Avernia

Avernia
Chapter 5




Setelah semua persiapannya selesai, ia pun langsung membuka matanya yang awal nya terpejam. Kedua matanya memancarkan cahaya berwarna biru terang yang cukup untuk menerangi sebuah ruangan tanpa pencahayaan. Jika cahaya biru keluar dari matanya maka itu adalah tanda ia sedang melakukan "observasi".


Dalam penglihatannya itu, dia melihat luas nya luar angkasa setelah melewati atmosfer milik avernia. Bintang, kumpulan bintang-bintang yang membentuk objek spiral, quasar, hingga sebuah hal aneh tak sengaja tertangkap oleh penglihatannya.


"makhluk macam apa itu?" ujarnya ketika melihat penampakan sesosok makhluk dengan bentuk yang cukup aneh dan ukuran yang tidak normal. Selain makhluk tadi, benjamin juga menangkap sebuah objek yang bergerak menjauh tak jauh dari makhluk yang pertama ia lihat.


"objek itu jika diperhatikan adalah sebuah pesawat" desis benjamin memfokuskan penglihatannya melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. "tapi kenapa sebuah pesawat bisa ada di ruang yang lebih tinggi dari ruang yang hanya memiliki panjang, lebar, dan kedalaman?" tukas benjamin heran mengenai sebuah pesawat yang entah dari mana bisa ada di ruang yang melebihi 3 dimensi.


Dia kemudian kembali melakukan pengamatannya tapi tiba-tiba makhluk berukuran abnormal tersebut melakukan sebuah gerakan seperti ingin melakukan sebuah serangan & sasarannya adalah pesawat yang terbang menjauh dari nya! "gawat, apa yang akan dilakukannya?" panik benjamin ketika makhluk abnormal itu akan melancarkan serangan ke pesawat tersebut.


Namun sudah terlambat, makhluk abnormal itu sudah melepaskan serangannya & langsung menghantam pesawat tersebut. Tercipta dentuman ledakan yang begitu besar akibat serangan hebat yang mengarah ke badan pesawat. Saking besarnya, ledakan itu sama dengan ledakan sebuah supernova tapi dengan intensitas jutaan kali lebih masif atau bahkan mungkin menyamai big bang!


Kemampuan penglihatan milik benjamin seketika langsung terputus karena efek ledakan tersebut bahkan sampai mempengaruhi kemampuannya. "haah haah haah haah benar-benar sebuah ledakan yang sangat dahsyat" benjamin berusaha mengatur nafasnya karena efek dari kemampuan penglihatannya yang mampu menembus lapisan ruang yang lebih tinggi. Mengatur nafas sambil dengan posisi duduk, dia masih syok dengan apa yang dia lihat barusan.


Sebuah makhluk aneh dengan ukuran yang cukup masif dengan serangan hebat miliknya yang tertuju ke sebuah pesawat yang entah tidak jelas kenapa bisa ada disitu. Beberapa detik Sebelum memutus penglihatannya, dia sempat melihat pesawat tadi "memuntahkan" sesuatu.


"apa mungkin itu adalah penumpangnya yang selamat?" pelan benjamin sambil memegang sisi kiri wajah nya dengan tangan kiri miliknya.


Kalau iya, berarti ada kemungkinan masih ada yang selamat dari kejadian barusan maka harus ditemukan sesegera mungkin untuk menguaknya. Akan tetapi, benjamin merasakan sesuatu yang mengagetkan.


"a-apa i-ini kan..." dengan cepat benjamin berlari menuju jendela ruangannya dan mendongakkan kepala guna melihat pemandangan langit subuh.


"astaga bukankah itu yang tadi" ujar benjamin dengan ekspresi tidak percayanya. Ternyata yang apa ada dilangit adalah ledakan tadi yang ia lihat yang jangkauan ledakannya sampai ke avernia!


Itu bukan ledakan supernova biasa, melainkan ledakan yang dihasilkan oleh makhluk yang baru saja dilihat oleh benjamin.


"kalau bisa sampai kesini maka pasti pesawatnya juga bisa!" dengan cepat benjamin mengaktifkan kemampuan penglihatannya kembali dan melihat ke langit tempat terjadinya ledakan tersebut.


Matanya melihat kesegala arah area dentuman tersebut dan seketika terhenti begitu melihat sebuah objek cukup kecil berbentuk seperti kapsul yang terbuat dari material seperti baja. Alangkah terkejutnya benjamin ketika melihatnya. Ternyata itu adalah sisa pesawat yang tadi terlihat dipenglihatannya yang baru saja dihancurkan. Benda tersebut terlempar jauh menuju kearah garis edar avernia & menuju kearah...


Salah satu bulan avernia, navan!


Dengan kecepatan tinggi, puing pesawat tersebut menghantam navan dan menghasilkan sebuah kawah kecil dipermukaannya. Ledakan yang ditimbulkan oleh serangan itu layaknya bunga api yang menyala-nyala diatas langit memukau siapapun yang melihatnya. Tanpa sengaja, benjamin melirik sesuatu yang ada di salah satu gedung tempatnya tinggal.


