Avernia

Avernia
Chapter 21



Mereka terus berbincang-bincang sembari melawan para superhuman, robot tempur, dan hingga sesekali juga menghancurkan pesawat penginvasi dengan kemampuan mereka. Mengingat kota hong kong yang luasnya sekitar 2.755 km² ini digempur habis-habisan dari segala sisi entah itu dari darat, udara, hingga laut. Ishkur dan X-mart berkeliling ke setiap sudut salah satu dari lima belas kota futuristik di avernia ini.


"awas, ada misil yang mendekat!" Ishkur berteriak memperingatkan X-mart yang tengah melaju cepat ke salah satu kapal penginvasi. Melaju dengan kecepatan diatas sembilan ratus kilometer per jam diudara, remaja berambut jingga itu melakukan manuver akrobatik untuk menghindari rentetan misil yang menuju kearahnya.


Ketika dua buah misil yang berdampingan meluncur cepat kearahnya, X-mart entah kenapa malah mengeluarkan senyuman seolah-olah akan melakukan hal yang... Mengagumkan?


Waktu seakan-akan melambat ketika X-mart melewati celah yang ada diantara kedua misil itu dia bahkan sedikit melengkungkan tubuhnya demi melakukan aksi gila nan berbahaya itu. Dia merentangkan kedua tangannya kearah dua misil tersebut yang berada di atas dan bawah dirinya.


Dari kedua tangan X-mart, Energi berwarna jingga cerah keluar darinya. Belum sampai disitu, energi milik si remaja pembawa roverboard ternyata memiliki ketajaman yang setara dengan tajamnya pedang katana(bahkan bisa saja lebih). Kedua misil itu terpotong melintang karena ulah X-mart yang mengagumkan sekaligus mengakhiri adegan waktu yang seakan diatur melambat. Ledakan membahana tercipta menghasilkan gelombang kejut disertai angin yang sangat kencang mengguncang pelabuhan hongkong yang telah hancur lebur akibat invasi dimalam hari. Tidak ada lagi penampakan kapal-kapal yang singgah dan pergi disitu, serta tidak akan ada lagi kapal tradisional tionghoa yang berlalu lalang yang menjadi pelengkap pemandangan indah di kota metropolitan. Semuanya, telah hancur luluh lantak dalam waktu satu malam.


Ishkur berdiri di sisa-sisa kapal yang telah hancur memandangi kejadian yang baru saja terjadi. Dirinya berharap X-mart baik-baik saja. Selang beberapa saat, sosok yang dia khawatirkan akhirnya menampakkan dirinya juga. "kau baik-baik saja? Aku takut kau tidak akan selamat karena ulah dirimu sendiri" kata Ishkur dengan khawatir setelah X-mart datang ke sisa-sisa kapal yang hancur di lautan tempatnya berpijak.


"gerakan tadi aku yakin pasti belum tentu bisa ditiru oleh siapapun" dengan percaya dirinya, X-mart berkata demikian. Ada sebuah kebanggaan dari apa yang tadi ia habis lakukan. "meski begitu, sepertinya bukan berarti semua ini akan selesai" benar, Ishkur tidak lah bohong mengingat para penyerang kota hong kong yang entah datang darimana bisa terus bermunculan.


Rudal balistik serta misil penghancur terus menghujani kota malang tersebut tanpa ampun, bagaikan bulir-bulir air ketika sedang hujan turun. Untungnya, para warga telah dievakuasi walau harus ada yang berakhir tragis menjadi korban. Hawa yang begitu panas menyeruak dimana-mana dengan suhu diatas lima puluh derajat celcius.


"ada apa ini?!" seorang laki-laki berambut pirang berteriak dengan keras melihat hal mengerikan didepannya. Dia baru saja keluar dari sebuah celah berwarna biru bersama dengan kedua rekannya yang lain.


"ya ampun yang terjadi disini?!" seorang perempuan juga sama kagetnya dengan rekannya yang berambut pirang.


"tidak kusangka bakal melebihi apa yang kubayangkan" sahut seorang satunya lagi, dia berambut coklat. "apa maksudmu benjamin?" tanya perempuan tersebut kepada benjamin yang sepertinya tahu akan hal yang ada didepan mereka.


Mereka bertiga terlihat berada disebuah kota yang tampak hancur. Mayat-mayat manusia banyak yang berserakan disepanjang tempat yang mampu dilalui. Bukan hanya mayat manusia, tapi juga robot raksasa, berbagai macam pesawat tempur yang telah hancur berserakan dimana-mana juga menambah kesan menakutkan bagi siapa saja yang tak terbiasa melihatnya. Laki-laki berambut pirang dan perempuan yang mempunyai kulit campuran antara putih biru secara kompak mengalihkan direksi mereka kepada seorang laki-laki rambut coklat yang notabene adalah teman/rekan mereka.


