
"Nah ayo semua kita kembali ke Avernia!" endymion berucap dengan intonasi tinggi dibalik armor futuristiknya, dirinya menggendong tuan putri veila dipunggung dan terbang tinggi bersama dengan benjamin. Mereka bertiga meninggalkan navan dan keluarga tuan ilven yang melambaikan tangan atas kepergian mereka.
Menara itu, menjulang tinggi kelangit dengan bentuknya yang ikonik yang mampu menyihir setiap pasang mata diseluruh penjuru planet. Dengan tinggi 1.000 kaki(324 meter), menara tersebut dinamakan menara eiffel terletak di pusat negara-kota paris yang merupakan salah satu negara-kota terbesar di Distrik A. Identik dengan romansa, anda akan terbawa suasana yang begitu glamor ketika memasuki kota ini. Dijuluki sebagai "kota fashion", bisa dibayangkan bagaimana mewahnya tempat tersebut.
"hmm enak sekali jadi begini ya rasanya makanan buatan manusia" seorang perempuan berkata dengan senang ketika mencicipi creepes yang merupakan makanan khas daerah itu. Dirinya memakai pakaian tebal seperti jaket yang tebal dengan hoodie, celana jogger wanita untuk menutupi tubuhnya supaya tidak diketahui oleh manusia.
"bagaimana veila, apakah enak?"
"iya rasanya benar-benar membuatku terlena".
Veila, tuan putri dari ras animathropeian clavans yang berasal dari planet lain yang baru saja kehilangan rumah serta orang-orang tersayangnya kini berada di avernia guna melihat-lihat kehidupan di planet tersebut ditemani 2 orang yang notabene adalah ilmuwan muda.
"hmm kau terlihat tidak menyukai kegiatan ini" veila berkata kepada endymion.
"itu karena aku tidak suka keramaian dan juga orang-orang yang menatapku" kata endymion menjelaskan. Dirinya banyak ditatap oleh orang-orang terutama para wanita, apalagi karena wajah yang cukup tampan itu tetapi hal itu tidak berlaku bagi veila. Apa mungkin wajah tampan ras clavan itu berbeda dengan manusia?
Mereka mengelilingi berbagai tempat disitu, mulai dari naik ke puncak menara effel, mengunjungi pertunjukan fashion, menonton film romantis di bioskop, dan lain sebagainya. Namun dibalik gemerlapnya paris, mereka juga menemukan sisi lain darinya dan itu menarik perhatian veila.
"kenapa mereka semua ada di pinggir jalan?"
"mereka adalah gelandangan yang tak punya tempat tinggal"
"kenapa bisa begitu, bukankah kota ini begitu bagus".
"meski bagus namun bukan berarti tidak punya sisi lainnya contoh saja beberapa masalah yang ada di kota paris ini adalah masalah sosial, kemiskinan, kejahatan hingga rasisme. Kalau kau mencari di internet tentang wajah kota paris yang indah dah bersih, itu semua cuman ada di walpaper saja. Untuk tempat aslinya, bisa diliat bahwa tempat ini pasti terdapat banyak sampah berserakan dimana-mana. Lihatlah, mereka meminta-minta kepada para pejalan kaki mengharapkan belas kasihan".
Para gelandangan yang tidur beralaskan beberapa lembar bahkan hanya selembar kain bertempat diri di sudut-sudut kota paris ada juga di pinggir jalan tepat di rambu-rambu lalu lintas tempat menyeberang para pejalan kaki dengan begitu menyedihkannya, banyak dari mereka adalah para tuna wisma, orang berusia lanjut hingga korban pemutusan hubungan kerja. Melihat hal tersebut, membuat tuan putri veila sedih bahwa ternyata kota yang awalnya terlihat menakjubkan rupanya menyimpan sisi kelamnya tersendiri dan ini membuatnya berpikir kembali tentang kehidupan umat manusia.
Tempat berikutnya yang mereka kunjungi adalah New York. "Kota yang Tidak pernah mati!" ya karena dari pagi hingga pagi nya lagi ada saja aktifitas di kota ini. Jika bicara soal jumlah item ataupun yang lainnya, di kota ini bisa dibilang kau akan menemukan banyak hal dan mungkin semua hal yang dirimu cari bisa saja ditemukan disini. Salah satu dari negara-kota terkenal di Distrik D, yang selalu "hidup" dan tidak pernah "mati".
"itu apa?"
"itu adalah tisu bekas air mata seseorang".
"kenapa benda itu diperjual belikan?"
"bagi kelompok orang-orang termasuk dirimu mungkin berpikir itu hanyalah sampah, tapi bagi orang-orang yang punya obsesi dan jiwa kolektor pasti akan membeli dan mendapatkannya bagaimanapun caranya. Contohnya adalah tisu itu, bekas dari pemain sepakbola terkenal yang baru saja berpisah dari klubnya".