"bukankah dia..." merasa tidak asing, diapun mengeluarkan energi miliknya guna mengaktifkan kemampuan penerbangannya & beranjak dari tempat penelitian miliknya menuju bangunan itu.


Disalah satu gedung di district C, terlihat seseorang berdiri disana sedang mengamati "fenomena alam" bagi orang awam. "lihatlah itu, sebuah fenomena kosmik yang tercipta karena aktivitas dari makhluk yang berada ditempat yang lebih tinggi" mata orang tersebut bersinar berwarna hitam terang sembari mengadahkan kepalanya ke atas langit sambil bermonolog.


"neumänn jadi kau juga melihatnya" sosok tersebut tak lain tak bukan adalah benjamin yang baru saja datang begitu melihat neumän berada diatas salah satu gedung.


"tentu saja aku melihatnya mana mungkin aku melewatkan kejadian yang hanya mampu dilihat oleh orang seperti ku dan juga kau!" neumän berbalik menghadap benjamin dengan mata nya yang bersinar berwarna gelap, menatap kedua mata benjamin yang juga sama bersinarnya namun berbeda warna.


Kedua pasang mata yang bersinar berbeda warna saling tatap untuk beberapa saat.


"hey apakah kau tidak mau pergi ke navan untuk melihat benda jatuh tersebut?" dengan seringainya neumän bertanya ke benjamin yang sedikit tersentak "menurutmu, apakah itu bisa dilakukan?" balik bertanya benjamin ke neumän.


"aku bisa menebak bahwa tujuan pesawat itu ke lapisan yang lebih tinggi adalah karena mereka ingin mengobservasi makhluk raksasa itu" kata neumän menjelaskan asumsinya. Bagi nya, masuk akal jika pesawat tersebut bisa sampai ke lapisan yang lebih "tinggi" adalah pasti ingin meneliti tentang "tempat" tersebut beserta isi yang ada didalam nya.


"apa kau berpikir apa yang ku pikirkan?" tanya neumän ke benjamin. Sedangkan benjamin hanya terdiam sesaat.


Lalu...


tunggu sebentar!" tiba-tiba benjamin berkata dengan keras lalu menatap neumän dengan intens & tajam


"hahahahaha" sedangkan yang ditatap malah tertawa dengan keras


"ya, yang kau duga memang benar, ben! Bahwa makhluk yang kau & aku lihat tadi adalah makhluk yang sama yang ada di buku tersebut" lanjut neumän. Benjamin sontak saja terkaget ketika mengetahui hal tersebut.


'jadi dugaan ku ternyata benar bahwa makhluk itu adalah makhluk yang sama dalam buku peninggalan arsyad' batin benjamin mengingat kembali saat dia dan endymion ketempat neumän yang memperlihatkan sebuah buku aneh yang ditinggalkan oleh Arsyad nabiel Efendi. Buku itu berisi tentang keberadaan makhluk yang disebut sebagai "Genie". Makhluk bernama genie tersebut menurut neumän bertempat tinggal disuatu "tempat" yang lebih "tinggi", inilah alasan dia tadi melakukan pengamatan diluasnya kosmos dengan kemampuan menerawangnya yang bisa melihat hingga ke ranah dimensional.


"tempat tinggi yang dimaksud adalah melebihi 3D yang kita tempati ini" ujar neumän tiba-tiba


"lalu kenapa makhluk besar itu menghancurkan pesawat tersebut?" tanya benjamin


"entahlah! Mungkin saja ia merasa terganggu dengan kehadiran pesawat itu yang dari sudut pandangnya sama saja dengan sebuah ancaman" jawab neumän sambil mengedikkan kedua bahunya


Benjamin kembali mengadahkan kembali kepalanya kelangit, melihat kembali dentuman tersebut "sepertinya ini akan jadi berita di pagi hari nanti" tebak benjamin


"jika kau ingin ke navan, maka sekalian pergilah dengan endymion karena sepertinya dia sudah menemukan sebuah pencerahan dari apa yang ia cari" neumän membalikkan badannya hendak pergi dari tempat itu. Berjalan beberapa langkah sebelum energi menyelimuti tubuhnya kemudian eksistensi hilang dlm sekejap tanpa meninggal jejak dari seorang Alfred Rudolf Neumän.


'menemukan sebuah pencerahan?!' batin bingung benjamin dengan kata-kata neumän sebelum pergi mengenai rekannya. Ia pun pergi dari tempat tersebut dengan kemampuan penerbangannya, meninggalkan puncak bangunan itu kosong tanpa adanya siapa-siapa.


"berita terbaru hari ini, pemirsa sebuah fenomena yang begitu menakjubkan terlihat dilangit tadi subuh. Fenomena tersebut adalah ledakan supernova yang berjarak cukup dekat dengan planetae avernia sehingga bisa disaksikan oleh seluruh penghuni avernia disetiap sudutnya" dan benar saja


berita tentang "ledakan" tersebut langsung disiarkan di Tv pada pagi hari ini!