
Disebuah "Tempat" yang begitu indah-yang bahkan mampu membuat banyak makhluk terkagum-kagum karena indahnya "tempat" tersebut tampak sesosok makhluk yang begitu cantik & mempesona tengah duduk ditengah-tengah hamparan tempat itu tampak amat mirip dengan taman bunga jika dilihat, seperti tak memiliki ujung sosok tersebut termenung dibawah terang nya pancaran sinar bulan purnama yang 'mempresentasikan' jati dirinya. Pikirannya melayang Jauh, mengingat banyak kepingan-kepingan memori yang belum lama ini ia alami.
'kau tahu, dewi bulan? bahwa sosok yang begitu kau kasihi & kau cintai itu masih ada' sebuah kalimat yang mampu membuatnya tak bisa berkata apa-apa, yang mampu membuat nya teringat dengan sosok makhluk yang begitu dia cintai. Menutup manik mata nya, kemudian membukanya dengan perlahan. Diri nya tak menyangka, jika sang pujaan hati nya masih ada & belum lah "mati". Kalimat dalam ingatannya tersebut dilontarkan oleh sosok yang mempunyai darah "super" yang tak dapat disangka-sangka sama sekali.
Beberapa waktu lalu, terjadi pertarungan antara dia & "orang" itu-tapi sayang, dia harus kalah & hampir saja terbunuh kalau saja dia tdk ditolong oleh saudara nya. Orang tersebut lantas pergi karena merasa tidak diuntungkan. Sebelum pergi, dia mengucapkan kata-kata yang membuat nya syok berat.
"Apa kau sedang memikirkan hal itu lagi?" sang dewi lantas menoleh ketika ada yang memanggilnya. Dia adalah salah satu saudara nya, Helios.
"begitulah, saudaraku" jawab kecil sang dewi-kembali menatap bulan dengan intens. Helios yang melihat tingkah laku saudari nya hanya bisa menghela nafas kecil, lalu berjalan kearah saudari nya itu sembari juga menatap bulan purnama yang sangat cantik.
"biar ku tebak, pasti kau ingin bertemu dengannya setelah tahu dia masih hidup, begitukan? selene!" tebak helios ke saudari nya itu-selene, yang mendengarnya langsung kaget & menoleh kearah saudara nya.
"bagaimana kau tahu?" kaget selena, jika niat nya untuk bertemu dengan pujaan hati nya bisa diketahui begitu cepat oleh orang lain. Ironis nya, yang mengetahui nya adalah saudara nya sendiri! "ku bisa tahu dari tingkah mu sekarang ini. Kau termenung begitu lama, persis yang kau lakukan dulu waktu kau jatuh cinta dengannya" sebuah jawaban telak helios membuat selene membisu, tak mampu membalas perkataan saudara nya tersebut.
"Dengar selene!" tegas helios ke saudari kembar nya, Kemudian Dia melanjutkan.
"Aku tidak mempersalahkan dirimu mau bertemu 'dengannya' atau tidak, karena aku tahu mau bagaimanapun juga itu semua adalah urusanmu. Dan aku juga tahu kau akan tetap melakukannya meski ku larang". Mata sewarna api bersinar begitu terang dari mata helios, perkataanya dia tunjukkan untuk saudari nya. Helios paham betul perasaan selene kepada makhluk fana yang begitu ia cintai. Apalagi setelah mendengar kabar ia masih hidup, membuat nya senang bukan main.
Tetapi sayang nya dia, endymion(makhluk yang dicintai selene)mempunyai kedekatan dengan sosok makhluk yang mereka lawan waktu itu. Yang mampu memojokkan dia & 2 saudara nya, jikalau mereka tidak bekerjasama, mungkin mereka telah tinggal nama saja.
