Avernia

Avernia
Chapter 24



"tempat bersejarah ya, aku suka sekali dengan hal-hal peninggalan masa lampau" X-mart menunjukkan penuh minat akan sejarah dan peradaban kuno.


"kita kesana bukan untuk meneliti dan berwisata bung" benjamin mengingatkan.


"aku tahu itu. Hanya saja aku tak tahan dengan peninggalan kuno yang mengagumkan" X-mart membalas.


"dan untuk veila dan ishkur..." endymion menjeda kalimatnya sambil melihat peta avernia.


Endymion menunjukkan peta itu dengan jari telunjuk kanannya mengarah ke sebuah daratan "kalian akan kesini, wilayah bagian sydney, canberra, dan melbourne."


"daratan itu ya bukankah itu tempat kelompok suku aborigin bertempat tinggal?" veila bertanya memastikan.


Endymion membenarkan ucapan perempuan itu. Mereka terus berbincang-bincang membahas rencana mereka hingga hampir tengah hari hingga akhirnya selesai.


Tanpa diduga sama sekali, selene memanggil sebuah kendaraan cukup besar yang bentuknya sama seperti sebuah pesawat terbang dengan ukuran terbilang sangat besar. Bentuk pesawat itu benar-benar estetik dengan lekukan-lekukan menawan. Lima orang selain selene terkejut dan tidak menyangka sama sekali dengan apa yang ada dihadapan mereka sekarang ini sebuah pesawat yang jika dilihat dari bentuknya mampu menjelajahi luasnya ruang dunia diluar avernia.


"pesawat ini, jika dilihat seperti alat buatan milikku dengan prinsip pendekatan 'Alcubierre Warp Drive' yang cara kerjanya ialah mesin akan memanipulasi, membelah, mendistorsi ruang waktu" endymion yang pertama memberi komentar mengenai benda yang dimiliki oleh dewi yang tergila-gila akan dirinya.


Veila mengamati pesawat itu dengan cermat, seketika dirinya teringat sesuatu "bukannya ini membutuhkan materi eksotis kan? Kalau bukan itu, maka memerlukan manipulasi energi gelap" perempuan itu mengakui kalau pesawat buatan bangsanya(clavan) juga punya model tersendiri meski bukan menganut tipe yang sama, tapi punya tujuan serupa.


"ya, kau benar tuan putri" selene mendekat kearah endymion dengan kepala mengarah ke telinga laki-laki tersebut. Dia membisikkan sesuatu.


"dengan begini kita bisa menghabiskan waktu bersama menyatukan raga dan jiwa kita bersama, sayangku" bisikan selene harus membuat endymion menegang dan merinding karenanya sedangkan yang melakukan bisikan, tertawa akan hasil perbuatannya.


Pesawat milik selene turun menapak di tanah sang pemilik mempersilakan kelima orang lainnya untuk memasuki kendaraan kebangggaan kepunyaannya. Desain bagian dalamnya adalah campuran ukiran-ukiran kuno klasik dengan nilai seni yang tinggi, dipadukan dengan aspek futuristik berteknologi canggih tak khayal mampu membuat lima makhluk lainnya seakan menjerit kagum akan keindahannya. "wow, apakah ini? Museum dengan gaya futuristik yang canggih atau gaya futuristik yang terselimuti gaya klasik?" X-mart mengamati setiap bagian dalam pesawat dengan sorot mata kagum & senang.


"hei hei ini serasa pindah dunia atau dimensi lain apa aku tidak sedang ada di pemandian air panas yang penuh sesak dengan orang-orang yang kehilangan pakaian dalam mereka?" celotehan ishkur benar-benar tak punya nilai sama sekali.


"siapa yang peduli dengan pemandian air panas; aku lebih heran dengan seorang gadis sedang mandi di kolam renang tapi ukuran booba miliknya malah terlihat mengecil. Apakah air kolam itu yang menjadi sebabnya?" benjamin dengan raut wajah santai-jenakanya menanggapi ishkur.


"diam kalian berdua! Disaat seperti ini tak ada yang mau mendengar celotehan tidak jelas milik kalian itu" dengan kesal veila menegur dua makhluk itu yang berkata tidak jelas.


"halo... Apakah ini? Bahkan ruang kendalinya pun benar-benar sangat mewah & bernilai seni sangat tinggi!" kekaguman mereka tak habis sampai disitu, ruang kendali pesawat membuat lima makhluk ini hampir lepas bola mata mereka ketika melihat interiornya ditambah dibagian kanan ruangan terdapat patung wanita berwarna putih nan indah dengan tinggi dua setengah meter.


"aku tebak pasti patung ini adalah dirimu, dewi" endymion mendekati patung itu sembari menyentuh dan mengusapkan telapak tangan kirinya dibenda itu. Sangat halus, itulah penilaian laki-laki itu mengenai patung dewi "kesayangan" nya.


