
Dimensi, sebuah kata atau istilah yang pasti semua makhluk "cerdas" tahu apa itu. Meski semua makhluk cerdas sering mendengar/mengucapkannya, tetapi belum tentu yang melakukan demikian tahu/mengerti/paham arti/makna sebenarnya dari kata/istilah "dimensi". Jadi, apa itu dimensi?
Dimensi adalah sumbu koordinat ruang. Sumbu? Bukan bukan, sumbu yang dimaksud ini bukan sumbu petasan yaang sering dimainkan oleh anak-anak ataupun sumbu kompor berbahan bakar minyak yang selalu digunakan dalam memasak. Tapi, "sumbu" yang satu ini berbeda dengan "sumbu" yang familiar bagi banyak orang.
Sedangkan dalam fisika dan matematika, dimensi adalah suatu ruang atau objek yang secara informal diartikan sebagai jumlah minimal koordinat yang dibutuhkan untuk menentukan titik-titik yang ada didalamnya.
Jadi, bagaimana maksudnya? Maksudnya adalah jika ada pertanyaan "objek itu objek berapa dimensi?", maka pertanyaan itu merujuk pada "seberapa banyak sumbu koordinat ruang yang dimiliki oleh objek tersebut?". Jika dalam analogi matematika sederhana, menambahkan "dimensi" lain ke objek tertentu itu seperti halnya menambahkan garis "bilangan real" lain dalam posisi tegak lurus yang berbeda, yang secara matematis diwakili oleh "produk kartesius" dari "X", misalnya :
0-D > X0 atau " "
1-D > X1 atau " X "
2-D > X2 atau " X × X "
3-D > X3 atau " X × X × X "
4-D > X4 atau " X × X × X × X "
5-D > X5 atau " X × X × X × X × X "
6-D > X6 atau " X × X × X × X × X × X "
7-D > X7 atau " X × X × X × X × X × X × X "
... Dst
Kira-kira seperti itulah yang coba dijelaskan oleh seorang pemuda berambut coklat aka benjamin kepada seorang perempuan berkulit putih kebiruan dengan simbol seperti matahari yang bersinar memancarkan cahayanya berwarna biru tepat di dahinya. Sedang si perempuan terlihat mencoba mencerna apa yang dikatakan/dijelaskan pemuda didekatnya ini.
"aku penasaran dengan simbol yang ada didahi mu itu, sebenarnya apa arti darinya?"
Tanya seorang pemuda satu lagi berambut pirang.
"oh ini. Simbol ini melambangkan sebuah pencerahan!"
Tuan putri veila menjawab sambil memegangi simbol yang ada di dahinya.
"sebuah pencerahan?"
Si pemuda berambut pirang aka endymion bertanya dengan sangat penasaran.
"benar, sebuah pencerahan. Artinya adalah bahwa bangsa ku, yaitu bangsa clavan telah mencapai fase 'pencerahan' dimana kami telah mengalami kemajuan dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, perubahan sosial, pemerintahan dan lain sebagainya. Karena aku adalah pelaku utama dalam pencerahan bagi bangsa ku, serta terhubung secara mental dengan sebuah rakyatku maka lahir simbol ini. Simbol keberhasilan bangsa clavan dalam mencapai kemajuan serta kejayaan dalam berbagai bidang kehidupan."
Ada nada kebanggaan yang begitu besar terselip dalam yang kalimat ia ucapkan.
"dan... Hei tunggu, apa penjelasanmu tadi sudah selesai?"
Veila berucap dengan sedikit meninggikan suaranya, ada perasaan kesal juga. Dia bingung, pasalnya benjamin seharusnya menjelaskan "tempat biru" yang sedang mereka tempati yang diklaim olehnya sebagai dimensi buatannya dan kenapa pembahasannya malah melenceng jauh menjadi membahas tentang dahinya?
Mengedipkan kedua matanya dua kali, pemuda itu pun merespon "bukannya kau pernah ke dimensi keempat? Aku berasumsi bahwa dirimu setidaknya memiliki pemahaman yang singkat dalam hal dimensi".
Jelas benjamin sembari berdiri dan memasukkan kedua tangannya di kedua kantong celana miliknya, menatap veila yang masih terduduk dibawah.
"awalnya begitu, aku seharusnya sudah tahu menahu tentang dimensi setelah sempat pergi ke dimensi yang lebih tinggi dari dimensi ketiga. Namun sayangnya, kenyataan berkata lain. Aku tak punya waktu untuk melakukannya akibat tragedi itu".
Ucapan dengan nada sedih sambil menundukkan kepala veila lakukan ketika mengingat kejadian kecelakaan itu.
Benjamin serta endymion jadi merasa bersalah karenanya.
"maaf tuan putri, kami tak bermaksud untuk mengungkit hal itu".
Kata endymion memegang kedua pundak veila, memberinya semangat.
"kehidupan ibarat menaiki sebuah tangga. Jika saat ini kau berduka, maka kedepannya kau akan mendapat kebahagiaan yang tak dapat kau kira sama sekali".