Menurut informasi yang ia dapat, makhluk yang mereka lawan saat itu bernama "Maelstrom999". Seorang makhluk yang diklasifikasikan sebagai seorang demigod. Bukan sembarang demigod, dia dikatakan(menurut informasi lain) telah banyak menghabisi "deitas" dari berbagai kelompok serta berbagai makhluk level atas lainnya. Masih jadi tanda tanya apa sebenar nya tujuannya itu. Namun salah seorang entitas immortal yang pernah menghadapi nya mengaku dia berkata begini :
"Aku ingin membangkitkan kembali kejayaan ras manusia seperti zaman nenek moyang umat manusia dulu". Kira-kira seperti itulah yang dia katakan, yang Helios asumsikan sebagai tujuan dari makhluk bernama bernama 'Maelstrom999'. Namun dia harus kembali bertanya-tanya.....
siapa sebenarnya dia?
Dari awal aksi nya sampai melawan Diri nya & 2 saudara nya, belum jelas dia itu siapa. Namun, jika dia amati dengan cermat, Helios seperti nya punya sedikit petunjuk tentang diri nya kalau dilihat dari aura, energi, & jenis kekuatan yang dia miliki
'jika dilihat dari energi yang dimiliki nya, ada kemungkinan dia adalah keturunan dari dewa Jenis Sting Gods', batin Helios sembari mengingat berbagai macam jenis makhluk "immortal" yang dia tahu. 'tapi jika benar, dari kelompok sting gods manakah dia?'. Menghela nafas panjang, Helios merasa telah melalu berbagai permasalahan rumit akhir-akhir ini. Yang jelas, dia telah memberi tahu hal ini kepada zeus & para Olympians lainnya
"setelah kejadian waktu itu, kita harus selalu waspada! entah hal mengejutkan apalagi yang akan terjadi. Jadi, selalu bersedia lah", serius helios ke selena yang masih tetap memandang bulan purnama yang bersinar begitu terang.
"setelah kau selesai, pulang lah karena ada yang ingin ku bicarakan dengan mu & juga Eos" tutup Helios sembari melangkah pergi meninggalkan Selene sendirian di tempat itu.
Selene tetap tak bergeming dari tempat nya setelah kepergian saudara kembar nya. Namun, tak tahu kenapa Selene malah mengeluarkan sebuah cairan bening dari mata nya. Terpaan angin membuat rambut sewarna dengan bulan purnama model bergelombang milik nya Terbawa oleh hembusan angin, ditambah gaun berwarna senada dengan rambutnya menambah kesan anggun & megah yang dimiliki sand dewi bulan."Endymion.............
Kamu dimana sekarang? Aku merindukanmu, sayangku!"
Cairan bening semakin merembes dengan deras keluar dari mata indahnya, tak lupa dengan & hatinya yang terus mengucapkan nama 'Endymion' secara terus menerus, berharap sang pujaan hati mendengar panggilannya yang begitu 'memilukan'.
Di 'tempat' yang sangat luas & ramai, bagaikan negara-kota yang sering ditemukan di buku-buku sejarah, tampak seorang pemuda berambut blonde, memakai jaket Berhoodie tengah berjalan disekitar salah satu kawasan tersebut. 'Entah kenapa, aku jadi gelisah begini'. Batin pemuda tersebut, dia merasa aneh hari ini karena tiba-tiba mempunyai perasaan yang kurang enak bagi nya.
Tak lama, sampailah dia disebuah 'kota' yang cukup luas! Dengan berbagai macam teknologi super canggih tersebar begitu luas ditempat tersebut. Mulai dari robot, pembersih jalan, AI pengatur lalu lintas, drone kamera yang berterbangan disana-sini, & masih banyak lagi. Pemuda tersebut, cukup antusias melihat nya apalagi fakta bahwa dia begitu ingin kesini sedari dulu.
Orang-orang yang sedang berlalu lalang dengan berbagai keperluan & kepentingan telah menjadi pemandangan lumrah disini. Oh ya! Tak lupa juga dengan sederet orang-orang yang sedang menguji temuan mereka, hasil kerja keras yang berlarut-larut. Temuan? Kerja keras? Ya karena tempat ini adalah tempat berkumpul nya parah ilmuwan, cendikiawan, filsuf, & orang-orang cerdas & pandai ada semua disini.
