Avernia

Avernia
Chapter 28



Selama bertahun-tahun, pihak the organization telah banyak menghasilkan ilmuwan-ilmuwan hebat di avernia. Mulai dari isaac newton, gauss, averroes, albert einstein, stephen hawking, charles darwin, dan lain-lain. The organization telah ada saat newton masih berumur remaja.


"apa kalian tahu kalau pemerintah avernia akan mulai melakukan eksplorasi semesta" seorang ilmuwan berbicara.


"itu masih wacana entah kapan akan direalisasikan" ilmuwan lainnya ikut berbincang.


"lagipula mereka harus membereskan kelompok ******* itu."


Tampak beberapa ilmuwan tengah membahas sesuatu.


"aku penasaran bagaimana jadinya jika pihak avernia kalah. Apakah kita semua bakal ditangkap, dipenjara atau mungkin dihabisi." ilmuwan tersebut merasa ketakutan.


"kuharap itu tidak terjadi. Aku masih harus melanjutkan pengembangan perangkat lunak milikku" kata ilmuwan yang lain.


"kalian sedang membicarakan apa?" seseorang yang baru saja datang bertanya.


"hei hei selamat atas dipatenkannya penemuanmu, giordano."


"ah terima kasih banyak."


"ya penemuan mobil yang bisa diaktifkan dengan menggunakan suara si pemilik itu benar-benar hebat walau agak mainstream tapi tetap saja."


"seminggu lagi penemuanku akan diproduksi secara massal."


"apa? Cepat sekali!"


"benar. Penemuanku saja butuh waktu sebulan untuk bisa diproduksi secara massal."


"ini tidak adil! Pihak organisasi pasti pilih kasih."


"ya benar. Tapi, cuma kau yang begitu."


"hahahahahahahaha "


"sialan! Kalian malah menertawakanku."


Yapp begitulah keseharian para ilmuwan ketika waktu senggang disebuah ruangan yang luas. Mereka yang berprofesi sebagai ilmuwan bebas keluar dan masuk ruangan bersantai dengan berbagai hidangan yang begitu menggugah selera. Makanan dan minuman yang tersedia adalah yang ada diseluruh dunia avernia bahkan ada beberapa yang berada dari dunia yang jauh dan dimensi yang berbeda.


"beberapa hari lagi akan ada lomba penemuan paling inovatif."


"benarkah begitu willy?"


"ya, para ilmuwan dibawah naungan the organization diharuskan hadir entah untuk ikut serta maupun hanya menyaksikan" ilmuwan bernama willy membenarkan.


"aku penasaran kira-kira siapa yang menang nanti" ilmuwan itu tampak sedang berpikir.


"mungkin saja Dr. Brawn karena penemuan pesawat penjelajahnya yang mampu melampaui kecepatan cahaya" kata ilmuwan lainnya.


"bukan cuma itu saja. Makhluk misterius itu juga mempunyai sesuatu yang sepertinya adalah mesin waktu. Apa kalian ingat sebuah penemuan yang pernah dia pamerkan kepada publik."


"oh, benda itu ya. Well, dia memang mengatakan kalau itu berhubungan dengan waktu."


"dia itu sama misteriusnya dengan alfred rudolf neümann. Sama-sama tidak diketahui identitas dan asal usulnya."


"tapi aku akui mereka berdua itu hebat aura misterius yang mereka keluarkan membuat mereka semakin menarik."


"okultis dan ilmuwan hmm... Sungguh kombinasi yang mengagumkan."


"kau terlihat merendahkan mereka berdua, xenophilus." tukas giordano.


"hoohh apa aku terlihat seperti itu?" ilmuwan yang bernama xenophilus tersebut bertanya.


"ya, kau selalu mencibir, mengejek, dan mendiskriminasi seseorang dengan latar belakang ras mereka. Kau juga mengatai diriku ini yang notabene adalah animathropeian."


"memang benarkan kau ini seorang makhluk dari luar avernia yang mencari pekerjaan disini. Padahal sebelumnya kau itu hanyalah... Hmmm seorang pengangguran atau gelandangan?"


"kau!!! Ini sudah keterlaluan dirimu harus diberi pelajaran."


"hei hei sudah hentikan jangan bertengkar" giordano berusaha mencegah animathropeian tersebut.


"mungkin benar aku ini cuma gelandangan pada awalnya. Tapi aku berhasil menjadi ilmuwan yang jauh lebih hebat dari dirimu yang hanyalah seorang pemabuk berat" balas animathropeian yang tidak diketahui dari spesies mana dia.


"the fück kau ini harus diberi pelajaran!" xenophilus berkata sembari memecahkan botol minuman alkohol miliknya.


"kalian semua, hentikan!" seseorang berkata dengan lantang.


Dia adalah seorang perempuan.


"apakah kalian tidak lihat tingkah kalian semua menjadi sorotan orang banyak?"


Terlihat banyak sekali orang yang memperhatikan mereka.


