Aqila Family

Aqila Family
Chapter 26



Ternyata yang menghubungi Lee Joon adalah ibu Kang yang sedari tadi mencemaskan Yoona. Lee Joon pun menjelaskan kabar Yoona pada ibu Kang bahwa Yoona kini ada bersamanya, dan Lee Joon juga memberitahu ibu Kang agar tak mengkhawatirkan Yoona lagi, karena badai sudah lewat.


“Baiklah tuan muda, aku sangat berterimakasih padamu tuan, tolong jaga Yoona,” ucap ibu Kang dari teleponya.


“Tidak perlu berterimakasih, dia hanya demam dan aku akan menjaganya untuk sementara waktu hingga dia bugar kembali,” ucap Lee Joon menjawab ibu Kang.


“Baiklah tuan muda, kalau begitu saya tutup dulu teleponnya,” ucap ibu Kang.


“Iya ibu Kang,” sambung Lee Joon.


“Ttuuut.. ttuuut ...,” bunyi panggilan telepon berakhir.


Setelah telepon itu berakhir, Lee Joon pun bergegas menuju kamar tempat Yoona dirawat, dan setibanya Lee Joon dikamar Yoona, ia mendapati bahwa Yoona sudah siuman dan sedang berbincang dengan dokter yang memeriksanya. Lee Joon yang tadinya cemas dan khawatir seketika merasa tenang dan lega ketika melihat Yoona yang sudah siuman.


“Bagaimana keadaanya dok?” tanya Lee Joon pada dokter yang memeriksa Yoona.


“Ah apa anda walinya?” tanya dokter tersebut pada Lee Joon.


Mendengar pertanyaan dari dokter tersebut, Lee Joon sempat terdiam sesaat kerena tak tahu harus menjawab apa, dan akhirnya Lee Joon menjawab tanpa pikir panjang.


“Saya ... saya pacarnya dok,” jawab Lee Joon agak kaku.


Mendengar jawaban Lee Joon sontak Yoona dan eksekutif hotel yang juga ada dikamar itu tak percaya dan dengan spontan berkata bersamaan.


“Apa?!! pa ... pacar?” ucap Yoona dan eksekutif hotel secara bersamaan tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


“Begitu rupanya, sebenarnya kondisi ibu Park tidak terlalu serius, ia hanya mengalami demam biasa dan harus beristirahat yang cukup,” sambung dokter pada Lee Joon.


20 menit kemudian, dokter yang memeriksa Yoona pun pergi meninggalkan mereka bersama eksekutif hotel, dan sekarang hanya tinggal mereka berdua saja di kamar itu. Lee Joon terlihat tak tahu harus mengatakan apa tentang apa yang sudah ia katakan barusan pada dokter, dan begitupun dengan Yoona yang juga selalu memalingkan pandangannya dari Lee Joon.


“Aa ... apa ... kau baik-baik saja?” tanya Lee Joon canggung pada Yoona.


“Ii ... iya, aku tidak apa-apa,” ucap Yoona yang juga canggung menjawab Lee Joon.


“Bisakah kau tidak membelakangi ku seperti ini,” ucap Lee Joon pada Yoona dengan wajah datar.


“Aku ... aku hanya lelah dan ingin istirahat saja, bahkan demam ku saja belum turun,” ucap Yoona pada Lee Joon.


Mendengar alasan Yoona yang hanya tak bisa melihatnya, Lee Joon pun menarik bahu Yoona dan sekarang mereka kembali berhadapan, perlahan tangan Lee Joon menyentuh pipi kiri Yoona yang putih mulus itu, dan tangannya pun berhenti tepat dikening Yoona sembari berkata.


“Tidak kok, aku rasa demammu sudah lumayan turun dari pada saat kita kesini tadi,” ucap Lee Joon memeriksa demamnya Yoona.


“Kenapa muka mu tiba-tiba memerah, apa demam mu naik lagi?” ucap Lee Joon sembari menaruh telapak tangannya dikening Yoona.


Yoona seketika langsung memalingkan wajahnya dari Lee Joon dan bersembunyi didalam selimutnya, Lee Joon bingung dengan tingkah laku Yoona yang tiba-tiba aneh begitu.


