
Adanya anggapan merasa dirinya lebih unggul dari golongan lain atau menganggap golongan lain sebagai ancaman menjadi akar dari lahirnya rasisme di kehidupan manusia. Manusia berkulit hitam dan superhuman lah yang paling sering terkena rasis dan diskriminasi. Stereotip "makhluk berbahaya" masih melekat kepada dua golongan ini.
"kutebak kalian juga superhuman kan?"
"ya, itu benar".
"jadi kau sudah tahu rupanya!"
Endymion dan benjamin agak terkejut veila mengetahui identitas mereka sebagai superhuman.
"aku merasakan ada yang berbeda dari kalian di bagian dalam dibandingkan manusia normal lainnya".
Jelas veila.
"apa boleh buat kalau sudah terbongkar, kami memang superhuman jenis Extent dan Excellent. Benjamin adalah excellent, sedangkan aku extent".
Endymion menjelaskan sedikit tentang jenis superhuman kepada veila. Namun, sejatinya ada jenis superhuman yang lainnya.
Tempat berikutnya yang mereka kunjungi adalah salah satu kota termegah dan termewah di distrik B atau bahkan avernia, Dubai!
Bagi masyarakat avernia, dubai adalah tempat paling borjuis! Bagaimana tidak, para masyarakatnya entah itu yang lokal maupun dari luar berbondong-bondong mencari kekayaan sebanyak-banyaknya. Tempat sampahnya saja penuh dengan barang-barang mahal yang masih layak pakai, contohnya saja mobil sport. Bangunannya didominasi oleh gedung pencakar langit. Banyak pulau buatan yang dibangun untuk memperluas daratannya dan tak lupa pula adalah menara yang menjadi ikon dari dubai itu sendiri, menara Burj Khalifa.
Menara dengan tinggi 828 meter yang ujungnya menembus ke langit walau tak separah Central Tower di distrik C yang bahkan dapat dilihat dari luar angkasa. Tuan putri veila terlihat menikmati pemandangan dari puncak burj khalifa bersama dengan 2 rekannya, endymion dan benjamin.
"wahh pemandangannya bagus sekali".
Tuan putri dari bangsa clavan memandang takjub dubai dari atas burj khalifa.
"apa di planet mu pemandangannya juga seperti ini?"
Benjamin eustache, seorang "pataphysician" bertanya dengan penasaran.
"di planetku, pemandangannya benar-benar futuristik. Kau dapat melihat bangunan canggih berbentuk piramida melayang di langit planetnya. Kendaraan-kendaraannya melayang, masyarakat terjamin kebutuhannya, teknologi dan sains nya begitu maju, umur diatas 100 tahun adalah hal yang sangat wajar".
"tunggu sebentar, memang umurmu berapa?"
"107 tahun dan itu masih belia--ibaratnya umur remaja belasan tahun kalau menurut perspektif manusia".
Seketika mereka berdua terdiam seperti patung ketika mengetahui umur tuan putri bangsa clavan ini yang bagi manusia sendiri sangat jarang ada yang bisa berumur diatas 90-100 tahun.
Sumber daya minyak yang begitu melimpah menjadi alasan dubai bisa begitu "gemerlap". Pembangunan besar-besaran yang dilakukan selama lebih dari satu dekade terakhir menjadikan tempat ini mendapat predikat "tempat paling elit".
Kalau kau punya uang yang banyak, pergi ke tempat ini bisa dibilang seperti surga. Karena di tempat ini memang ada banyak hal-hal mewah didalamnya. Apalagi perputaran uang di tempat ini amatlah cepat yang membuat banyak para pebisnis yang berinvestasi di tempat ini.
Tetapi, seperti sebuah pernyataan "dimana ada putih disitu ada hitam" dubai juga memiliki sisi gelapnya yang bahkan berbagai media sering membahas persoalan yang satu ini.
Contoh saja seperti pekerja-pekerja ilegal yang menjadi "korban" dari pembangunan gedung-gedung mewah di Dubai (termasuk Trump International Golf Club). Pekerja-pekerja ini datang dari berbagai tempat lain di avernia dengan diiming-imingi gaji besar. Tetapi sayangnya, mereka malah harus bekerja dengan gaji super kecil, atau malah tidak digaji sama sekali dalam kurun waktu tertentu dengan alasan untuk mengganti biaya mengirim mereka ke Dubai, biaya visa, biaya makan, dan biaya tempat tinggal. Para pekerja bertempat tinggal di rumah-rumah petak kumuh, yang satu kamarnya terdiri dari beberapa orang. Intinya adalah, mereka dibohongi dan dieksploitasi karena kurangnya pengetahuan mereka terkait sistem ketenaga kerjaan di dubai.
