
"asal kau tahu kalau benjamin itu telah-..." belum selesai berkata mulut giordano sudah dibekap oleh susy.
"hehehehe tidak apa jangan dengarkan giordano" susy terlihat tersenyum secara paksa.
"ada apa dengan kalian?"
"sepertinya kalian sedang menyembunyikan sesuatu tapi karena aku cukup sibuk jadi aku tidak peduli."
Susy membawa giordano menjauh dari tempat para ilmuwan merehatkan diri."kau gila ya, bagaimana jadinya kalau yang lainnya tahu?" susy berbicara secara bisik.
"maaf, aku hanya ingin membantumu. Soalnya kau terlihat patah hati."
"terima kasih tapi tak perlu. Jangan sampai skandal benjamin dengan kepala pengawas sampai tersebar diseluruh the organization."
"baiklah. Oh ya apa kau tahu mereka berdua dimana?"
"entahlah aku juga bingung padahal ada yang ingin kubicarakan dengan benjamin" susy menjawab pertanyaan giordano.
Didalam ruangan yang begitu luas, terdapat seseorang sedang duduk ditengah-tengah ruangan itu. Dia adalah seorang perempuan memakai kerudung/jilbab dikepala miliknya. Diatas meja perempuan tersebut terdapat sebuah tulisan "kepala pengawas" dan juga "Jennifer Novack" yang menandakan jabatan sekaligus nama perempuan yang mengundang tatapan mata para lelaki.
"kira-kira dia pergi kemana ya?" perempuan itu bermonolog. Tampak senyum mengembang diwajahnya yang bagi makhluk lain dikategorikan sebagai "cantik". Beranjak dari kursinya dan menatap pemandangan dari bangunan tertinggi di avernia adalah tindakan selanjutnya yang dilakukan perempuan dengan pakaian maroon tersebut.
Gerakan bibirnya seolah hendak mengucapkan sesuatu. "kau cukup berani juga rupanya pergi dari tempat ini setelah berhubungan **** denganku dengan penuh gairah dan cinta...
Benjamin Eustache."
"kenapa kalian berdua menolong kami?" sebuah pertanyaan terlontar.
"memangnya tidak boleh?" x-mart bertanya balik.
"dengar, ini bukanlah urusan kalian berdua jadi segera enyahlah dari sini." salah satu dari mereka mengusir x-mart dan benjamin.
"kau salah. Hal ini telah menjadi urusan kami" perkataan benjamin membuat mereka kaget.
"apa maksudmu?" tanya salah satu dari mereka.
"sebelumnya kami berdua ingin bertanya apakah kalian semua tahu LTU?" x-mart bertanya kepada mereka.
"maksudmu kelompok ******* yang sering membuat onar itu?
"benar, bagaimana kalau kita semua bersatu untuk melawan mereka." x-mart mengajak mereka.
"hahaha bekerjasama? Memang akan semudah itu?" homo deus berpakaian atlet kriket itu menanggapinya.
"memang mudah. Kau ingin itu dipersulit?" x-mart membalasnya yang membuat atlet kriket itu mengerutkan kedua alisnya.
"apa keuntungannya kalau kita bekerjasama?" homo deus lainnya bertanya.
"pertanyaanmu agak aneh. Bukankah dengan begitu pemerintah avernia akan respek terhadap tindakan kita dan membuat undang-undang agar homo deus dan makhluk non-homo tidak lagi mendapat diskriminasi?" kata benjamin.
Perkataan benjamin membuat mereka jadi diam untuk beberapa saat.
"aku setuju."
"ya aku juga."
"sepertinya tidak terlalu buruk."
Nampak beberapa homo deus setuju dengan usulan benjamin & x-mart.
"tapi tunggu dulu. Memang pemerintah avernia akan menyambut dengan tangan terbuka hal itu?" salah seorang homo deus tampak pesimis.
"ancaman LTU sekarang benar-benar membahayakan seluruh permukaan dunia avernia. Lenyapnya hongkong adalah bukti kebrutalan mereka. Kalau kita pikir secara logika sederhana, akan ada wilayah avernia lainnya yang akan musnah selanjutnya" x-mart menjelaskan pemikirannya.
"dan juga, bukankah kalian juga punya masalah dengan LTU?" benjamin bertanya.
"kau tahu darimana?"
"kalau soal LTU kami bersedia, tapi kalau soal bekerjasama dengan pemerintah avernia, kami tidak sudi mau melakukannya" kata salah satu dari mereka.
"selain itu, kita harus mencari tahu tujuan sebenarnya dari LTU itu apa." tukas benjamin.