“Hei? kau kenapa? apa sakitnya lebih parah ... apa aku panggil lagi dokter tadi yang memeriksamu,” ucap Lee Joon pada Yoona bingung.


“Ah ... tidak usah, aku sungguh tidak apa-apa, aku Cuma mau istirahat saja,” ucap Yoona kaku menjawab Lee Joon dari dalam selimutnya.


“Ba ... baiklah kalau begitu, beristirahatlah dengan nyaman dan jika kau membutuhkan sesuatu kau tinggal menekan tombol yang ada dimeja itu, aku akan pergi ke kamarku disebelah kamar mu ini, kalau begitu aku pergi dulu,” ucap Lee Joon lalu pergi meninggalkan Yoona dikamar megah dan mewah itu.


Setelah Lee Joon keluar dari kamar Yoona dan menutup pintu kamarnya, Lee Joon berdiri sesaat didepan pintu kamar Yoona dan tiba-tiba ia tersenyum kecil lalu pergi masuk ke kamarnya yang berada tepat disebelah kamarnya Yoona.


Pagi harinya di kampus.


Nampak Lee Joon datang dengan mobilnya seperti biasa, dan pintu mobilnya secara bersamaan terbuka dan betapa terkejutnya semua orang yang ada di kampusnya itu, karena melihat Lee Joon dan Park Yoona keluar dari mobil yang sama. Dan para mahasiswa pun tak menyianyiakan kesempatan itu, mereka mengeluarkan semua ponsel pintar mereka dan merekam Lee Joon dan Park Yoona masuk ke dalam gedung kampus secara bersamaan. Dan setibanya Lee Joon dan Park Yoona di dalam ruangan Lee Joon, mereka telah ditunggu oleh ibu Kang dan pak Lim di ruangan itu.


Melihat Lee Joon dan Yoona keponakannya sendiri masuk kedalam ruangan bersamaan, ibu Kang dengan spontan berlari ke arah Yoona dan memeluknya sembari meminta maaf.


“Maafkan aku Yoona, maafkan aku ... aku tidak bisa menjadi pengganti kakak ku untuk mu, maaf karena sudah menampar mu, aku memang tidak berguna ...,” ucap ibu Kang dengan linangan air mata.


“Seharusnya aku yang minta maaf padamu, kau tidaklah salah ... Lee Joon sudah menceritakan semuanya padaku, jadi kau tidak perlu khawatir lagi soal apapun, aku juga akan berusaha menerima keadaan sekarang walaupun aku masih belum terbiasa,” ucap Yoona menjawab ibu Kang.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Yoona, membuat ibu Kang tenang dan bersyukur karena sepertinya Yoona sudah mulai mencoba menerima kenyataan.


“Aku sungguh khawatir padamu sejak kemarin, karena kamu tidak mengangkat semua panggilanku,” ucap ibu Kang sambil melepaskan pelukannya dan menatap Yoona.


“Aku benar-benar minta maaf soal itu, aku terlalu terkejut mendengar kenyataan yang sebenarnya saat kalian menjelaskan padaku, jadi aku bertindak sesuka ku dan malah membuat masalah untuk kalian, tapi aku punya satu permintaan pada kalian semua,” ucap Yoona dengan tatapan penuh percaya diri.


“Apa itu? katakan saja apa yang kau inginkan padaku,” sambung ibu Kang menanggapi perkataan Yoona.


“Tolong ijinkan aku bergabung dengan kalian, aku juga ingin membalaskan kematian ibuku pada musuh kalian saat ini,” tegas Yoona dengan penuh yakin dan percaya diri.


Mendengar permintaan Yoona yang tak tahu seberapa bahayanya itu, ibu Kang langsung membantahnya karena tak setuju dengan permintaan Yoona.


“Apa? jangan bilang kau mau-“


“Iya ... aku  juga sudah mengatakannya pada Lee Joon, aku juga tahu konsekuensinya bisa saja menghilangkan nyawaku kapan pun, tapi ini demi ibuku juga ... aku ingin membalas orang yang telah membuat kita semua menderita, jadi aku mohon jangan melarangku untuk bergabung dengan kalian,” ucap Yoona pada Ibu Kang.