
Di Indonesia, jam 14.32 Wib tepatnya disebuah hotel megah.
Lee Joon baru sampai dari Korea dan hendak beristirahat di salah satu kamar disebuah hotel megah, ia pun masuk ke kamarnya dan menaruh semua barang bawaannya yang dibawa oleh salah satu pegawai hotel tersebut.
“Selamat beristirahat tuan, jika anda membutuhkan sesuatu tolong beritahu kami dari telepon yang ada kamar tuan,” ucap pegawai hotel itu pada Lee Joon.
“Ah ... terimakasih,” ucap Lee Joon menjawab pegawai hotel itu.
Pegawai hotel itu pun pergi, sekarang hanya tinggal Lee Joon sendiri di kamar VVIP itu. Tiba-tiba teleponnya berdering, Lee Joon pun menerima sebuah panggilan dari seseorang yang meneleponnya.
“Halo,” ucap Lee Joon.
“Kenapa kamu tidak bilang akan datang ke Indonesia?” bunyi seorang wanita dari telepon Lee Joon.
“Memangnya kenapa, apa aku tidak boleh datang ke kampung halamanku sendiri,” ucap Lee Joon menjawab seorang wanita yang menelponnnya.
“Aku tahu kenapa kau datang ke Indonesia, kau dimana? ibu akan menjelaskan semuanya padamu nanti, sekarang Ibu masih sibuk,” ucap wanita yang menelepon Lee Joon yang tak lain adalah ibunya sendiri.
“Baiklah,” ucap Lee Joon singkat dan mematikan panggilan teleponnya.
Lee Joon sekarang hanya bisa menunggu di hotel tempat ia beristirahat sekarang, ia sedikit kesal dengan ibunya yang baru saja sembuh setahun yang lalu, itu adalah sebuah keajaiban baginya, karena bagaimana mungkin seorang wanita yang sudah hampir berusia 50 tahun yang sekarat akibat terkena racun dulu, sembuh hanya dalam satu tahun.
Malam pun tiba, Lee Joon tengah menonton televisi dikamarnya sambil meneguk sekaleng soda. Tak lama kemudian ia mendengar suara ketukan pintu dari pintu kamarnya tersebut, ia pun pergi menuju pintu dan membukanya.
“Miss Viola? dimana ibu?” tanya Lee Joon setelah membuka pintu yang ternyata diketuk oleh Miss Viola.
“Maaf tuan muda, sepertinya nyonya tidak bisa bertemu dengan tuan muda disini, karena itu beliau menyuruh saya untuk menjemput anda,” ucap Miss Viola pada Lee Joon.
“Baiklah kalau begitu, aku akan bersiap-siap dulu,” ucap Lee Joon pada Miss Viola.
30 menit kemudian, disebuah halaman parkir rumah sakit megah dan besar.
Lee Joon dan Miss Viola keluar dari mobil mereka. Lee Joon heran dengan ibunya yang memilih untuk bertemu dengan anaknya disebuah rumah sakit, ia tahu bahwa ibunya sudah menjadi salah satu menteri di Indonesia yaitu menteri kesehatan, tapi Lee Joon tetap merasa heran dan penasaran kenapa ibunya harus memilih rumah sakit.
“Rumah sakit Mitra Family Group?” ucap Lee Joon membaca nama rumah sakit yang ia datangi.
“Nyonya sudah menunggu kita di dalam tuan, silahkan ikuti saya,” ucap Miss Viola pada Lee Joon.
Lee Joon pun mengikuti Miss Viola masuk ke dalam rumah sakit megah itu, dan betapa terkejutnya Lee Joon ketika ia dan Miss Viola baru saja membuka pintu utama dari rumah sakit itu, mereka langsung disambut oleh para eksekutif dan semua staff pegawai yang ada dirumah sakit megah itu.
“Selamat datang tuan muda!” ucap semua orang sambil menundukkan kepala mereka menyambut kedatangan Lee Joon.
