Avernia

Avernia
Chapter 30



"ya, kalian semua harus musnah." kata seorang LTU dengan penampilan tubuhnya berwarna merah. LTU itu menggunakan serangan energi merah yang sama dengan tampang luarnya guna menghabisi homo deus tersebut. Sayangnya, itu tak berhasil lantaran homo deus lainnya berhasil menahannya dengan serangan energi berwarna putih.


"kehebatan yang dimiliki kumpulan makhluk ini hebat juga ternyata. Ayo ayo, kita lakukan pertunjukkan yang menyenangkan!" x-mart melawan para LTU sambil berselancar di udara.


Satu persatu LTU banyak yang tumbang bahkan kehilangan kesadaran untuk selamanya karena melawan x-mart. Benjamin, berpindah satu benda ke benda lain yang rupanya adalah mesin-mesin perang milik LTU.


"kelompok ini bahkan mempunyai peralatan menyerang dan bertahan layaknya pasukan tempur." benjamin berkata sambil menghancurkan berbagai macam pesawat tempur milik LTU dengan menggunakan tendangannya. Sebuah misil menuju ke arah benjamin dengan cepat, tapi...


"kau harus memperhatikan bagian samping dirimu kawan." ucap seorang homo deus yang menghancurkan misil itu menggunakan energi berbentuk pedang yang dipadatkan di bagian tangannya.


"aku berhutang padamu." ucap benjamin.


"hei apa itu" tunjuk seorang homo deus menggunakan jari telunjuknya.


Semua makhluk kecuali pihak LTU mengalihkan pandangan kearah yang dimaksud. Ternyata itu adalah...


"astaga, apa itu?!"


"terlihat seperti pusaran air tapi bukan di air."


"itu adalah sebuah portal!" x-mart kaget ketika tahu itu sebuah portal di langit.


"jadi itu yang namanya portal ya."


"lebih dari itu ada apa gerangan sebuah portal berukuran raksasa ada disini?"


Sebuah tanda tanya cukup besar menghampiri pihak lawan dari LTU. Tak lama setelah muncul, sesuatu tiba-tiba saja keluar dari portal besar tersebut. Sontak membuat orang-orang disitu bertambah kaget bahwa sesuatu yang keluar itu adalah...


"sebuah pesawat?"


"besar sekali. Apa itu pesawat luar angkasa."


"apa ini juga milik LTU dari sekian banyak benda yang mereka miliki?"


Bermacam-macam pertanyaan muncul dari pihak lawan LTU.


"akhirnya tiba juga" kata salah satu LTU.


"jadi kau ini AI berbentuk robot android" homo deus itu kaget mengetahui fakta bahwa yang mengalahkannya dalam pertarungan bukanlah makhluk hidup melainkan sebuah makhluk buatan berbentuk robot android yang ditenagai oleh sistem AI.


LTU berbentuk robot android itu menoleh kearahnya, "tak lama lagi riwayat makhluk dipermukaan avernia akan lenyap" robot itu berkata dengan ekspresi yang bisa membuat suasana mencekam.


Homo deus tersebut tersadar akan sesuatu.


"SIAPAPUN ITU, SEGERA HENTIKAN PESAWAT ITU!"


Begitu keras teriakan itu hingga bisa didengar oleh semua makhluk yang berada di area tersebut. Sebuah peringatan bahwa harus ada yang dihancurkan. Benda besar yang melayang di angkasa milik dunia avernia adalah objek yang dimaksud. Sebuah tembakan laser meluncur dari pesawat itu yang mengejutkan semua makhluk disitu karena tembakan itu memunculkan...


"makhluk macam apa itu?!"


"astaga, makhluk itu mengerikan sekali!"


Makhluk yang begitu mengerikan dengan bentuk yang mengerikan pula muncul di area pertarungan antara LTU melawan para homo deus. Bagaimana tidak makhluk mengerikan itu mempunyai banyak sekali mulut, mata, hidung, serta telinga di sekujur tubuhnya. Begitu mengerikan hingga ada yang muntah bahkan pingsan ketika melihatnya.


"tidak mungkin. Tidak mungkin LTU mempunyai hal semacam ini!"


"tingginya bahkan setara dengan puncak everest."


Ucap seseorang yang terlihat menghitung tinggi makhluk mengerikan itu.


"apa yang akan dilakukan makhluk mengerikan itu?"


Lonjakan energi keluar secara besar-besaran membuat makhluk-makhluk yang ada di area itu merasa tak berdaya.


