Avernia

Avernia
Chapter 26



Dengan gerakan yang super cepat, homo deus itu mampu kabur dari kepungan petugas keamanan. X-mart kagum dengan orang itu yang mampu kabur dengan sangat cepat sebelum para petugas keamanan mencoba melumpuhkannya.


"ayo, segera kejar dia!" para petugas keamanan tersebut pergi ke tempat lain guna menangkap superhuman yang baru saja kabur.


"apa yang barusan terjadi disini?" seseorang yang baru datang bertanya.


"oh benjamin, tadi ada seorang homo deus yang kabur dari petugas keamanan." x-mart menjawab pertanyaan orang itu yang diketahui adalah benjamin.


"homo deus? Petugas keamanan?" benjamin menjadi bingung.


"baru saja seorang homo deus kabur dari petugas keamanan yang ingin menangkapnya. Aku harap dia segera tertangkap" pedagang makanan kuliner itu menjawab kebingungan benjamin.


"ayo x-mart, kita pergi dari sini."


"apa? Aku belum mencicipi makanan ini!"


"mencicipinya bisa nanti. Yang jelas, kita sekarang harus bergerak sesuai yang telah ditentukan."


Kedua makhluk bernyawa itupun segera pergi ke sebuah tempat di pinggiran kota bangalore, terlihat disana terdapat banyak sekali makhluk bernyawa lainnya.


"hei lihat! Bukankah itu orang yang tadi?" x-mart berkata.


"mungkin saja. Dilihat dari ciri-cirinya" benjamin menanggapi x-mart.


"kalian berdua ini siapa?" salah seorang dari mereka bertanya kepada x-mart dan benjamin.


"kami berdua datang dengan niat baik, tak ada sedikitpun kami ingin mengincar atapun menyakiti kalian." benjamin menjawab pertanyaan tersebut.


"apakah kami bisa mempercayai hal itu?!"


"percayalah pada kami berdua! Oh ya, ngomong-ngomong namaku adalah X-mart dan laki-laki ini bernama benjamin."


"kami tidak bertanya siapa nama kalian lol" salah seorang dari mereka mengeluarkan candaan, dia berpakaian sebagai atlet kriket.


"mereka datang!"


Dari arah lain, tampak banyak sekali petugas keamanan menuju ke arah mereka semua dengan berbagai macam peralatan dan perlengkapan. Mulai dari tank, helikopter, panser, berbagai kendaraan bermotor, dan berbagai peralatan pertempuran lainnya.


"hei ini serius mereka ingin berperang?!"


"SEMUANYA, BENTUK FORMASI!!!"


Terlihat para pasukan keamanan berhenti di depan para homo deus yang membentuk formasi melingkar guna mengurung mereka. Terlihat akan terjadi pertempuran sebentar lagi yang bertempat di bawah jembatan jalan raya yang besar. "menyerahlah wahai kalian para homo deus! Kalian sudah terkepung, tak ada jalan untuk kalian bisa pergi dari tempat selain yang akan jadi tempat peristirahatan terakhir kalian." salah seorang pasukan keamanan memberi peringatan melalui pengeras suara.


"apa yang akan kita lakukan, benjamin?"


"untuk saat ini kita perlu mengawasi jalannya peristiwa yang satu ini."


"kau serius? Kita hanya menonton saja?"


"ya. Kalau ada kesempatan kita akan mencoba bernegosiasi dengan mereka."


"menurutmu?"


"hmph... aku takutnya mereka malah balik melakukan perlawanan tapi itu juga tak bisa dijadikan acuan. Sebab, petugas keamanan juga berlaku semena-mena terhadap eksistensi mereka."


"nah, itu dia. Kita akan coba membuat mereka untuk berpihak kepada kita."


"menyerah? Huuhh itu tidaklah mudah, wahai sesama homo deus!" ucap seseorang dengan pakaian atlet kriket ke pada seorang pasukan keamanan yang memegang pengeras suara.


"apa? Hei! Di dalam tubuh pasukan keamanan pun ada homo deus?! Lelucon macam apa ini?!" x-mart terperangah dengan tidak habis pikirnya dengan kenyataan yang dia ketahui.


"kalau tidak salah memang banyak homo deus yang bergabung dengan pasukan keamanan avernia. Mereka bergabung dengan berbagai macam alasan dan sebab, tapi kebanyakan karena masalah pribadi. Salah satunya, adalah ini." benjamin sedikit menjelaskan.


