
Sengaja atau tidak, benjamin menghentikan kalimatnya begitu saja, membuat dua orang lainnya semakin bertambah rasa penasarannya.
...adalah makhluk yang sama".
Seperti bom waktu yang meledak ketika sudah mencapai batasnya, pernyataan terakhir benjamin telah membuat veila serta endymion telah mencapai syok tingkat tertinggi. Mereka berdua diam layaknya patung atau sebuah manekin dengan mata yang melotot dan ekspresi tegang yang tampak begitu jelas. Tampak juga bulir-bulir keringat keluar dan menetes di beberapa bagian tubuh mereka. Entah apa yang salah dari pernyataan benjamin barusan.
Tapi, bagaimanapun itu tentu saja adalah kebenaran yang tidak diduga sama sekali.
"apa kau yakin tentang itu?" endymion bertanya dalam keadaan masih syok.
"tentu saja aku yakin!" benjamin menjawab dengan sangat yakin.
"lalu kenapa harus makhluk yang sama? Maksudku, apa ada hal terselubung dibaliknya?" veila bertanya kepada benjamin berharap ia menjawab pertanyaannya. Menurutnya, ada sesuatu dibalik itu semua.
Namun, bukan jawaban yang dia dapat tapi sebuah gelengan kepala. "sayangnya aku tidak tahu tentang itu", benjamin berkata dengan nada sesal yang teramat sangat. Veila maupun endymion kecewa dengan jawaban benjamin.
"aku bertanya-tanya akan suatu hal. Bagaimana kau bisa tahu itu semua?" tanya endymion yang tak bisa lagi menutupi rasa penasarannya. Dirinya ingin tahu, cara dan bagaimana bisa temannya ini tahu menahu tentang semua itu sedangkan dia dan benjamin bisa dibilang selalu bersama. Benjamin sepertinya terlihat kaget ketika pemuda berambut pirang itu bertanya prihal tentang itu, meski dia bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya.
"apa kau tahu tentang astral projection?" sebuah pertanyaan balik malah dilontarkan oleh laki-laki berambut coklat itu kepada temannya yang berambut pirang. Sedangkan yang ditanya, mengerjapkan mata ketika pertanyaan tersebut keluar dari mulut sialan teman berambut coklatnya.
"astral projection? Maksudmu keadaan dimana jiwa keluar dari raga?" endymion menanggapi benjamin.
"benar, dan mungkin kau berpikir bahwa aku yang melakukan astral projection itu kan?" benjamin sekali lagi kembali bertanya. Terlihat bahwa teman berambut coklatnya ini bisa tahu apa yang ada didalam benaknya, endymion menganggukan kepalanya.
"sayangnya bukan aku yang melakukannya, melainkan neumann!" entah apa yang salah, endymion kaget ketika benjamin menyebutkan nama makhluk yang dia dan dirinya kenal.
"apa kau bilang?! Neumann yang melakukannya?"
"yep... neumann merasuki raga ku dengan astral projection dan memberitahu semua yang dia ketahui, termasuk kematian arsyad dan perihal makhluk itu."
"tapi, tunggu! Kapan dia memberi tahu mu?"
"selama kita menghabiskan waktu sebulan di navan" bisa dibilang, mereka di navan juga karena melakukan sesuatu hal seperti 'latihan' misalnya.
"astral projection katamu?!" veila secara tiba-tiba berseru yang membuat mereka berdua kaget dan menolehkan pandangan ke si perempuan clavan itu.
"memang ada apa?" tanya benjamin.
"perkataanmu soal astral projection tadi itu, membuatku teringat akan peristiwa yang pernah terjadi di planetku" jawab veila sedikit menjelaskan.
"peristiwa? Yang berhubungan dengan astral projection?" endymion bertanya.
Menganggukan kepalanya, veila berkata. "di planetku, pernah terjadi fenomena yang bisa dibilang aneh bagi para penghuninya yaitu dimana salah seorang dari bangsa clavan dirasuki oleh jiwa yang tak dikenal yang mengaku sebagai manusia".
"dia mengatakan bahwa dia adalah manusia yang melakukan astral projection ke planet lain dengan tujuan untuk mengamati bagaimana keadaan dan kehidupan di planet tersebut" sambung veila pada penjelasannya. Tampak terlihat benjamin dan endymion cukup tertarik dengan cerita yang dikatakan oleh perempuan putih kebiruan ini.
Oke, ini mulai memperumit berbagai hal secara perlahan-lahan. "siapa manusia yang kau maksud itu?" endymion bertanya penasaran langsung pada intinya.
"maaf... aku pun tak tahu siapa dia karena dirinya tidak memberi tahu hal tersebut secara detail" lagi dan lagi, jawaban veila kembali membawa kekecawaan pada dua orang laki-laki berambut coklat dan pirang itu.
