Aqila Family

Aqila Family
Chapter 28



“Maaf apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Yoona pada Lisa.


“Kenapa kau ingin tahu?” jawab Lisa sinis.


“Ah ... mungkin kau masih belum tahu, tapi aku baru saja diterima  dan bergabung dalam rencana kalian untuk balas dendam, jika kau tak percaya kau bisa menanyakannya langsung pada Lee ... ah maksudku tuan muda mu,” jelas Yoona pada Lisa.


Lisa diam sesaat sambil menatap sorot mata Yoona, ia memastikan bahwa apa yang Yoona katakan adalah sebuah kebenaran, agar tak menjadi masalah.


“Aku tak tahu apa tujuan mu bergabung dengan balas dendam ini, tapi aku sarankan agar kau sebaiknya tidak ikut campur dalam masalah ini, karena aku tak bisa menjamin keselamatan hidup mu, jadi ... lebih baik kau per-“


“Ibuku juga korban dari tindakan presiden Gong, ia meninggal karena ayah tuan muda mu itu menolak perjodohan dengan ibuku,” ucap Yoona memotong perkataan Lisa tegas.


Setelah mendengar perkataan Yoona, Lisa terdiam dan cukup terkejut dengan apa yang Yoona ucapkan padanya, dalam benak Lisa ia tak menyangka bahwa tuannya yaitu ayah Lee Joon pernah dijodohkan sebelum ia bersama ibu Nadien, yaitu ibu kandung Lee Joon.


“Aku juga baru tahu tentang ibuku ini, apa kau kenal dengan menteri kesehatan Korea Selatan sebelum presiden Gong menjabat?” ucap Yoona pada Lisa.


“Apa yang kau maksud itu adalah almarhum ibu Park Hye Jin?” jawab Lisa.


“Benar, dia adalah ibu kandungku,” ucap Yoona pada Lisa yang kembali terdiam karena terkejut mendengar kebenaran itu.


Lisa tiba-tiba teringat sesuatu tentang hal yang pernah dikatakan oleh ibunya Lee Joon padanya, dan itu saat Lisa masih merawat ibu Lee Joon di villa tempat persembunyiannya dulu, Lisa tanpa pikir panjang berkata pada Yoona.


“Aku rasa aku tahu seseorang yang mengetahui suatu hal yang sangat penting bagi ibumu, apa kau mau menemuinya?” ucap Lisa menawarkan Yoona.


“Apa maksudmu?” tanya Yoona penasaran.


“Aku bilang aku tahu seseorang yang mungkin tahu bagaimana masa lalu ibumu sebelum dia meninggal,” jawab Lisa sambil mendekat ke Yoona.


“Apa aku bisa percaya kata-kata mu itu?” ucap Yoona pada Lisa.


Lisa tiba-tiba tersenyum sambil menatap Yoona yang sudah tegang dan penasaran, Lisa pun berbisik pada Yoona sebelum ia pergi meninggalkan Yoona disana.


“Jika kau berubah pikiran, temui aku disini besok siang selagi orang yang aku maksud masih hidup sekarang,” bisik Lisa di telinga Yoona lalu pergi begitu saja meninggalkannya.


Yoona hanya diam setelah mendengar ucapan Lisa padanya, sekarang ia sedang diselimuti oleh rasa penasaran dan bimbang sambil melihat punggung Lisa yang semakin menghilang dari pandangannya.


Malam harinya, di hotel megah dan mewah yang menjadi markas utama Aqila Family, di sebuah ruangan besar dengan meja panjang dan barisan kursinya, nampak di kursi yang paling ujung meja Lee Joon sudah duduk dengan raut wajah masam, dan sesaat kemudian datanglah mereka yang disebut dengan petinggi dan eksekutif keluarga dalam organisasi Aqila Family, disini ternyata para petinggi dan eksekutif adalah orang-orang yang tak terduga sama sekali, tiga kursi yang berseblahan dengan kursi Lee Joon dari sisi kanan diduduki oleh pak Kim (menteri pendidikan Korsel), pak Lim (mantan tangan kanan ayah Lee Joon), dan ibu Kang (mantan tangan kiri ayah Lee Joon). Lalu tiga kursi yang berseblahan dengan kursi Lee Joon dari sisi kiri diduduki oleh pak Song Ji Won (menteri luar negeri Korsel), ibu Kyung Soon (menteri perdagangan Korsel), dan pak Hwang Do (menteri keuangan Korsel). Total dari enam kursi ini adalah tiga petinggi dan tiga eksekutif dalam Aqila Family, dan selebihnya yang menduduki kursi lain adalah para pejabat dengan posisi kepala di bidangnya masing-masing, dua kursi lagi adalah orang yang menjabat sebagai kepala polisi di salah satu provinsi, dan 3 kursi lagi adalah seorang jaksa, pengacara, dan salah satu direktur di rumah sakit terkenal di Korea. Dan ada dua kursi kosong yang menjabat sebagai petinggi dan satunya lagi adalah VVIP yang tidak bisa hadir saat ini, yaitu Miss Viola dan satu lagi adalah sosok yang masih misterius.


