
"ayo kita semua harus membereskan kekacauan ditempat ini!" seruan yang keras ishkur serukan kepada mereka yang ada demi menuntaskan apa yang baru saja tertunda. Tiga orang yang baru saja datang(endymion, veila, benjamin) turut serta dalam menyelamatkan kota malang ini.
Dengan kemampuan telekinesisnya, veila mementalkan kendaraan tempur para penyerang dan menghancurkannya. Endymion, dengan bantuan alat buatannya terbang ke segala penjuru kota demi menghancurkan berbagai macam pesawat, robot raksasa, panzer, tank, robot android, dan para superhuman. Benjamin, dengan raga yang terselimuti energi biru nan mengagumkan melakukan serangan miliknya dengan berbagai macam jarak; pendek, menengah, dan jauh. Mereka ber lima kompak bahu membahu melakukan "pembersihan" sampai pada akhirnya tepat ditengah-tengah kota, tepatnya dibagian atas terdapat seseorang yang sedang melayang.
"dengan satu langkah terakhir ini, maka misi disini sudah selesai!" sebuah pernyataan dengan intonasi suara agak lantang dikeluarkan orang yang sedang melayang itu. Oke, apakah dia melayang begitu saja? Oh tentu saja tidak! Dia menggunakan sebuah alat yang terdapat dibagian punggungnya yang membantunya dalam "melawan" gravitasi. Dikedua tangannya, kau bisa melihat sepasang sarung tangan dengan model bernilai seni cukup tinggi namun tak menghilangkan unsur futuristiknya. "SAKSIKANLAH PADA MALAM HARI INI SEBUAH OBJEK ANOMALI DI ALAM SEMESTA AKAN MENGHISAB APA YANG ADA DISEKITARNYA", teriakan yang begitu keras nan lantang menggema diseluruh kota. Orang yang melakukannya tentu saja orang yang sedang melayang itu.
Dikedua pergelangan tangannya yang dia satukan yang terbalut sarung tangan, muncul sesuatu yang berwarna hitam berbentuk bola. Ukurannya awalnya hanya seukuran kerikil, akan tetapi lama kelamaan jadi membesar hingga ukurannya sebesar bola keranjang. Suara kerasnya mengundang perhatian X-mart dan lainnya.
"siapa dia?" ishkur bertanya kepada endymion selepas dirinya datang disamping laki-laki pirang itu dengan sebuah sambaran petir.
"tunggu sebentar" endymion mengeluarkan sebuah kacamata pintar dari penyimpanan spektakuler yang berada di jam tangan miliknya.
Endymion memakai kacamata miliknya lalu memprogram dengan menekan tombol layaknya smartphone layar sentuh. Setelah selesai, dirinya dibuat terkejut. "itukan black hole?!", endymion berteriak dengan ketidakpercayaannya. "maksudmu benda hitam di ruang angkasa yang menyedot apa saja?" ishkur bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.
"benar. Ini, kau pakailah" dari penyimpanan jam tangan miliknya yang spektakuler endymion mengeluarkan sebuah teropong dan memberikannya kepada ishkur.
"jadi benar itu adalah black hole" ucap ishkur melihatnya menggunakan teropong pemberian endymion.
"alat yang dia gunakan itu apakah menjadi jawaban kenapa orang seperti dia mampu menciptakan black hole?".
"darimana dia mendapatkan alat semacam itu. Seingatku, alat semacam itu tidak terdapat didaftar teknologi yang ada di avernia!"
Perasaan bingung menguasai endymion. Dia pernah melihat daftar teknologi yang terdapat di dokumen avernia tetapi, dia tidak pernah sekalipun melihat ada teknologi yang mampu menciptakan black hole. Seketika, perasaan janggal menghinggapi dirinya.
"darimana... darimana... DARIMANA ORANG ITU MENDAPATKAN TEKNOLOGI SEPERTI ITU?!"
Kalimat endymion cukup keras untuk membuat ishkur menoleh kearahnya.
Orang yang menciptakan black hole ditangannya mengarahkan objek itu ke arah kota hong kong yang sudah hancur berantakan. Seperti yang diduga, orang itu menembakkan black hole yang terdapat ditangannya dengan kecepatan tinggi.
"gawat itu akan menghancurkan kota ini!" veila berseru dengan lantang.
"hei hei yang benar saja" ucap benjamin.
"kita harus segera pergi dari sini" X-mart berkata.
"jika itu menyentuh bagian salah satu dari dunia ini, maka tamatlah." kata endymion.
"tidak akan sempat!" ishkur menggeram lantaran tak ada waktu untuk menyelamatkan diri.