"demi apapun itu kami tak akan menyerahkan diri. Ayo serang!!!"


Para homo deus menyerang menggunakan formasi yang mereka buat untuk mengurung lawan. Ini berguna untuk membuat lawan menjadi tak mampu berbuat banyak.


Para pasukan keamanan avernia ikut menyerbu ke depan. Pertarungan pun tak terhindarkan.


"kau dulu adalah seorang homo deus yang sering melakukan aksi unjuk rasa demi keadilan homo deus yang selalu terkena tindak diskriminasi. Kau berjuang bersama dengan para kawan-kawanmu dan sekarang, kau malah berpaling dan ironisnya malah memburu teman-temanmu sendiri!" seorang homo deus berpakaian sebagai atlet kriket berkata kepada salah seorang pasukan keamanan. Dia menyerangnya menggunakan tongkat kriket disertai dengan kekuatan kristal.


"waktu itu aku bersemangat untuk keadilan para kaum homo deus sampai-sampai aku tak tahu bahwa pihak yang kuperjuangkan juga menyerang sesamanya demi kepentingan mereka sendiri" pasukan keamanan itu membalas perkataan yang diarahkan kepadanya. Dia melawannya menggunakan perisai transparan dan senjata api khusus untuk melawan homo deus.


Jalannya pertempuran cukup menegangkan. Meski homo deus telah membentuk formasi, pasukan keamanan avernia masih sanggup membuat mereka kocar-kacir. Pasukan keamanan avernia dilengkapi dengan berbagai macam peralatan tempur nan canggih, sedangkan para homo deus tidak punya peralatan tempur sama sekali. Yang mereka andalkan adalah tinjuan, tendangan, proyeksi energi, dan benda-benda tumpul serta senjata tajam. Keadaan semakin kacau tatkala pasukan keamanan melakukan bombardir yang mengakibatkan beberapa homo deus terbunuh. Bagian bawah jembatan besar yang jadi tempat pertarungan menjadi hancur lebur.


"mereka sudah terpojok inilah waktunya, x-mart."


"baiklah, saatnya beraksi!"


Mereka, dua orang yang awalnya mengintai dari pilar-pilar penyangga jembatan mulai melakukan aksi. Gelombang kejut berwarna biru dikeluarkan oleh benjamin yang langsung saja menghempaskan para pasukan keamanan beserta alat-alat perangnya sementara x-mart dengan menggunakan papan roverboard nya untuk bertarung.


Meski harus berhadapan dengan peralatan pertempuran yang begitu banyak, itu bukanlah masalah bagi dua orang berbeda warna rambut tersebut. "hehh tembakan yang bagus tapi sayangnya itu belumlah cukup" x-mart menghancurkan sebuah tank menggunakan serangannya.


"benjamin, awas!" x-mart berseru kepada benjamin ketika tembakan rudal dan misil diarahkan kearahnya. Tetapi benjamin mampu mengatasi hal itu dengan kekuatan biru miliknya sekaligus menghancurkan helikopter tempur yang menembakkan rudal dan misil tersebut.


"siapa mereka berdua itu?" tanya salah seorang pasukan keamanan.


"entahlah mereka tiba-tiba saja datang" jawab seseorang.


Dengan kombinasi serangan mereka berdua, pasukan keamanan avernia mampu dipukul mundur. Mereka semua terhempas cukup jauh beserta peralatan-peralatan tempur yang mereka miliki.


"ayo cepat kita segera kabur dari sini!" benjamin memberi arahan kepada pihak homo deus.


Satu persatu homo deus ditambah benjamin dan x-mart meninggalkan area jembatan jalan raya raksasa. Mereka mundur agar tidak dikejar lebih jauh lagi.


"wow jadi ini ya tanah milik masyarakat aborigin!" seorang makhluk feminim berkulit putih kebiruan mengeluarkan rasa kekagumannya. Dirinya takjub dengan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat kulit hitam yang masih asri dan murni walau dikelilingi oleh berbagai macam kecanggihan teknologi.


Dia tak sendiri. Disampingnya, terdapat sesosok makhluk maskulin berpakaian hitam ketat kebiruan dengan corak motif petir biru terang tersebar disetiap sudut pakaiannya, terdapat juga simbol sambaran petir berbentuk huruf "i", sebuah ikat kepala bandana seperti pemain tenis menghiasi kepala bagian dahinya.