Avernia

Avernia
Chapter 4




"maksud mu mimpi ketika kau didatangi wanita yang turun dari langit dengan menaiki kereta kuda secara misterius?" tebak neumann dan aku mengiyakannya. Dan lebih aneh nya lagi, kenapa itu selalu terjadi saat bulan purnama?


Mimpi aneh yang menghantui diriku terulang selama 3 kali. Bisa saja itu adalah sebuah pertanda.


"maaf endymion, tidak ada hal tersebut tersimpan di buku ini" ucapan neumann membuat ku kecewa, oh ayolah apa tidak ada yang mampu menafsirkan maksudnya? Bahkan seorang seperti neumann pun tidak mampu melakukannya.


Dia mengatakan bahwa ada "sesuatu" yang menghalangi diri nya ketika mencoba menerjamah kan mimpi aneh ku itu.


"daripada kau memikirkan itu, lebih baik lanjutkan saja cara mu mengungkap dunia paralel yang sedari dulu ingin kau lakukan" sebuah kata-kata yang keluar ketika aku dan benjamin hendak meminta diri nya menerjamah kan mimpi yang terjadi pada kami, ditambah raut wajah nya yang terkesan aneh dan absurb.


"ada apa benjamin?" tanya neumann tiba-tiba yang langsung membuat ku sadar dan menolehkan pandangan ku benjamin yang duduk tepat disampingku dengan raut wajah yang sulit diartikan. Ada apa dengannya?


Benjamin melihat ku dan neumann Secara bergantian, raut wajahnya jadi agak mengeras. Mengangkat kepalanya keatas, dia berkata...


"mengenai terbunuh nya arsyad, dia memang sengaja dibunuh oleh makhluk lain, bukan oleh manusia!" benjamin berkata dengan cukup tegas yang membuat ku terkejut, neumann memasang wajah tertarik ketika mendengar nya.


"bagaimana kau tahu? Apa ini ada hubungannya penelitian dengan Pataphysic yang kau lakukan?" tanya neumann menebak.


"ya dan itu ada juga hubungannya dengan simbol makhluk yang ada di buku itu" lanjut benjamin menjelaskan seraya melihat buku milik neumann dengan seksama. Perkataan nya membuat ku tambah terkejut, sedangkan neumann tiba-tiba saja tertawa ketika mendengar penuturan benjamin.


"hahahaha seperti nya misteri dan rahasia keberadaan, semesta, dan mistik akan mulai terungkap" tawa milik neumann benar-benar seperti seorang maniak yang gila akan hal-hal misterius yang ada di dunia.


"Endymion...endymion...endymion" sebuah suara sayup-sayup terdengar memanggil namaku, membuat ku memutar kepala melihat sekeliling yang dikelilingi oleh hamparan ladang bunga yang luas. Saking luasnya, bahkan aku tidak melihat ujungnya sama sekali. 'apakah ini mimpi', kata ku pada diriku sendiri ketika tiba-tiba saja berada di tempat yang tidak ku kenal sama sekali.


Tiba-tiba dari atas, muncul sesosok makhluk bersayap turun dari langit yang penuh dengan bintang-bintang berkilauan disetiap sudutnya. Sosok tersebut mendekat kearahku setelah mendarat di ladang bunga yang luas ini. Aku hanya bisa terdiam, bingung ingin bersikap & bereaksi seperti apa atas semua ini. Penasaran, aku pun menyipitkan mata demi melihat dengan jelas sosok yang mendekat tersebut. "sebentar, kenapa aku tidak bisa bergerak?" aku menjadi panik ketika menyadari jika tubuhku tidak bisa digerakkan.


Mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, semua tidak mampu ku gerakkan sosok tersebut telah hampir sampai kearah ku. Dan yang membuat kaget adalah, dia adalah perempuan! Sosok wanita misterius tersebut tersenyum kearah aku yang masih diam membeku ditempat.


"Akhirnya kita bertemu, endymion" ujar sosok tersebut ketika telah sampai tepat dihadapanku dengan masih dengan senyumannya yang masih terpasang bahkan senyuman itu semakin lebar. Ciri dari wanita tersebut jika dilihat memakai gaun berwarna putih dengan mahkota bulan yang terpasang di rambutnya yang sewarna dengan warna bulan purnama, sayap berwarna putih menjadi pelengkap penampilannya yang begitu luar biasa.


"apakah kau manusia?" tanyaku dengan gugup karena penampilan wanita tersebut terlampau sulit untuk diterima oleh para manusia.


"akhirnya aku menemukan mu, endymion. Sudah lama aku ingin melepas rindu ku padamu semenjak kau tiba-tiba menghilang dari tempat itu" wanita itu berkata sambil mendekatkan wajahnya semakin dekat kearahku sampai hidung kami bersentuhan saking dekatnya.