Benjamin mengucapkan kata-kata bijak kepada veila yang langsung membuat si tuan putri bangsa clavan langsung mendongakkan kepalanya keatas.
"terima kasih banyak, benjamin!"
Berdiri dari posisi duduknya, veila menatap benjamin dengan perasaan senang sekarang.
"uh jadi aku harus melanjutkannya?"
"tentu harus! Kau membuat tuan putri bangsa clavan penasaran setengah mati!"
Endymion berseru sambil menatap mereka berdua.
Veila terlihat menganggukan kepalanya.
Benjamin menghela nafas dengan panjang.
Apa boleh buat kan?
"oke oke aku lanjutkan yang tadi".
Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut :
Dimensi ke-0(0-D)
0-D itu adalah "titik"
Titik itu tidak memiliki "panjang", "lebar", maupun "kedalama". Karena itulah, "0-D" dapat dikatakan memiliki 0 sumbu koordinat ruang.
...
Dimensi ke-1(1-D)
Jika kita menghubungkan "titik" ke "titik" lain, maka kita akan mendapatkan "garis". Nah, "garis" ini sudah menjadi objek 1-D, karena telah memiliki "panjang".
Karena inilah, "1-D" dapat dikatakan memiliki 1 sumbu koordinat ruang. Sebut saja sumbu koordinat ruang disini sebagai "sumbu X".
...
Jika kita menghubungkan "garis" ke "garis" lain, maka kita akan mendapatkan "bidang datar". Nah, "bidang datar" ini sudah menjadi objek 2-D, karena memiliki "panjang" dan "lebar".
Karena inilah, "2-D" dapat dikatakan memiliki 2 sumbu koordinat. Sebut saja sumbu koordinat ruang baru di sini sebagai "sumbu Y".
Semua "bangun datar" yang kita kenal itu masuk kesini, contoh :
- persegi
- persegi panjang
- segitiga
- lingkaran
- dsb
Kalau dalam keseharian kita, contoh dari objek 2-D itu adalah "gambar". Ya, segala hal yang kita gambar atau kita tulis misalnya animasi/kartun, dan tulisan2 buku serta novel yang kita gambar/tulis adalah objek 2-D.
...
Dimensi ke-3(3-D)
Apabila kita menghubungkan "bidang datar" ke "bidang datar" lain, maka kita akan mendapatkan "bangun ruang". Nah, "bangun ruang ini sudah menjadi objek 3-D, karena telah memiliki "panjang", "lebar", dan "kedalaman". Karena inilah, "3-D" dapat dikatakan memiliki tiga sumbu koordinat ruang. Sebut saja sumbu koordinat ruang baru disini sebagai "sumbu Z".
Jadi, objek 3-D itu memiliki tiga sumbu koordinat ruang, yakni "sumbu X", "sumbu Y", dan "sumbu Z". Semua "bangun ruang" yang kita kenal itu masuk kesini, contoh :
- Kubus
- Balok
- Prisma
- Limas
- Bola
- Dsb
Kalau dalam keseharian kita, contoh dari objek 3-D itu adalah, "segala hal yang ada disekitar kita", misalnya :
- Buku
- Manusia
- Hewan
- Tumbuhan
- planet
- bintang
- galaksi
- Animathropeian(beberapa orang menyebutnya "alien")
- Dsb
...
Dimensi ke-4(4-D)
Dari pemaparan 0-D sampai 3-D diatas, saat kita menambahkan dimensi diatas pada suatu objek, maka sumbu koordinat ruangnya akan bertambah, kan?
Nah, itulah yang dimaksud tadi, dimana :
0-D > X0 atau " "
1-D > X1 atau " X "
2-D > X2 atau " X × X "
3-D > X3 atau " X × X × X "
Maksudnya adalah, begini :
0-D > tidak memiliki sumbu koordinat ruang.
1-D > memiliki satu sumbu koordinat(Sumbu X).
2-D > memiliki dua sumbu koordinat(sumbu X, Y).
3-D > memiliki tiga sumbu koordinat(sumbu X, Y, Z).
Dengan kata lain, objek 4-D nanti juga akan begitu, yakni memiliki empat sumbu koordinat ruang(sumbu X, Y, Z, dan satu sumbu baru lagi).
Jadi, jika kita menghubungkan "bangun ruang" ke "bangun ruang" lain(catatan : menghubungkannya pun bukan ke kanan-kiri, bukan keatas-bawah, bukan depan-belakang, dan bukan juga dengan menyerong, tapi harus tegak lurus dengan ketiganya sekaligus), dan pada akhirnya kita akan mendapatkan "Hyperspace". Salah satu contoh "Hyperspace" adalah...-
"aku lupa kalau aku tidak punya contoh soal hyperspace".
Ucap benjamin dengan polosnya-seolah-olah tak punya rasa bersalah sama sekali.
"APA KATAMU!!!"
Veila dan endymion kompak sangat syok mendengar pengakuan benjamin.