Merasa dimintai penjelasan, yang diperhatikan pun berkata "baiklah aku mengakui bahwa aku sengaja membawa kita kesini untuk menyelidiki apa yang terjadi" si laki-laki berambut coklat pun akhirnya buka mulut.


"sebelumnya aku merasakan gejolak energi yang begitu masif di kota hong kong ini jadinya aku memutuskan untuk menjadikan tempat ini sebagai persinggahan kita sekaligus mencari tahu apa yang terjadi. Tetapi, seperti yang kalian lihat... Sungguh diluar perkiraan awal" secara singkat laki-laki itu menjelaskan kepada kedua rekannya mengapa dia membawa mereka bertiga ketempat ini.


"ya, hancurkan saja dan tuntaskan misi kita dikota ini!" rekannya yang lain lewat alat komunikasi menyerukan untuk melakukannya. Disaat pesawat itu akan melakukannya, sebuah serangan sambaran petir menghancurkan pesawat tersebut yang berjumlah lebih dari satu sampai hancur lebur dan jatuh yang membuat ketiga makhluk yang awalnya jadi sasaran menjadi terkejut.


"hei apa kalian baik-baik saja?" tanya ishkur yang ternyata adalah pelaku serangan sambaran petir tadi.


"Ternyata masih ada penduduk yang tersisa. Cepat, kalian bertiga pergi dari sini!" X-mart yang baru sampai menyusul Ishkur memerintahkan mereka bertiga untuk pergi. Tiga orang yang dimaksud tampak agak bingung dengan kedatangan dua orang yang menyuruh untuk pergi.


"aku endymion, ini benjamin, dan ini veila. Kami baru saja datang kesini karena merasa ada yang tidak beres disini" endymion menjelaskan kepada mereka berdua perihal kenapa mereka bertiga bisa ada disini. X-mart bisa merasakan kalau ketiga makhluk yang baru muncul ini bukanlah makhluk biasa pada umumnya.


"kalian bisa ada disini dengan mudahnya seolah-olah seperti tuan rumah yang bebas memasuki rumahnya kapan saja. Katakan, apakah kalian ini makhluk dengan kemampuan khusus?" sebuah pertanyaan dengan raut wajah serius dilontarkan dari mulut X-mart.


"jadi kau bisa mengetahuinya. Ya kau benar, aku serta endymion adalah superhuman kalau makhluk feminim disamping kami ini dia bukan manusia tapi seorang animathropeian" benjamin, seorang laki-laki dengan rambut coklat dengan wajah yang mampu membuat kaum hawa sulit untuk mengedipkan matanya memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh remaja pembawa roverboard.


X-mart serta Ishkur mengalihkan direksi mereka secara serempak kearah seorang perempuan dengan penampilan yang berbeda dengan kebanyakan rata-rata makhluk hidup yang ada di avernia. "apa dia bukan dari sini?" ishkur bertanya.


"dilihat dari penampilan serta warna kulitnya dan pernyataan bahwa dia adalah animathropeian sudah jelas bahwa dia itu berasal dari planet lain nan jauh disana" X-mart menjawab pertanyaan ishkur. Dirinya mendekat kearah veila.


"halo nona bolehkah aku tahu kenapa warna kulitmu bisa seperti itu apakah karena sebuah kecelakaan?" sebuah pertanyaan, yang entah bagaimana bisa membuat veila tertunduk dan menoleh ke kiri. Jika dilihat, pertanyaan itu terasa tidak mengenakkan baginya apalagi X-mart menyebut kata 'kecelakaan'.


"hei bung sadarkah kau kalau pertanyaanmu itu termasuk tindakan rasis?!" ishkur memperingatkan X-mart soal pertanyaannya yang kurang pantas. Benjamin mendorong X-mart kebelakang ke tempatnya semula.


"wow wow oke aku minta maaf anggap saja itu sebagai angin lalu" X-mart meminta maaf atas perkataannya barusan. Keadaan kota hong kong masih saja mencekam asap membumbung dengan tingginya kelangit nan luas yang dipenuhi bintang-bintang yang berhamburan.


Langit malam, bintang-bintang yang bertabur seperti topping makanan yang dihamburkan, cahaya bulan, sebuah kota yang nyaris hancur tepat berada dibawah cakrawala, asap hitam mengepul tak hentinya dan sekarang apa lagi? Yang bisa dilakukan secara realitis adalah tentu saja pergi dari tempat tersebut.