Tuan putri veila sekali lagi merasa sedih mengetahui fakta ini. Siapa sangka dibalik kemewahan dubai ini, terdapat kenyataan pahit nan memilukan menimpa makhluk yang sungguh ironisnya--merekalah yang membangun tempah mewah ini dengan "tangan" mereka sendiri. Dan lihat, apa yang mereka dapatkan sekarang sebagai imbalannya.
"Ini benar-benar kejam! Bagaimana bisa makhluk yang membangun tempat dengan berbagai kemewahan dengan keringat mereka sendiri harus mendapat perlakuan yang tidak sesuai atas apa yang berhasil mereka semua perbuat?!"
"itulah bangsa manusia, tuan putri veila! Mereka saling mengeksploitasi sesamanya demi keuntungan mereka sendiri. Menipu mereka yang kurang pengetahuan untuk di peras tenaganya demi membangun sesuatu yang megah lalu membohonginya diakhir adalah hal yang seolah-olah telah menjadi 'tradisi' di kehidupan manusia".
"ayo segera pergi dari sini! bisa-bisa kita dapat masalah dari para pekerja".
Mereka lalu pergi dari situ ketika para pekerja imigran mulai memandangi mereka.
"aku tahu aku tahu kita harus segera kembali ke distrik C".
"pihak organisasi sudah mulai mencari-cari kita. Lagipula, kita harus mengajak veila ketempat-tempat lain di avernia".
"tapi apakah kau yakin? Ekspresinya selalu berubah ketika mengetahui berbagai sisi dari tempat yang dikunjunginya dan aku khawatirnya kejiwaannya terganggu karena hal itu".
Saat ini mereka bertiga tengah berada di salah satu sebuah klub malam di dubai. Endymion dan benjamin tengah menikmati minuman beralkohol meski hanya yang kadar alkoholnya rendah, itu karena mereka tidak terlalu menyukai minuman yang mengandung alkohol.
"tak perlu terlalu khawatir dia akan mulai terbiasa pada akhirnya--bukankah dia sendiri ingin mengetahui kehidupan bangsa manusia? Maka pasti dia sudah tahu dampak dari keputusannya itu".
Benjamin menerangkan sembari menenggak minumannya yang terakhir.
"sudah jam setengah sepuluh malam, ayo pergi!"
"tunggu dulu, dimana veila?"
"apa?! Kenapa bisa dia menghilang begitu saja?!"
Rasa panik seketika melanda mereka berdua saat menyadari kalau tahu tuan putri veila dari bangsa clavan tiba-tiba saja menghilang.
"ini gawat! Jangan sampai ada orang lain yang menemukan dan membongkar identitasnya".
Endymion berkata dengan nada panik.
"kita berpencar telusuri tempat ini".
Dengan cepat, endymion dan benjamin mencari veila di seluruh penjuru klub malam dengan segera mungkin.
Perempuan berpakaian cukup tebal tengah memandangi ruangan sekelilingnya. Mulai dari seorang wanita dengan hanya memakai bikini tengah melakukan tarian erotis disebuah tiang, para pria yang meminum alkohol sampai mabuk, hingga sampai orang-orang tengah bermain judi.
"hei sepertinya perempuan sepertimu begitu menarik dilihat dari wajahmu yang setengah tertutup itu".
Seseorang dengan tiba-tiba saja berkata kepadanya, membuat perempuan berpakain tebal itu sontak mengarahkan pandangan miliknya kearah sosok yang baru saja memanggilnya. Sosok yang memanggilnya adalah seorang pria berjas hitam berumur sekitar empat puluhan tahun dengan pandangan sayu khas orang yang sedang mabuk.
Entah kenapa, perasaannya jadi tidak enak.
berpakaian tebal seperti itu tidak pantas ditempat ini, nona! Aku tahu kau perempuan yang menggairahkan. Sekarang, ayo ikutlah denganku dan kita bersenang-senang bersama. Aku ingin melihat rupamu yang seutuhnya dan menyaksikan dirimu menari dengan ke-erotisan yang membara!
Pria itu berkata dengan penuh sensual, membuat perempuan itu menjadi khawatir akan dirinya.
Tangannya langsung ditarik dengan paksa dan kuat oleh pria itu menuju sebuah pintu. Ketika telah memasuki pintu, pria tadi duduk disebuah kursi sofa kecil berwarna merah dengan tangannya yang masih memegangi kedua tangan perempuan berpakaian tebal tadi dengan erat.
"sini kubantu membukakan pakaianmu" pria itu mulai melakukan aksinya.
"tidak jangan, apa yang hendak kau lakukan?!" perempuan berpakaian tebal berseru.
"wow apa ini?! Tanganmu berwarna putih dengan tambahan warna biru sebagai hiasannya persis seperti kue ulang tahun".
Pria itu tanpa sengaja menaikkan jaket tebal wanita tadi dan terlihatlah tangan bersih berwarna putih bercampur dengan biru atau biasa disebut putih kebiruan.