“Pertama-tama aku ucapkan terimakasih kepada kalian keluargaku tercinta, dan aku yakin kalian sudah tahu alasan kenapa aku memanggil kalian dengan tiba-tiba seperti ini. Aku akan langsung saja tanpa basa-basi lagi, seperti yang sudah kalian dengar dan lihat bahwa presiden Gong telah resmi terpilih sebagai presiden untuk yang kedua kalinya karena lawannya tiba-tiba mengundurkan diri dengan alasan ia telah tertangkap melakukan korupsi, tapi poinnya bukan disitu.. melainkan pada pidato presiden Gong yang mengatakan bahwa ia akan memindahkan kantor kepresidenan ke wilayah Yongsan dan itu berada di komplek kementerian pertahanan, dan akan menjadikan kantor kepresidenan yang lama kembali ke masyarakat, blue house akan dibuka untuk umum,” jelas Lee Joon kepada petinggi-petinggi dan eksekutif Aqila Family tegas.


“Jika itu benar terjadi, maka rencana yang kita susun selama ini akan menjadi sia-sia saja,” sambung ibu Kang.


“Padahal kita sudah melakukan simulasi untuk menyergap blue house,” sambung pak Lim.


“Apa sampai disini saja?” ucap Lee Joon lesu tak semangat.


Dan disaat semua orang sedang kalang-kabut dengan semua situasi sekarang, pak Kim sempat berpikir untuk memakai jasa VVIP Aqila Family, yang mana VVIP itu adalah seorang yang juga memiliki pengaruh besar di Indonesia, dan tanpa pikir panjang pak Kim memberikan usulannya itu.


“Aku punya sebuah rencana,” ucap pak Kim tiba-tiba.


Semua orang yang sedang kacau dan gelisah seketika menoleh pada pak Kim, begitu pun Lee Joon yang sudah hampir putus asa juga ikut menoleh melihat ke arah pak Kim.


“Tapi ini jauh lebih beresiko dibandingkan rencana kita yang awal, aku takut ini akan memicu perang antar negara di Asia,” ucap pak Kim agak ragu.


“Apa maksudmu? kenapa kita harus sampai membuat peperangan? jangan bilang kau!” ucap pak Lim tertahan.


“Aku berniat meminta bantuan VVIP Aqila Family!” ucap pak Kim tegas dan membuat semua orang yang ada diruangan itu terkejut bukan main.


Lee Joon yang tak tahu apa-apa tentang siapa sosok sebenarnya yang di sebut VVIP itu langsung bertanya pada pak Kim dengan raut wajah agak kesal.


“VVIP? pak Kim, apa kau menyembunyikan sesuatu pada ku? Melihat semua orang yang ada disini terkejut seperti tadi dan hanya aku yang seperti orang bodoh tak tahu apa-apa, aku tanya sekali lagi, apa ... kau menyembunyikan sesuatu pada ku?” tanya Lee Joon dengan wajah serius sambil menggenggam gelas berisi air.


“Aa ... aku hanya ... maksusku aku ...,” jawab pak Kim gagap karena takut melihat Lee Joon yang terlihat sudah sangat marah dan kesal.


“Pak Kim!!” teriak Lee Joon sambil berdiri dan menghempaskan gelas berisi air ke lantai dan pecah berkeping-keping.


Semua orang terlihat semakin tegang dan takut karena mereka belum pernah sama sekali melihat tuan muda mereka marah, ini pertama kalinya mereka melihat Lee Joon marah, dan itu lebih menakutkan dari ayahnya. Tiba-tiba Lee Joon yang telah lepas kendali dan naik pitan itu duduk kembali di kursinya lalu menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


“Hahh ... maaf, maafkan aku ... aku hanya tak bisa mengontrol emosiku sekarang, maafkan aku pak Kim,” ucap Lee Joon merasa tak enak karena sudah berlebihan.


Pak Kim yang tahu dengan karakter Lee Joon sejak dulu pun memaklumi apa yang telah Lee Joon lakukan barusan, ia tak mempermasalahkan hal itu, karena itu juga salahnya sendiri tak memberitahu Lee Joon tentang orang yang menjadi VVIP di Aqila Family.


