
Betapa terkejutnya mereka ketika melihat sesosok makhluk yang bisa dibilang bertubuh humanoid dengan kulit warna putih kebiruan sedang tak sadarkan diri disebuah kursi yang tampaknya adalah kursi si pilot. Rambutnya berwarna hitam kebiruan panjang, di dahinya terdapat sebuah simbol seperti matahari yang memancarkan cahayanya berwarna biru,
bentuk wajah feminim yang menandakan bahwa ia adalah perempuan, pakaiannya terdiri dari baju rompi berdesain futuristik berwarna kombinasi antara hitam-putih dengan garis kuning di beberapa bagian, celana panjang yang tampak seperti seragam astronot namun uniknya dikombinasikan dengan pelindung zirah ala kesatria templar.
"mungkin ini akan membuatnya bangun" kata benjamin sambil tangan kanannya memegang tubuh makhluk itu, lalu aura energi keluar dari tubuhnya, mengalirkan ke tubuh tersebut lalu bergetar karenanya. Selang beberapa lama, mata dari makhluk itu bergerak dan terbuka secara perlahan memperlihat mata berwarna hijau bercampur jingga. Mata tersebut bergerak kanan-kiri sejenak lalu mengerjap beberapa kali.
Mulut dari makhluk asing itu perlahan terbuka hendak mengatakan sesuatu.
"Halo!" kata itu keluar dari mulutnya seketika beberapa pasang mata menatapnya intens dengan berbagai reaksi.
Perempuan itu tampak duduk di kursi yang terbuat dari emas yang berkilauan, didepannya terdapat sebuah meja bundar berukuran sedang, ia hanya terdiam saja dari beberapa menit saat ia berada disitu. Didepannya terdapat dua makhluk lainnya, satu laki-laki, dan yang satunya lagi perempuan. Si laki-laki memakai armor emas kemerahan dengan beberapa tambahan kain di beberapa sisi, rambutnya berwarna pirang kemerahan agak panjang bergaya spike, matanya berwarna merah kekuningan, berhidung mancung; sedang si perempuan lainnya seperti dia memakai kain berwarna putih sebagai pakaiannya dengan berbagai ornamen emas melekat dibagian tubuhnya, rambutnya berwarna kemerahan, wajah nya cantik jelita. Tak ada yang membuka suara semenjak mereka berkumpul ditempat tersebut
"kakak, apa kau baik-baik saja?" tanya perempuan berambut kemerahan membuka suara kepada perempuan berambut hitam keperakan yang dia panggil kakak. Ia memandangnya dengan pandangan khawatir.
"dia baik-baik saja sebab beberapa waktu lalu dia mengunjungi kekasih tersayangnya, bukankah begitu, selene?!" kata si lelaki sembari melipat kedua tangannya didepan dada menatap perempuan berambut hitam keperakan yang bernama selene, dewi dari personafikasi bulan itu sendiri. Si perempuan berambut kemerahan terkejut ketika mendengarnya
"aku tak menyangka kau masih mengingat dirinya meski dia sudah tidak berada dibumi lagi" kata perempuan berambut kemerahan yang merupakan dewi fajar, Eos
Eos menatap kakaknya lekat, merasa iba dengan keadaannya yang terus mengingat kekasih tercintanya itu, "kalau aku bertemu dengannya nanti maka akan ku hajar dia habis2an karena telah membuatmu begini kak!" ucap eos dengan nada geram
"jika kau melakukannya, maka akan ku pastikan kau akan ku hancurkan seperti kue kering yang hancur lalu kuberikan kepada iblis supaya kau dimakan oleh mereka!" ucap selene dengan nada yang ditinggikan, menatap adiknya dengan pandangan bak predator yang mengincar mangsanya
Seketika saja eos merinding ketika ditatap seperti itu apalagi selene mengeluarkan aura gelap yang berbanding terbalik dengan apa yang dia personafikasikan
Helios, titan sekaligus dewa matahari dan bintang hanya menggelengkan kepala menyaksikan pertengkaran kecil kedua saudarinya
Mereka ber 3 sekarang berada di sebuah tempat bernama "God-Sphere", yang bisa dibilang adalah tempat yang menampung berbagai macam dewa dan zalveil dewa seperti olympus misalnya. Tempat yang mereka tempati semacam kuil kecil yang melayang di god-sphere berbentuk lingkaran dengan beberapa pilar disertai ukiran indah menghiasinya
"aku dengar kalau pemuda tercinta mu itu sedang berada di navan, salah satu dari 2 bulan avernia" ucap helios menatap selene