Ketika black hole yang ditembakkan itu menyentuh daratan dan mulai menghisap apa saja yang ada disekitarnya, mereka berlima mengira akan berakhir menjadi korban—sama seperti para korban lainnya yang kehilangan nyawa mereka di sebuah kota megah nan mewah yang hancur dalam kurun waktu kurang dari satu malam. Namun, orang bijak pernah berkata "keajaiban bisa datang kapan saja" dan itu memang benar. Secara tiba-tiba dan secara ajaibnya, mereka sudah ada di negara-kota pulau taiwan!
Veila, endymion, benjamin serta X-mart sama bingungnya dengan ishkur. "jarak taiwan ke hong kong lebih dari seratus lima puluh kilometer aku bisa melihat bahwa black hole itu telah menyedot kota itu hingga tak bersisa" ishkur memberitahu kondisi hong kong yang telah lenyap dengan kedua pupil matanya yang mengeluarkan percikan aliran listrik dan petir.
"secepat itu kah?!" tanya X-mart dengan tak percaya.
"kau bisa lihat dari sini gedung-gedung pencakar langit kota hong kong telah tiada" ucap endymion sambil memfokuskan direksinya kearah posisi kota hong kong yang sebelumnya mempunyai bangunan tinggi yang bisa dilihat dari taiwan, kini telah hilang.
"lantas, siapa yang memindahkan kita kesini?" benjamin bertanya dengan sangat penasaran.
"akulah orangnya" sebuah suara feminim menjawab pertanyaan benjamin. Mereka berlima menoleh kearah sumber suara. Endymion, yang entah kenapa walau terkejut adalah sikap yang wajar disaat kondisi seperti ini malah jika diperhatikan lagi dialah yang paling terkejut.
"kau kan?!" dengan sangat terkejut endymion bertanya kepada sosok itu.
"halo, endymion ku tersayang".
Apa itu mimpi?
Banyak yang beranggapan kalau mimpi itu bunga tidur dimana kau bisa melihat/merasakan hal-hal yang mustahil dapat terjadi dikehidupan nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Hiu menaiki sepeda motor air, ikan paus di bulan, matahari mempunyai wajah, dikejar-kejar entitas tak dikenal, air yang mengambang di langit hingga sepeda yang rodanya terbuat dari ular yang melingkar. Mimpi juga hasil dari kerja otak, kadang apa yang seorang makhluk hidup pikirkan di dunia nyata dan saat tidur bisa terbawa ke alam mimpi. Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Memang, yang namanya mimpi pasti diluar kendali sang pemimpi pengecualian untuk satu hal, yaitu Lucid Dreaming.
Dalam lucid dreaming yang demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Kira-kira seperti itulah mimpi—sesuatu pengalaman yang dialami oleh para makhluk berintelejensi tinggi salah satunya adalah seorang pemuda bernama endymion. Dirinya pernah bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang turun dari langit di sebuah padang bunga yang luas dimalam hari. Wanita misterius tersebut memiliki penampilan "tidak normal" bagi makhluk biasa seperti manusia misalnya, namun yang paling mengejutkan ialah dirinya dicium oleh wanita itu!
Sebuah ciuman yang begitu mesra yang menghempaskannya dari mimpi ke pada keadaan nyata. Dan disinilah dia, terbaring di kamar bersama dengan sosok wanita yang ia temui dimimpinya dalam keadaan yang tanpa busana seperti habis melakukan hubungan ****, karena itulah yang mereka berdua lakukan sepanjang malam. Sinar bintang pagi menembus kamar tidur kedua insan itu, memaksa yang didalamnya untuk bereaksi dengan gerakan tubuh yang tidak signifikan.
Pemandangan pantai di pagi hari tersaji dengan begitu indah—tak ada kata lain yang mampu mendefinisikan suasana pantai di pagi hari yang disinari oleh bintang yang terbit di ufuk timur. Suara ombak, angin yang bertiup, hewan-hewan laut berjalan di bibir pantai adalah sesuatu hal lumrah yang terjadi di sebuah pantai.
"sudah pagi rupanya".
Seorang dengan rambut pirang berkata demikian ketika melihat sang mentari dengan agungnya menampakan wujudnya tanpa malu-malu. Dibelakangnya, seorang perempuan dengan rambut bulan purnama memeluk dirinya. Perempuan itu tampil tanpa busana apapun. Kecuali sebuah selimut untuk menutupi raganya yang polos. Dirinya memeluk dengan erat nan mesra laki-laki berambut pirang yang sedang ia dekap.
"kau sudah bangun rupanya" ucap si lelaki.
"aku tak mampu sedetik pun lepas darimu, endymion" si perempuan berkata sekaligus mencium pipi sang lelaki(endymion) dengan begitu romantis.
"aku penasaran; apakah mereka semua bisa beristirahat dengan tenang".
"jangan khawatir, tempat penginapan di hawaii bisa membuat siapa saja nyaman".