
Mendengar itu, ibu Kang menoleh pada Lee Joon dan seolah mengisyaratkan pada Lee Joon agar tak melibatkan Yoona dalam peperangan ini, namun hal yang tak diharapkan oleh ibu Kang malah disetujui oleh Lee Joon.
“Tuan muda?” ucap ibu Kang pada Lee Joon.
“Aku juga sudah melarangnya ibu Kang, tapi aku rasa aku lebih mengenalnya dari siapapun, dan aku tahu jika dia sudah berkata akan melakukan sesuatu, maka tidak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya,” ucap Lee Joon pada ibu Kang.
“Jika benar begitu, aku ingin bertanya satu padamu ibu Park,” saut pak Lim yang duduk disofa sambil meminum tehnya.
“Iya pak Lim?” jawab Yoona.
“Kenapa harus kami?” tanya pak Lim pada Yoona.
“Apa? apa yang bapak maksud?” tanya Yoona bingung tak mengerti dengan pertanyaan pak Lim.
“Aku bilang ... kenapa harus kami yang kau pilih sebagai sekutumu untuk balas dendam, padahal kau tahu kami ini bukanlah orang alim, kenapa kau tidak melaporkannya pada polisi saja atau mencari pengacara untuk mengungkit tentang kematian ibumu,” ucap pak Lim dengan tatapan serius pada Yoona.
Mendengar perkataan pak Lim, ibu Kang merasa tak enak pada Yoona keponaannya itu, karena ia merasa pak Lim terlalu menekannya tanpa tujuan yang jelas, sedangkan Lee Joon hanya diam berdiri disamping Yoona mendengarkan.
“Kenapa harus kalian ... itu karena ... itu karena aku tahu siapa musuh yang kita lawan, dan aku juga tahu bahwa musuh kita adalah raja yang mempunyai banyak prajurit berzirah keadilan, dan merka juga yang memegang setirnya sekarang. Maka aku harus mencari orang yang tak bisa di ikat oleh hukum apapun, dan itu adalah kalian ... kelompok mafia terbesar dan paling disegani se-Asia, yaitu Aqila Family!” ucap Yoona tegas mengatakan alasannya pada pak Lim.
“Tapi kau tahukan cara kerja mafia, mereka tak akan bekerja atau membantumu jika tidak ada untungnya untuk mereka, bisa dibilang jika bayarannya tak setimpal dengan apa yang kami lakukan untuk mu, maka kamu sendiri yang harus bertanggung jawab, bahkan mereka tak segan mengambil isi tubuh mu jika mereka tak puas dengan bayarannya, apa kamu faham akan hal itu?” ucap pak Lim pada Yoona.
“Pak Lim apa maksudmu dengan ini? aku tidak setuju dengan mu jika kita menolak untuk membantu Yoona, padahal masalahnya juga erat kaitannya dengan masalah kita, jadi kenapa kau berka-“
“Aku juga setuju dengan pak Lim,” ucap Lee Joon memotong perkataan ibu Kang.
“Tapi taun muda?” sambung ibu Kang tak percaya.
“Bagaimana? apa kau bisa membayarnya?” tanya pak Lim pada Yoona.
“Aku belum tahu akan membayarnya dengan apa, tapi aku pastikan bahwa aku selalu menepati janjiku,” ucap Yoona menjawab pak Lim.
“Bagaimana menurut mu tuan muda?” ucap pak Lim sembari menoleh pada Lee Joon.
“Kita semua sudah mendengarnya, jadi tidak ada lagi yang perlu kita pertanyaakan lagi,” ucap Lee Joon tegas.
“Kalau begitu ibu Park, aku ucapkan selamat bergabung dengan kami,” ucap pak Lim berdiri menghampiri Yoona dan menyodorkan tanganya pada Yoona untuk bersalaman.
“Terimakasih pak Lim,” ucap Yoona sembari menyambut dan menerima salam tangan dari pak Lim.
Tiba-tiba Lisa datang dengan nafas yang terhengah-hengah, wajahnya seperti sudah melihat hantu saja, pak Lim yang melihat Lisa terhengah-hengah itu pun bingung dan terkejut lalu bertanya pada Lisa.
“Ada apa? kenapa kau terhengah-hengah?” tanya pak Lim pada Lisa.
“Ka ... kalian harus menonton tv sekarang,” ucap Lisa masih mengatur pernafasannya.