"tunggu, apa? Royan? Apakah gerangan itu?" X-mart bertanya perihal kata yang membuatnya kebingungan.


"arti kata itu adalah merujuk pada dunia beserta isi yang ada didalamnya bisa juga digunakan untuk menyebut secara keseluruhan dari keberadaan dalam batas-batas tertentu." selene menjawab rasa penasaran laki-laki yang selalu membawa roverborad itu.


Ruang kendali pesawat milik selene disetiap sudutnya bisa membuat siapa saja tak henti-hentinya menatap dengan lekat. Tempat duduk pilotnya hanya ada satu dengan berbagai macam tombol futuristik dengan berbagai fungsi; disertai pula denga banyak macam warna. Di bagian tengah ruangan itu, terdapat sebuah kursi singgasana layaknya seorang penguasa/pemimpin berwarna putih dengan pahatan-pahatan ukiran yang hanya bisa dibuat oleh pemahat terhebat.


"baiklah semuanya saatnya memulai rencana!" selene mengintrupsi yang lainnya sambil duduk dikursi singgasana tersebut yang rupanya adalah kepunyaannya. Perempuan yang bukan makhluk fana itu menunjuk kearah endymion.


"sayangku, kaulah yang akan mengemudikannya" endymion agaknya terkejut dengan perintah yang diarahkan ke dirinya, dewi bulan selene dengan segala keagungan tinggi menatap yang ada didepannya seakan dialah yang tertinggi. X-mart keberatan dengan beralasan bahwa dia ingin mengemudikan pesawat luar angkasa berkecepatan tinggi tersebut tapi sayangnya ditolak oleh sang dewi.


"hei aku juga ingin membawa benda besar ini" X-mart berusaha meyakinkan.


"sudahlah, lagipula kita tak punya banyak waktu lagi" ishkur menenangkan X-mart sementara x-mart pergi ketempat duduk dibelakang kursi kemudi, diam tanpa mengucapkan apapun. Dengan kecerdasan otak yang ia miliki, endymion dalam sekejap mampu memahami mekanisme pengoperasian pesawat terbang luar biasa ini yang membuat penghuni lainnya memandang kagum termasuk X-mart.


Pesawat megah milik selene melayang lepas dari tempatnya berpijak saat si manusia berambut pirang mengaktifkan benda tersebut. Setelah dirasa cukup tinggi, pesawat luar biasa tersebut melesat dengan kecepatan yang hampir tak dapat dilihat oleh makhluk fana.


Mungkin bagi banyak orang, gurun pasir nan tandus hanyalah pemandangan yang membosankan. Tapi bagi beberapa banyak makhluk yang cukup pintar, tempat tersebut sangat bagus untuk "bersembunyi". Apa? Bersembunyi? Yepp tentu saja makhluk-makhluk yang dimaksud adalah sekelompok orang yang berkeliaran di sebuah gurun yang luas, Kalahari. Mereka semua berbusana berwarna hitam dengan beragam model, dibagian tertentu terdapat lambang perpaduan antara sambaran petir yang menyambar dan sebuah torpedo.


Orang-orang itu berjumlah ratusan terus bergerak dengan cepat dan sesenyap mungkin. Itu dikarenakan gurun kalahari dihuni oleh penduduk asli bernama orang san atau lebih populer disebut orang bushmen.


Orang-orang bushmen ini melihat sekumpulan makhluk berpakaian hitam berjalan melintasi daerah mereka tapi orang san ini tak bereaksi apapun. Bisa diasumsikan kalau penghuni gurun pasir kalahari ini sudah terbiasa akan hal tersebut.


Meski begitu, bukan berarti tanpa adanya kecurigaan sama sekali. Beberapa orang bushmen yang cukup peka serta cerdas tahu kalau orang-orang berpakaian hitam yang sering melintasi gurun pasir kalahari itu pasti menuju ke suatu titik dibagian kalahari.


"tunggu disini aku akan segera kembali" salah satu bushmen pergi mengikuti orang-orang berpakaian hitam itu.


"hei tunggu jangan pergi!" salah satu bushmen lainnya berseru agar tidak meninggalkan kelompok.


Akan tetapi, bushmen yang tak diketahui namanya itu tetap maju mengikuti orang-orang berpakaian hitam yang selalu muncul di gurun pasir kalahari.


Bushmen itu terus maju hingga akhirnya dia sampai dimana orang-orang berpakaian hitam tersebut berkumpul di suatu titik dimana terdapat pohon, semak-semak, dan sungai yang mengalir. Laki-laki bushmen itu menjadikan salah satu pohon disekitarnya sebagai tempat untuk melakukan pengamatan atau lebih tepatnya... Pengintaian.


Alangkah terkejutnya laki-laki bushmen itu ketika melihat pesawat terbang spesialis pertempuran, helikopter tanpa awak tempur, hingga robot-robot perang dengan tinggi lima sampai sepuluh meter muncul bersama dengan orang-orang berpakaian hitam yang dia ikuti.