“Tidak apa-apa tuan, aku juga minta maaf karena tak memberitahu mu tentang VVIP ini, aku akan menjelaskannya dan juga akan memperkenalkan VVIP pada mu tu-“


“Tidak apa-apa, langsung saja ke rencana yang ingin kau katakan tadi,” ucap Lee Joon memotong perkataan pak Kim dengan raut wajah yang sudah berubah tenang.


“Baiklah tuan, seperti yang aku katakan tadi bahwa rencana ini akan lebih beresiko dari rencana kita yang sebelumnya, karena kita akan melibatkan VVIP dalam rencana ini, aku juga terpaksa memilih rencana beresiko ini karena kita tahu sendiri bahwa presiden Gong sudah resmi menjadi presiden terpilih untuk kedua kalinya, tentu saja itu membuat ia lebih kuat dari sebelumnya. Tapi, sejak aku menjabat menjadi menteri pedidikan Korsel, alih-alih untuk mencari informasi tentang presiden Gong, ternyata banyak juga dari beberapa menteri yang menjadi kaki tangannya, dan tiga diantara mereka adalah pak Kwon Tae Jung (kepala BIN Korsel), pak Seo Dae Young (menteri pertahanan Korsel), dan terakhir pak Choi Young Do (perdana menteri Korsel),” ucap pak Kim yang membuat semua orang terkejut.


“Ternyata kaki tangannya juga orang seperti kita, betul apa yang dibilang oleh pak Kim, kita bisa saja bertemu lawan dari pihak militer seperti pasukan khusus karena ada menteri pertahanan dan kepala BIN yang mendukung presiden Gong,” ucap pak Song Ji Won (menteri luar negeri Korsel).


“Bagaimana cara kita mengurus mereka? yang aku khawatirkan adalah pak Choi perdana menterinya, dia selalu berada didekat presiden Gong, bahkan aku sampai menyangka dua tua bangka itu buang air pun bersama,” sambung ibu Kyung Soon (menteri perdagangan Korsel).


“Jika ini tentang uang, mungkin aku bisa membantu dengan itu, tapi ini cukup rumit,” saut pak Hwang Do (menteri keuangan Korsel).


“Kalian tidak perlu mengkhawairkan itu, aku sudah merencakannya dengan matang dan rapi, pertama kita akan buat suatu pertemuan para pemimpin negara yang ada di Asia untuk menghadiri pertemuan itu, dan pertemuan itu akan kita buat di Singapura, dan itu melibatkan semua menteri yang ada disetiap negara di Asia ini, disana kita akan bersiap di tiga pos, pos pertama adalah ditempat pertemuan itu, dan tugas pos pertama adalah untuk menculik presiden Gong dan membawanya ke laut dan kita akan mengeksekusinya di tengah laut, sedangkan tugas dari pos dua adalah melakukan pengawalan selama dalam perjalanan menuju dermaga, dan pos tiga bertugas stand by di kapal yang ada di dermaga menunggu kedua pos sampai membawa presiden Gong,” jelas pak Kim dengan panjang lebar.


“Bagaimana dengan orang-orang yang ada dipertemuan itu? bukankah itu akan membahayakan pemimpin dari negara-negara lain yang hadir,” tanya ibu Kang pada pak Kim.


“Sudahlah ... mari kita percayakan pada pak Kim, karena ini memanglah keahliannya sebagai mantan pengatur strategi di pasukan khusus Korea Selatan,” ucap pak Lim pada ibu Kang.


Mendengar perkataan pak Lim yang mengatakan bahwa pak Kim adalah mantan dari pengatur strategi di pasukan khusus, Lee Joon menoleh ke arah pak Kim seraya berkata.


“Aiish ... dasar bekas dosen pembohong, aku rasa kau masih punya segudang rahasia lagi yang belum kau katakan padaku,” ucap Lee Joon pada pak Kim  dengan wajah datar.


“Aku akan jelaskan itu nanti tuan muda, maaf soal itu,” ucap pak Kim menanggapi Lee Joon dengan tergesa-gesa.


“Bisakah kau melanjutkan sampai dimana kita tadi,” ucap pak Hwang Do pada pak Kim.


“Ah maaf, kalau untuk orang-orang yang ada dipertemuan itu akan diurus oleh anak buah VVIP,” ucap pak Kim pada semua orang.


“Lalu apa yang dilakukan oleh VVIP? aku masih tidak tahu apa perannya dalam rencana kita ini, karena orang-orang kita sudah mendapatkan peran mereka masing-masing di pos masing-masing,” ucap Lee Joon bertanya pada pak Kim.