"benarkah itu kak helios? Wah sepertinya kak selene akan segera bertemu dengan pujaan hatinya!" kata eos dengan ekspresi menggoda sambil melihat selene
"hei hei kenapa malah kakak membahas itu, Salahkanlah aphrodite! Karena dialah aku dikutuk seperti ini hanya karena aku tidur dengan kekasihnya ares" eos berucap sambil mencak-mencak menyebut nama yang jadi penyebab dia 'begitu'
"lalu bagaimana dengan para anak keturunan mu yang lahir dari para pemuda fana yang kau culik?!" tanya selene sedikit frontal
"aku masih perhatian dan juga mengurusi mereka" jawab eos
"untung saja astraeus adalah seorang penyabar & tenang kalau tidak dia mana mau mengakui mu lagi sebagai pasangannya" sinis helios sambil melirik tajam eos
Eos bisa dibilang adalah titan dan dewi yang mempunyai banyak kekasih terutama dari para makhluk fana meski dia telah bersuami dengan astraeus yang juga titan dan dewa. Entah sudah berapa banyak pemuda tampan fana yang sudah ia culik. Bahkan, beberapa diantara mereka mempunyai keturunan hasil dari hubungannya dengan eos. Semua itu berawal ketika dia "tidur" dengan perang ares dan tak sengaja diketahui oleh dewi cinta dan seksualitas, aphrodite. Marah akan tersebut, aphrodite pun mengutuk eos supaya tdk pernah puas dan akan selalu menculik para pemuda tampan.
"oh ya apa yang kau katakan kepada kami kak helios?" tanya penasaran eos ketika helios menyuruh mereka untuk berkumpul, sementara selene menatap eos dengan penasaran
Helios terdiam sesaat, "aku menyarankan kepada kalian untuk selalu waspada terhadap beberapa banyak makhluk yang berpotensi mengancam keberadaan seperti heartless yang beberapa waktu lalu menghabisi banyak sekali nyawa di banyak universum di javells yang sebagaimana kita tahu bahwa javells menampung jumlah universum yang bisa dibilang tak terbatas, bangsa reptillian dari ras animathropeian yang menginvasi banyak wilayah-wilayah koloni asgard bahkan menguasainya, hingga aksi brutal dark berserkers dari ras monster yang membantai semua planet di salah satu dimensi di god-sphere padahal dimensi tersebut berdimensi sama dengan mengalikan 2x3" jawab helios panjang dengan tatapan serius
"dan yang tak lupa juga soal dia, maelstrom999! Sosok manusia yang kita lawan waktu itu walau dirinya pernah sekali membantu para dewa lain seperti kita tapi dia juga telah banyak menghabisi banyak dewa entah apa alasannya itu" lanjut helios
Seketika suasana menjadi hening
"aku merasa bahwa sebentar lagi akan bertemu dengannya" ucap selene tiba-tiba membuat helios dan eos menatapnya
Selene menampilkan senyuman cukup manis diwajahnya dengan sebuah warna merah yang menghiasi kedua pipinya
"bukannya universum tempat kekasih kak selene itu terdapat ras genie yang cukup tangguh?"tanya eos sambil memegang dagunya dengan tangan kirinya
"menurut astraeus, ras genie tersebut menghuni dimensi keempat tetapi mereka bisa meningkatkan kemampuan mereka hingga bisa melampui dimensi ketujuh" tambah eos
Terdapat banyak sekali alam-alam semesta dengan berbagai struktur, bidang, koordinat dan sebagainya. Baik itu semesta fisik, maupun nonfisik. Didalamnya pula terdapat banyak sekali makhluk dengan berbagai macam ras yang terbagi dalam dua kategori besar yaitu makhluk fana dan makhluk tidak fana alias abadi. Mereka(helios, selene, dan eos) adalah kategori makhluk abadi dalam artian mereka berumur cukup panjang berkisar ribuan sampai jutaan tahun, mereka tak dapat mati karena penyakit atau kehabisan umur namun masih dapat mati jika mereka terbunuh meski membunuh makhluk seperti mereka bagi makhluk fana seperti manusia misalnya sangat sulit tapi bukan berarti tidak bisa.
Berdiri dari tempat duduknya, helios menatap pemandangan god-sphere yang begitu indah dengan pemandangan visual malam bercampur siang diserta cahaya berkelap-kelip layaknya bintang menempati seluruh penjuru cakrawala yang membentang luas.