Penjelasan endymion membuat veila tambah penasaran, secara tiba-tiba ia merentangkan tangan kanannya kedepan untuk mengambil satu dari beberapa lembar tisu itu dengan kemampuan telekinesisnya yang sontak saja membuat banyak orang disitu terkejut karena tisunya yang hilang begitu saja seperti diterpa angin.
"heii apa yang kau lakukan!"
"wahh jadi benar masih ada bekas air matanya".
Dengan cepat benjamin membekap tuan putri veila dan membawanya pergi dari situ bersama dengan endymion sebelum terjadi hal yang lebih merepotkan lagi. "tindakan bodoh mu tadi bisa mengundang masalah besar" ujar endymion dengan nada marah.
"hihihi aku hanya penasaran dengan apa yang kau ucapkan tadi dan ternyata kau tidak se-pendiam yang kubayangkan" ucap veila yang memberi penilaiannya kepada kepribadian endymion.
"kau pikir aku ini orang naif yang lebih banyak diamnya begitu?"
Balas endymion dengan sedikit sengit.
"aku minta maaf aku hanya penasaran saja".
Tuan putri veila berucap dengan sesal.
Megahnya New York membuat veila berasumsi bahwa ini tanpa ada cacat sama sekali. Namun, itu hanyalah pemikiran naif dan polos dari seseorang yang belum mengetahui sisi lainnya. Disini, tidak semuanya bisa dibilang termasuk hal yang positif. Contoh saja mungkin kalau kau melihat model pakaian orang-orang yang ada di sini, pasti akan terkaget-kaget karena ada banyak orang-orang yang berpakaian aneh di tempat ini. Selain pakaian, rasisme di tempat ini juga amat keras. Itu belum termasuk diskriminasi terhadap golongan tertentu.
"kenapa mereka berkumpul beramai-ramai?"
"mereka sedang melakukan protes".
"kenapa mereka protes?"
" stephan blake seorang berkulit hitam dengan kemampuan super untuk bergerak super cepat sekaligus satu dari sekian banyaknya manusia berjenis superhuman tewas ditembak polisi".
"kejam sekali! Bagaimana bisa seorang penegak keamanan seperti polisi tega berbuat demikian".
"kabarnya polisi melakukannya karena salah mengira dia sedang berbuat kriminal ketika sedang menggunakan kemampuannya. Dia ditembak sebanyak tujuh kali dengan senjata khusus superhuman dibagian punggung lalu seketika tewas. Orang-orang yang mengetahuinya menjadi simpati dan memprotes agar stephan blake diberikan keadilan dan seperti yang kau lihat, para demonstran inilah orangnya".
Ekspresi veila seketika sedih mendengar seseorang terbunuh oleh ketidaksengajaan. Veila mendekati salah satu demonstran.
"tuan apa yang anda lakukan?"
"aku sedang menyerukan keadilan untuk stephan blake! Dia adalah orang sangat baik hati, selalu menolong orang lain tanpa pandang bulu dengan senyum manis miliknya yang khas. Dia membantu membawa belanjaanku, dia membantu membersihkan gudang rumahku, dia mengantar istriku yang sakit ke rumah sakit dengan kecepatan supernya, dia pernah jadi relawan korban bencana alam, dia tetap tersenyum meski ada yang menghina dan mengolok-olok dirinya, dia tidak pernah marah kepada orang yang berbuat buruk kepadanya, semua kebaikan yang dia lakukan itu tulus dan tanpa imbalan apapun!" ucap puxley, seorang penjual roti di New York sambil mengucurkan air mata.
Pria paruh baya itu menitikan air mata mengingat stephan blake, sosok yang telah banyak membantunya. Kini, dia menuntut keadilan untuk seseorang yang dia anggap sebagai "pahlawan".
"berikan keadilan untuk stephan blake!"
"jangan membeda-bedakan antara manusia biasa dengan manusia extent!"
"ayolah bung katanya hak asasi manusia itu untuk semua jenis manusia sekarang mana buktinya?!"
"hanya karena dia seorang superhuman bukan berarti keadilan baginya disepelekan begitu saja!"
Teriakan demi teriakan para demonstran di alun-alun new york terus diserukan dengan kerasnya, rasisme masih cukup keras disini, tidak bahkan mungkin diseluruh avernia! Ya begitulah new york, Kalau kau kesini, bisa saja akan dihina oleh orang-orang disana terutama karena masalah budaya ataupun agama. Intinya, dibalik gemerlapnya kota New York, ada banyak masalah sosial yang hampir mirip seperti di Paris. Contoh saja Gelandangan yang sebagain besar berkumpul di daerah Central Park, copet dan perampok yang banyak ada di kota tersebut. Hal itu dikarenakan tingkat pengangguran ditempat tersebut amat tinggi.