"semenjak kau menghilang aku jadi bersedih hati. Tiap hari, tiada saat tanpa aku memikirkan dirimu yang kukira engkau telah mati" Air mata mulai menetes dari matanya ketika dia menceritakan kesedihannya begitu mendalam karena kehilangan diriku. 'apa kita pernah bertemu sebelumnya?' batin ku bertanya.


"tapi sekarang aku tahu kau masih hidup & baik-baik saja. Hatiku benar-benar senang ketika mengetahuinya. Ohh sungguh ku sangat senang" sambung wanita itu sambil tersenyum senang dengan air mata yang masih menetes dari matanya membuat ku jadi iba melihatnya. Wanita itu menangis untuk beberapa saat sebelum dia mulai melanjutkan kata-katanya.


"mengenai tentang dunia lain atau dunia paralel itu memang benar nya, sayangku!" kata-katanya barusan membuat ku terkaget sekaligus menjadi titik terang dari yang selama ini ku teliti. Lalu, panggilan "sayang" itu?


Sebenarnya, alasan aku meneliti tentang dunia paralel adalah karena ingin mengungkap asal usul diriku ini. Aku merasa bahwa diriku ini seperti bukan dari "tempat" ini, maksud nya adalah aku seperti bukan dari "Welt" yang menampung Avernia. Selama di avernia, aku mengalami banyak sekali deja vu tentang sesuatu yang sama sekali berbeda dengan tempat ku sekarang namun aneh nya itu masih dari sudut pandang & kesadaran ku sendiri.


Lalu mengenai wanita ini? Dalam suatu patahan ingatan yang tiba-tiba muncul dikepalaku(yang entah darimana datangnya), dia selalu datang menemuiku yang dalam keadaan terbaring tidur disuatu tempat mirip gua.


Dia menghujani diriku dengan ciuman-ciuman yang dimilikinya itu yang membuatku malunya bukan main. Setelah itu, ia ikut tidur bersamaku di tempat tersebut. Aku jadi penasaran apakah itu adalah ingatanku di tempat lain nan jauh?


"kita akan bertemu lagi, endymion ku tercinta" wanita tersebut mengalungkan kedua lengannya ke leher milikku & tiba-tiba saja menciumku tepat dibibir! Mataku melebar saat itu ketika merasakan sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya.


Lalu setelah nya, semua yang aku lihat tiba-tiba lenyap begitu saja.


Kedua mataku terbuka dengan perlahan, guna memfokus kan pandanganku. Apa yang tadi kumimpikan benar-benar nyata seperti bukan sebuah mimpi. Apalagi saat diriku dicium tepat dibibir membuat perasaanku melayang-layang. Mengalihkan pandanganku ke jam dinding yang sekarang pukul 04.45 subuh. Menghela nafas sejenak, aku beranjak dari kursi tempat ku tidur didalam ruangan penelitanku.


Aku tertidur diruangan penelitianku sekali lagi. Seketika pandangan kedua mata tertuju pada alat ciptaan ku. Sebua kubus persegi enam dengan setiap sisi nya terdapat energi yang ku alirkan dalam diriku ini. Secara tiba-tiba sebuah bohlam muncul dikepalaku, "hei kurasa itu sangat bagus untuk dicoba" wanita bersayap putih yang muncul di dalam mimpiku tadi langsung jadi inspirasiku untuk alat ciptaan ku ini.


"Jika aku memfokuskannya di titik dibelakang diriku, itu bisa tercipta sesuatu yang bisa menembus penghalang itu" kata-kata optimisme terlontar dengan mulusnya, yakin jika ide ku ini pasti akan berhasil.


"huuhh sebentar, kenapa aku seperti terhubung dengan wanita misterius itu" kata ku heran sembari menatap 2 bulan milik avios yang sekarang ini memasuki purnama melalui jendela ruanganku. Sudah ke-4 kalinya aku bermimpi seperti tadi di bulan purnama. 'apakah mungkin ini adalah sebuah pertanda?' kataku dalam benak berusaha menebak kemungkinan yang akan terjadi nantinya.


Dengan semangat, aku langsung melaksanakan ide yang barusan tercipta di otak. Kubus buatan ku bereaksi ketika kedua tanganku direntangkan kearah nya sembari menstabilkan energi dalam kubus tersebut. Terdapat 6 jenis kemampuan yang terdapat di kubus ini. Diantaranya adalah ruang, waktu, gravitasi, teleportasi, energi, & kekosongan. Jika dikombinasikan dengan benar, maka untuk mendistorsi ruang-waktu bukanlah sebuah hambatan yang berarti lagi.


Sementara itu rekan yang bersebelahan dengannya, benjamin tengah melakukan meditasi diruangannya dengan duduk bersila tepat ditengah ruangan tersebut. Memfokuskan energi yang meluap-luap keluar dari tubuhnya guna mengaktifkan kemampuannya dalam "menjelajah" luas nya "dunia" & lapisan yang lebih tinggi selain lapisan yang ada disekitarnya.