"gawat! Reruntuhan bekas peradaban kuno disana akan hancur bila makhluk itu meledak."


Dengan begitu cepat, x-mart pergi menuju reruntuhan peradaban sungai indus dengan roverboard miliknya. Setelah sampai, makkluk ini mengeluarkan kekuatan miliknya yang kemudian menyebar keseluruhan reruntuhan mohenjodaro dan harappa.


"aku tidak bisa membiarkan sisa-sisa peradaban kuno yang mahsyur ini hancur karena ulah konyol sekelompok makhluk hidup yang hanya mementingkan ambisinya saja". X-mart memfokuskan kekuatan miliknya demi melindungi peninggalan kuno itu.


"ini tidak akan sempat. Hei kau, kau, dan kau mendekatlah denganku. Cepat tidak ada waktu lagi." benjamin terlihat akan berbuat sesuatu.


Dan tak lama setelah itu, kejadian yang dapat diduga akhirnya terjadi. Makhluk mengerikan itu meledak. Sangat keras ledakan itu hingga membentuk awan jamur yang mampu dilihat oleh penglihatan dari jarak ribuan kilometer. Tampak sebuah satelit merekam kejadian dahsyat itu dari atas, tetapi...


Sebuah serangan tiba-tiba menerjang satelit itu dan meluncur jatuh di dunia avernia. Mengejutkannya, benda yang awalnya melayang di atmosfer milik dunia itu jatuh di titik dimana benda tersebut merekam sebuah kejadian untuk terakhir kalinya.


Begitu luas ledakan itu. Yang mampu menyapu bersih hamparan daratan seluas dua juta kilometer persegi hingga banyak cacing tanah yang nampak karenanya. Tampak dari atas bisa terlihat sebuah hamparan berwarna coklat kehitaman akibat dari monster mengerikan yang telah meledak.


"fiuuuhhh... Hampir saja tadi." x-mart bernafas lega begitu tahu bahwa apa yang dirinya lindungi tidak hancur dengan mudah. Ketika dirinya menghilangkan kekuatannya, dia terkejut akan sesuatu hal.


"apa-apaan ini!!!"


Selain dirinya dan reruntuhan peradaban sungai indus, sisanya hanyalah daerah kosong tanpa ada yang menghuni entah itu bangunan maupun makhluk hidup. Lahan kosong yang begitu luas adalah hal yang mendominasi penglihatan milik x-mart.


"aku tak menyangka kalau makhluk dengan rupa mengerikan itu mampu membuat dampak seperti ini" kata x-mart.


"selain itu juga darimana LTU mendapatkan makhluk itu?" x-mart bingung dengan LTU yang bisa mempunyai senjata berupa makhluk hidup.


"hal seperti ini masuknya kategori Bio-Weapon."


"tunggu, tunggu sebentar." x-mart menyadari suatu hal.


"dimana benjamin dan yang lainnya?" dirinya baru sadar kalau benjamin tidak ada dalam penglihatannya.


"tidak. Mana mungkin makhluk seperti benjamin tewas begitu mudahnya."


"selamat, jawabanmu benar kawan!"


Sebuah suara membuat x-mart terkaget.


Sosok yang dimaksud x-mart muncul dengan tiba-tiba bersama para homo deus.


"kau selamat. Tapi lebih dari itu, apa hanya ini yang mampu kau selamatkan?" x-mart bertanya kepada benjamin.


"rekan-rekan kami yang lain banyak yang terbunuh oleh LTU" ucap seorang homo deus dengan sedih.


"berkat orang berambut coklat ini kami selamat dengan mengungsi ke dalam tempat buatannya" kata seseorang dari mereka.


"tempat buatan? Seperti apa yang kau maksud? Dimensi buatan maksudmu?" x-mart bertanya-tanya.


"yahh seperti itulah."


"biru adalah warna tempat atau dimensi buatan itu."


Tatapan mata x-mart beralih ke benjamin.


"aku bisa jelaskan tapi nanti dulu. Kita harus melakukan sesuatu, misalnya..." benjamin menghentikan perkataannya sambil memperlihatkan sesuatu hal yang membuat x-mart mengedipkan penglihatannya dua kali.


"ada keperluan apa kau sampai harus mengambil sesuatu yang adalah bagian atau buatan dari LTU?"


"ohh sepertinya aku tahu apa yang ada dipikiranmu itu." x-mart melanjutkan kata-katanya.


"aku sudah menduga bahwa yang seperti ini akan terjadi dan jauh-jauh hari diriku memikirkannya." benjamin berkata.