Lee Joon yang mendengar perkataan Lisa seketika khawatir dan langsung mengambil remot tv dan menyalakannya, dan ternyata apa yang dikatakan oleh Lisa sangat membuat semua orang yang ada di ruangan Lee Joon tersebut terkejut, karena didalam tv tersebut sebuah berita yang sedang menayangkan bahwa kakek Lee Joon ataupun presiden Goong sudah sah terpilih menjadi presiden kedua kalinya, karena lawannya dalam pilpres kali ini telah mengundurkan diri sebagai calon presiden akibat terungkapnya kasus korupsi yang dilakukannya selama bertahun-tahun, karena bakal calon presiden tahun ini hanya dua orang yang maju, maka dengan mundurnya lawan dari presiden Gong di pilpres secara otomatis presiden Gong menjadi calon tunggal dan menang sebelum berperang, dan saat ini lawan dari pak Gong sedang di selidiki di kantor kejaksaan.
“Wahh ... ini memang mengejutkan, tapi apa ini alasan kamu sampai terhengah-hengah Lisa?” tanya pak Lim setelah melihat berita itu.
“Bukan, bukan itu saja ... kalian harus melihat setelah ini,” ucap Lisa pada pak Lim.
Dan benar apa yang dikatakan oleh Lisa, sesaat setelah berita tentang mundurnya lawan presiden Gong dari pilpres, sekarang muncul berita yang membuat Lee Joon naik pitan. Dan dalam berita tersebut mengatakan bahwa presiden terpilih untuk yang kedua kalinya yaitu Gong Jihoon berencana memindahkan kantor kepresidenan ke wilayah Yongsan pusat kota Seoul yang berada dalam kompleks kementerian pertahanan.
Lee Joon yang mendengar berita itu seketika naik pitan dan melempar remot tv ke lantai hingga hancur berkeping-keping, begitu pun dengan pak Lim yang ikut-ikutan menedang meja yang ada didekatnya. Melihat kemarahan Lee Joon tiba-tiba, Yoona yang tak mengerti apa yang sedang terjadi dengan polosnya bertanya.
“Kenapa? apa yang terjadi?” tanya Yoona dengan nada pelan karena takut setelah melihat reaksi Lee Joon dan pak Lim.
“Kenapa jadi begini?!” gumam Lee Joon tanpa mempedulikan pertanyaan Yoona.
“Aku juga tak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh presiden Gong, tapi jika benar ia akan memindahkan kantor kepresidenan ke wilayah Yongsan, bukankah disana kompleks kementerian pertahanan? maka akan sulit bagi kita untuk menjalakan rencana yang selama ini kita siapkan,” ucap Lisa dengan wajah kesal.
“Ibu Kang! pak Lim! cepat kumpulkan semua keluarga baik petinggi dan para eksekutif Aqila Family di hotel kita,” perintah Lee Joon dengan wajah masam dan tatapan mata yang tajam menyimpan amarah.
“Baik tuan, saya akan menghubungi para petinggi,” saut pak Lim.
“Biar saya yang menghubungi para eksekutif,” sambung ibu Kang.
Lee Joon dan dua orang kepercayaannya itu pun pergi menuju hotel milik mereka itu, namun saat hendak pergi langkah Lee Joon di jegat oleh Yoona.
“Aku juga ikut,” ucap Yoona cemas pada Lee Joon.
“Tidak perlu, kau tungggu disini bersama Lisa, kami akan cepat kembali,” ucap Lee Joon pada Yoona dan pergi meninggalkanya bersama Lisa diruangannya.
Lee Joon, pak Lim, dan ibu Kang pun pergi menuju hotel tempat dimana Lee Joon membawa Yoona ketika ia demam, dan perlu kita tahu bahwa semua anggota Aqila Family sekarang baik dari petinggi seperti pak Kim, ibu Kang serta pak Lim sampai ke anggota biasa dibawah mereka sebenarnya adalah mantan kriminal dan pasukan khusus yang diberhentikan karena kasus mereka masing-masing dari kemiliteran. Dan sekarang mereka semua telah menjadi keluarga dibawah naungan Aqila Family yang di kepalai oleh Lee Joon.M yaitu cucu dari pemimpin pertama sekaligus alasan Aqila Family terbentuk, mafia paling disegani dan ditakuti hampir di setiap bagian dunia dengan mendirikan markas utama di benua Asia, dialah kakek kandung Lee Joon. M yaitu Abdul Muthalib.
Disisi lain, tepatnya didalam ruangan Lee Joon di kampus, hanya tinggal Yoona dan Lisa disana, Yoona yang bingung dan khawatir pada Lee Joon pun bertanya pada Lisa tentang apa sebenarnya yang terjadi, ia sangat mencemaskan Lee Joon.