"sedang apa mereka?"


"kenapa mereka bertengkar ditempat umum seperti ini?"


"mereka itu mengganggu saja."


Banyak sekali bisikkan dan perkataan banyak orang ditempat itu.


"sudah cukup. Semuanya, tak perlu dilihat lagi, ini hanyalah pertengkaran anak kecil biasa jadi kembali ketempat kalian masing-masing."


Orang-orang yang tadinya menyaksikan kini kembali ketempat asal mereka.


"terima kasih, susy anniken." giordano berterima kasih kepada sosok perempuan itu yang diketahui bernama susy.


"katakan padaku, apa yang barusan terjadi disini?"


"xenophilus dan dia ingin saling menghabisi" willy menunjuk xenophilus dan seorang animathropeian.


"kau lagi kau lagi xenophilus ini sudah kesekian kalinya aku melihatmu membuat masalah. Apakah kau tidak bisa diam sehari saja?"


"aku tidak sudi mendengar perkataan itu dari mulutmu, homo deus. Berkat ulah kalian para makhluk berkekuatan besar, aku harus kehilangan banyak hal. Kenapa kalian para homo deus tidak mati saja semuanya!"


"padahal kalian masih ras homo tapi malah tidak akur. Aku tidak habis pikir dengan apa yang ada dikepala homo sapiens seperti dirimu" animathropeian itu berkata.


"sekali kau berkata maka-..."


"aku akan membawanya pergi".


"kuserahkan padamu willy."


"haahh... Merepotkan saja ngomong-ngomong kalian tadi sedang membicarakan apa?" susy anniken bertanya kepada mereka.


"oh itu, soal lomba penemuan paling inovatif yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi dari sekarang." giordano menjawab.


"oh ya. Lomba itu rupanya."


"menurutmu siapa yang akan menang, susy?"


Makhluk feminim itu tampak berpikir.


"entahlah, aku tidak tahu. Tapi aku merasa benjamin dan endymion yang akan menang."


"haahhh?!"


"kenapa kalian tampak terkejut?"


Makhluk selain susy saling pandang satu sama lain.


"kenapa harus mereka?" salah satu dari mereka angkat bicara.


"pertama, benjamin. Dia dengan teori patafisikanya yang mampu membuatmu menjadi sesuatu seperti veil" susy menjelaskan.


"bukannya apa yang digeluti anak baru berambut coklat itu hanyalah sebuah lelucon dan permainan kata?" kata orang itu sambil menahan tawa.


"tidak, tidak, kawan! Lebih tepatnya, parodi sains." kata ilmuwan lainnya yang juga menahan gelak tawa.


"aku teringat ketika dia melakukan presentase mengenai patafisika dihadapan para ilmuwan. Ketika dia menjelaskannya, langsung saja para hadirin yang menyaksikan tertawa tepat setelah benjamin selesai presentase" penjelasan itu berasal dari giordano.


"memang apa yang salah? Aku merasa apa yang ditekuni benjamin sangat luar biasa. Apa kalian lupa bahwa beberapa minggu yang lalu dia sempat menunjukkan kemampuan untuk menembus sebuah penghalang yang membuat publik gempar" susy menjelaskan.


"aku ingat itu tapi apa benar itu sebuah pembatas dimensi? Karena saat ini belum ada cara untuk membuktikan dan menembusnya."


"aku sangat yakin benjamin telah menemukannya. Dia itu bukan makhluk sembarangan" kata susy dengan yakin.


"kau ini benar-benar mendukung laki-laki itu ya. Ketika orang-orang mencemooh dirinya karena meneliti sesuatu yang dianggap lelucon belaka terlebih itu bukan pertama kalinya patafisika ditemukan."


"waktu aku, benjamin, dan ilmuwan lainnya sedang ditugaskan di wilayah djakarta selalu ada bisik-bisik dan kata-kata yang kurang mengenakkan. Kupikir itu karena kinerja kami ternyata benjamin lah penyebabnya bahkan ada beberapa orang berusaha membully dan melakukan perundungan terhadap dirinya" giordano menjelaskan panjang lebar.


"apa kau bilang?! Kenapa kau tidak bilang padaku? Dan bagaimana dengan benjamin? Apakah dia terluka?" susy bertanya secara beruntun.


"wow wow tenanglah nona, giordano belum selesai menjelaskan."


"tenang saja benjamin berhasil lolos dan orang-orang yang hendak melakukannya berhasil diringkus pihak keamanan. Untung saja, benjamin adalah makhluk yang tabah serta mampu mengendalikan emosinya jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu" giordano menambahkan.


"syukurlah kalau begitu" susy merasa lega.


"kelihatannya kau menaruh perasaan khusus pada benjamin" giordano menebak.


"kenapa memang kalau susy menaruh perasaan pada benjamin?" tanya ilmuwan lain kepada giordano.


"kau tidak tahu?"


"tidak, kenapa memang?"