Endymion membalikkan badannya, tak jauh ia melihat seseorang memanggil nya. "Benjamin!" singkat endymion ketika melihat teman akrab nya memanggil dirinya.
Pemuda yang memanggil endymion mendekat, kemudian menyapa nya. "hai teman!", sapa Benjamin dengan senyum kecil nya.
"Hai juga", balas Endymion, tak lupa dengan senyum kecil & singkat nya.
"Bagaimana dengan percobaanmu?" apakah berjalan bagus?" tanya benjamin langsung ke inti nya.
"Ya, aku tinggal menyalurkan energi kehidupan ke alat prototype yang telah kubuat, lalu menggunakannya untuk mendistorsi ruang & waktu" jelas endymion menjawab pertanyaan temannya.
Diri nya berniat untuk mengungkap misteri tentang 'dunia lain' & juga 'dunia paralel'. Karena jujur saja, dia sangat penasaran tentang hal tersebut, bahkan jauh sebelum dia menetap disini! Benjamin terdiam, merasa senang temannya juga berhasil menemui titik terang tentang apa yang sedang mereka teliti diri nya juga sedang melakukan penelitian tentang.....
"bagaimana dengan penelitian patafisik yang kau lakukan?"
Ya! Dia sedang meneliti tentang yang nama nya 'patafisik', seperti yang dikatakan endymion.
"Seperti dirimu, aku juga tinggal menguji untuk bisa menembus 'penghalang' yang menghalangi" jawab benjamin dengan antusias.
Sebenarnya, apa yang sedang mereka teliti adalah sebuah hal yang terlarang! Karena dulu ada orang yang juga melakukan hal yang sama, namun berujung tragis dengan tewas nya orang dalam penelitian tersebut. Menyebabkan pihak organisasi yang menaungi mereka, melarang keras penelitian-penelitian yang bisa membahayakan keselamatan para ilmuwan lainnya. Namun, kenapa mereka bisa diizinkan untuk hal yang sudah tentu dilarang?
Sebenarnya mereka juga tidak diperbolehkan untuk melakukannya. Tetapi mereka cukup cerdik, dengan mengatakan bahwa Avernia-"dunia" tempat mereka tinggal, membutuhkan sumber daya baru, demi kelangsungan hidup orang-orang didalamnya. Jelas pihak organisasi mempertimbangkan hal ini dengan sangat serius, disisi lain mereka juga punya impian menyingkap tabir misteri luas nya "Dunia" yang belum terjamah, ditambah endymion & benjamin adalah dua orang yang sangat berbakat.
Tentu saja, mereka bakal diawasi dengan sangat ketat selama seharian penuh dengan beragam kamera pengintai super canggih disepanjang ruangan tempat mereka melakukan uji coba.
"Kalau begitu ayo kita ketempat penelitian" ajak benjamin, mengisyaratkan mereka berdua untuk pergi melanjutkan Pekerjaan mereka.
Menganggukkan kepala, endymion setuju & pergi dengan benjamin.
'endymion'
Menghentikan langkah nya, endymion terdiam karena merasa ada yang memanggilnya.
ada apa endymion?" tanya benjamin ketika endymion tiba-tiba berhenti. Endymion terdiam, merasa bingung dengan suara tersebut. Jantung nya secara mendadak berdetak dengan sangat cepat, keringat tiba-tiba saja keluar dari kedua pelipis, nafas nya menderu dengan cepat.
"hei kawan kau baik-baik saja?!" panik benjamin melihat keadaan endymion
"aku baik-baik saja" Jawab endymion, berusaha menormalkan keadaannya kembali. Memegang kepalanya, dia merasa familiar dengan suara tersebut
'suara ini seperti tidak asing bagiku' batinnya ketika merasa suara tersebut seperti tidak asing bagi nya
Lalu yang jadi pertanyaannya adalah...
Siapakah pemilik suara misterius itu? Dan apa hubungannya dengan endymion?