"tapi tunggu! Dia sempat mengatakan bahwa dirinya itu adalah seorang ahli mistisisme dan spiritualis" kata veila menambahkan. Entah bagaimana dan mengapa, ciri dari yang disebutkan oleh veila membuat benjamin maupun endymion teringat akan seseorang.
"apa mungkin ... Dia adalah neumann?"
Mungkin akan terlihat sedikit aneh(atau bahkan lumrah) ketika dua makhluk berjalan beriringan—apalagi kalau mereka berbeda jenis kelamin, pasti banyak yang mengira kalau mereka itu sepasang kekasih. Ya, memang. Tapi nyatanya tidak dengan sepasang laki-laki dan perempuan yang satu ini. Alih-alih terlihat sebagai pasangan kekasih, justru malah seperti... Hm mungkin kakak-adik? Bisa saja mengingat postur tubuh si perempuan mengisyaratkan bahwa dia adalah perempuan dewasa berumur di kisaran 20-an, dan laki-laki disebelahnya malah seperti anak remaja belasan tahun yang baru saja memasuki masa pubertas.
Dengan gaya layaknya model gelas atas, si perempuan yang punya warna rambut yang tak ada bedanya dengan warna bulan ketika memasuki fase purnama—terlebih lagi sekarang adalah malam bulan purnama. Berjalan dengan berlenggak-lenggok kan pinggulnya yang mengundang argumen kalau dia adalah seorang model di acara fashion. Sedang si laki-laki yang ada disebelahnya, berjalan dengan santainya sambil menenteng roverboard miliknya di salah satu sisi bahunya.
Lantas, bagaimana dua orang... (makhluk)ini bisa berjalan berdampingan? Jawabann simpelnya adalah mereka sedang melihat-lihat seisi kota hongkong meski si perempuan terus ditatap oleh banyak orang yang sedang berlalu lalang. "hei kak siapa kau ini sebenarnya? Sepertinya kau bukan manusia", laki-laki itu membuka percakapan dengan bertanya kepada perempuan di sebelahnya yang mengajaknya berjalan-jalan. Sedangkan si perempuan menoleh kepadanya.
"namaku adalah selene, aku kesini karena beberapa hal. Pertama, aku sedang mencari sosok yang sangat ingin ku temui dan jika kau bertanya siapa dia maka kujawab itu rahasia, kedua aku sedikit penasaran dengan sosokmu ini dan jika pertanyaan yang kau ajukan tadi aku tanya balik, pasti kau juga bukan manusia kan?" dengan penjelasan yang diberikan oleh perempuan disebelahnya ini sudah cukup membuat si remaja jadi kelabakan.
"i-itu bagaimana ya..."
"hihihi sudah sudah tak perlu dianggap serius aku hanya sedikit bercanda tadi. Aku mengajakmu berjalan-jalan untuk mengobrol denganmu".
"syukurlah kalau begitu".
Si remaja bernafas lega.
"oh ya, namamu siapa?"
Ketika perempuan berambut bulan purnama itu bertanya tentang siapa namanya, disitulah dia memperlihat pose ala laki-laki remaja yang tampak keren dimata para gadis namun sepertinya tidak dengan selene.
"kau bisa memanggilku X-mart! Seorang makhluk dengan segala pesona mengagumkan, ketampanan seorang pangeran, kewibawaan bak raja, dan akan membuat semua lapisan makhluk manapun tunduk dihadapannya. Ya kau benar, itulah diriku" perkenalan yang dilakukan oleh remaja ini(diketahui bernama X-mart) entah mengapa membuat selene merasa bahwa kalau perkataan yang diucapkannya tadi, semuanya hanyalah bualan belaka.
"benarkah? Aku tak yakin akan itu
"kalau kau tidak yakin, tak masalah bagiku juga".
Di sepanjang jalan yang dilalui oleh dua makhluk ini tampak sebuah toko yang sepertinya menjual minuman dengan kandungan alkohol didalamnya. X-mart, seperti itulah si remaja laki-laki itu dipanggil langsung saja menuju toko minuman itu dengan langkah yang dipercepat. Dirinya langsung membeli sebotol minuman beralkohol berukuran orang dewasa dan tanpa pikir panjang langsung meminumnya.
"tunggu sebentar, bukannya kau ini masih berusia belasan tahun? Kenapa sudah meminum minuman beralkohol?" selene bertanya dengan kebingungan kepada X-mart.
"ya, aku memang berumur belasan tahun" jawab X-mart sambil menenggak minumannya.
"tapi bukan berarti tidak boleh bukan? Diumur yang masih darah muda yang membara ini jelas berpesta ria sembari meminum alkohol adalah hal yang biasa" lanjutnya.
"berarti kau juga sering berpesta?" selene bertanya kembali.