tidak suka mendengarkan musik?" Sudah diberitahu kalau semua hal yang ada di dalam diri Ann itu mampu membuat seorang Matteo menjadi penasaran. Oleh karenanya tak heran kalau ia memiliki banyak pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh Ann.
"Hanya musik biasa. Seperti orang pada umumnya," kata Ann kelihatan jelas kalau begitu ingin menyudahi topik tentang musik.
Meskipun Matteo tak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapan serta bayangannya, ia memutuskan untuk berhenti. Karena kalau tetap berada pada satu topik yang sama dan mengejar jawaban dari Ann, maka Matteo bisa kehilangan kesempatan untuk bisa mengatakan maksud dan tujuan dari acara makan malam ini. Tentu saja, Matteo menyiapkan semuanya bukan tanpa adanya sebuah sebab.
"Ann?" Matteo memanggil namanya lagi. Entah kenapa, belakangan ini Ann begitu sering mendengar panggilan nama dari sang atasan.
"Iya, Tuan?"
"Sebenarnya tujuan saya mengajak kamu untuk datang ke acara makan malam ini bukan tanpa sebab. Ada hal penting yang harus saya bicarakan serius dengan kamu," ujar Matteo dan berhasil membuat gadis pemilik nama Ann itu meneguk saliva nya sendiri.
"Iya, Tuan. Saya juga seperti itu. Saya memiliki alasan yang jelas untuk menghadiri acara makan malam ini," tutur Ann yang ternyata juga sama-sama memiliki sesuatu untuk dikatakan.
"Baik. Jadi, siapa yang mau mengatakannya terlebih dahulu?" Tanya Matteo berharap kalau dirinya memiliki kesempatan pertama untuk berucap.
"Silahkan dari Tuan terlebih dahulu," kata Ann yang tentu saja memberikan kesempatan pertama kepada sang atasan.
"Baiklah," ucapnya yang terlihat mulai bersikap serius.
"Ann, kamu seharusnya tahu kalau sekarang posisi sekertaris sedang kosong karena Cindy sudah pindah ke tempat cabang lain. Posisi sekertaris itu tak boleh kosong terlalu lama, karena saya juga tidak bisa melakukan semua pekerjaan sendiri. Saya harus memiliki seseorang yang bisa membantu untuk mengatur semua jadwal sekaligus memilah berkas masuk yang perlu ditandatangani."
Kalau boleh jujur, tanpa ingin menebak terlalu banyak, Ann sudah sangat mengerti kemana jalan tujuan dari pembicaraan yang dilakukan oleh Matteo. Meskipun sudah tahu, Ann tetap akan mendengarkan sampai atasannya itu selesai dengan semua kalimat yang memang ingin dikatakan.
"Maka dari itu, saya memiliki niat untuk menjadikan kamu sebagai sekertaris saya. Iya, Ann... saya melihat kalau di dalam diri kamu memiliki potensi dalam melakukan pekerjaan itu. Saya yakin kalau kamu akan bekerja lebih baik daripada yang dilakukan oleh Cindy," kata Matteo entah mengapa di akhir dari kalimat ada sesuatu hal yang sedang membandingkan.
Dari awal Ann sama sekali tidak membayangkan akan langsung mendapatkan posisi bagus di perusahaan besar. Sangat berterima kasih kepada Matteo karena sudah mau berbaik hati memberikan penawaran yang bagus seperti itu. Tapi sayangnya, Ann sama sekali tidak bisa menerima. Bukan tanpa sebab, hanya saja Ann tidak ingin membuat rumor atau masalah apapun. Tujuan Ann masuk di perusahaan milik Matteo hanya untuk membuktikan diri kalau Ann mampu menjadi seorang pegawai yang baik. Ann sama sekali tidak berniat untuk mengambil jalan instan. Menurut Ann, posisi sekertaris sama sekali tak pantas untuk di dapatkannya.
"Maafkan saya, Tuan. Saya tidak bisa menerima posisi itu," tutur Ann memberikan sebuah penolakan yang terdengar cukup jelas.
Bersambung...