"aku bersedia bergabung dengan kalian sebab LTU telah menghabisi istri dan teman-temanku di hongkong" tampak seorang homo deus mengeluarkan air mata sambil menangis dengan begitu menyedihkan.
"kawan tenanglah kita pasti akan membalas perbuatan mereka atas apa yang mereka lakukan selama ini" homo deus yang lainnya berusaha menenangkannya.
"konfrontasi antara kami para homo deus dan LTU benar-benar naik belakangan ini. Sering terjadi pertempuran yang menewaskan banyak makhluk yang diakibatkan oleh LTU yang membuat banyak aksi teror dimana-mana."
"itu benar bahkan kami sudah sangat jarang berkonfrontasi dengan pihak pemerintah avernia disebabkan ulah LTU."
"itu dia! Kalau Homo deus dan pemerintah avernia punya musuh yang sama, kalian semua bisa bersatu." x-mart menyusulkan ide yang cukup brilian.
"tapi aku kurang setuju. Pasalnya, pemerintah avernia lah yang selama ini melakukan diskriminasi terhadap homo deus, setengah manusia, hingga ras selain manusia. Mereka bahkan membuat berbagai macam propaganda-propaganda untuk menyudutkan kami, menganggap kami keji dan buruk serta tidak bermoral. Apakah kami bisa menerima itu semua!! Bekerjasama dengan pihak yang selama ini MEMBUAT KAMI SENGSARA!" homo deus berpakaian atlet kriket itu berkata dengan emosional.
"yang pasti pemerintah avernia telah memojokkan kami dirumah kami sendiri." ucap seorang homo deus perempuan menambahkan.
"kau pasti tahu stephen blake kan? Nah itu salah satu contohnya."
"bukan cuma stephen blake saja, tapi jutaan makhluk yang bukan homo sapiens pun juga diperlakukan sama."
"hei aku dengar ras homo juga ada di dunia selain avernia ini" seorang homo deus terlihat penasaran.
"itu benar. Di luasnya angkasa diluar atmosfer avernia terdapat banyak sekali ras-ras yang sangat beragam yang memiliki keunikannya masing-masing." x-mart menjelaskan.
"tahu darimana kau perihal tersebut?" seorang homo deus bertanya penasaran sekaligus heran.
"hehehehe bagaimana bilangnya ya. Ya bisa dibilang aku ini bukanlah sembarang makhluk." x-mart agak kesulitan menjelaskannya.
"spesial ya, aku selalu saja berjumpa dengan orang yang mengaku dirinya itu istimewa dengan alasan yang berbeda-beda tapi intinya sama saja."
"jadi kalian mau?" benjamin bertanya sekali lagi.
"kau tahu kawan. Meski kita bekerjasama sekalipun, itu tidak dapat menutup fakta bahwa pihak-pihak yang bertikai hanya melakukannya demi keuntungan mereka sendiri. Sedangkan orang-orang seperti kita ini hanyalah alat untuk memuluskan tujuan mereka." ucap seorang perempuan homo deus.
"disetiap sejarah diluasnya Totum-Evren memanglah seperti itu. Jika tidak ada kepentingan maka tidak yang namanya perkembangan dalam hal apapun itu." benjamin berucap.
"ah tunggu ada yang datang!" kata seorang homo deus memberitahu.
"siapa yang datang ditengah hutan lebat seperti ini?"
"entahlah tapi mereka sangatlah banyak!" homo deus tersebut tampak begitu panik.
"oh tidak jangan bilang kalau itu mereka" ucap homo deus berpakaian atlet kriket itu.
"mereka siapa yang kau maksud?!"
"SEMUANYA CEPAT MENGHINDAR!!!"
Dari atas langit, meluncurlah sesuatu yang begitu cepat yang mampu membuat x-mart, benjamin, dan para homo deus tercerai berai. Area hutan lebat tak lupa pula ikut kena imbasnya itu terbukti dengan hanya menyisakan area yang didominasi tanah yang rata. Padahal sebelumnya, hutan yang lebat adalah pemandangan awal.
"sialan, apa-apaan ini." x-mart mengumpat.
"kalian semua tidak apa-apa!" ucap geil, salah satu homo deus.
Dari berbagai arah muncul banyak sekali orang berpakaian hitam dengan simbol petir yang menyambar dan torpedo. Mereka adalah...
"LTU!"
Terlihat x-mart dan lainnya berhadapan dengan para LTU. Pertarungan pun tak dapat terhindarkan. Entah apa tujuan LTU menyerang daerah hutan lebat itu, akan tetapi...
"kalian semua mengincar kami?!"