Setelah semua kehebohan itu, Lee Joon dan Miss Viola berjalan menuju ruangan VVIP rumah sakit itu, dan dalam perjalanan mereka menuju ruangan itu, Lee Joon tiba-tiba bertanya pada Miss Viola.
“Seharusnya aku menanyakan langsung soal ini pada ibuku, tapi rasa penasaranku tak terbendung lagi, jadi-“
“Sabarlah tuan muda, kita akan sampai sebentar lagi,” ucap Miss Viola memotong perkataan Lee Joon.
“Kenapa? apa kamu tidak bisa menjawab dan memberitahukannya padaku?” tanya Lee Joon pada Miss Viola.
“Bukan begitu tuan muda, aku merasa itu bukanlah wewenang dan hak ku untuk menjawab dan memberitahu mu walaupun aku tahu semuanya,” ucap Miss Viola pada Lee Joon.
Lee Joon diam saja setelah mendengar ucapan Miss Viola. Dan sekarang mereka pun telah sampai di depan pintu kamar VVIP rumah sakit itu. Miss Viola pun membukakan pintu itu untuk Lee Joon dan mempersilahkan Lee Joon untuk masuk.
“Silahkan tuan muda,” ucap Miss Viola sambil membukakan pintu kamar itu dan mempersilahkan Lee Joon untuk masuk kesana.
Lee Joon pun masuk dan melihat ibunya sudah duduk di sofa dekat tempat tidur pasien, lalu Lee Joon pun menghampiri ibunya, saat ia semakin dekat dengan ibunya, perlahan wajah orang yang terbaring di atas tempar tidur pasien itu pun semakin terlihat. Dan ketika Lee Joon tepat berada disebelah ibunya itu, ia sangat terkejut serta bingung dengan apa yang ia lihat itu, orang yang terbaring di atas tempat tidur pasien itu ternyata adalah kakeknya sendiri.
“Apa yang terjadi dengan kakek bu?” tanya Lee Joon pada ibunya.
Ibunya hanya diam menatap ke arah kakeknya tanpa menoleh ke arah Lee Joon.
“Ibu kenapa kau diam saja, tolong beritahu aku apa yang telah terjadi selama aku berada di Korea,” ucap Lee Joon pada ibunya setelah melihat keadaan kakeknya yang sekarat.
“Tenanglah, ibu akan memberitahu mu semuanya, dan ibu minta maaf karena tidak memberitahu mu sejak awal,” ucap ibunya Lee Joon dengan tatapan serius pada anaknya.
Lee Joon pun duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa ibunya, dan dengan tanpa basa-basi ibunya pun memulai penjelasannya serta menjelaskan semua yang telah terjadi selama Lee Joon anak semata wayangnya itu berada di Korea.
“Ibu akan langsung pada poinnya, sebenarnya usia kakek sudah tidak lama lagi,” ucap ibunya dengan nada berat pada Lee Joon.
Lee Joon tersentak dengan apa yang dikatakan oleh ibunya, ia tak menyangka bahwa keadaan kakeknya begitu parah seperti sekarang, bahkan saat Lee Joon pergi kembali ke Korea dua tahun yang lalu, kakeknya masih begitu sehat dan terlihat seperti biasanya.
“Apa yang terjadi dengan kakek? bukankah saat terkahir kali kami bertemu kakek masih sehat dan baik-baik saja seperti biasanya,” ucap Lee Joon pada ibunya.
“Ini semua karena mereka sudah tahu bahwa dalang dibalik peristiwa saat ayahmu dikhianati dulu telah diketahui oleh mereka,” ucap ibu Lee Joon dengan raut wajah yang berubah menjadi kesal dan marah.
“Mereka siapa yang ibu maksud?” tanya Lee Joon pada ibunya dengan berat.
“Musuh utama ayahmu, dan dalang yang membuat ayahmu dikhianati 15 tahun yang lalu, adalah orang kakekmu sendiri,” ucap ibu Lee Joon pada Lee Joon sambil menahan air matanya yang hampir jatuh.
“Kakek?” ucap Lee Joon bingung tak percaya.