Aqila Family

Aqila Family
Chapter 11



Malam harinya, didalam mobil Lee Joon, dalam perjalanan mereka ke menara Seoul. Park Yoona tengah tertidur dikursi belakang mobil Lee Joon bersama Lee Joon, sedangkan pak Lim menyetir didepan.


Sesaat Lee Joon menatap wajah Yoona yang tengah tertidur pulas disebelahnya, ia tak menyangka gadis tomboy dan cerewet itu sekarang telah menjadi seorang dosen dikampusnya dulu, bahkan ia bertambah cantik dan banyak yang berubah darinya.


“Aku tak menyangka orang yang pertama aku temui sejak datang lagi ke Korea adalah dia, bedanya hanya cara kami bertemu, dulu kami bertemu karena saling bertabrakan dilorong kampus, sekarang kami bertemu dengan status rektor dan dosen, aku tidak ingin kau terlibat dalam balas dendamku, Park Yoona,” gumam Lee Joon dalam hatinya sembari menatap Yoona yang tertidur pulas tepat disebelahnya.


Tak lama kemudian mereka sampai di menara Seoul, Lee Joon pun membangunkan Park Yoona dari tidurnya, Yoona bangun dari tidurnya dan melihat dia sudah berada diatas punggung seseorang yang tengah menggendongnya, sontak Park Yoona pun berteriak dan menggeliat diatas punggung  orang yang menggendongnya itu.


“Aakkh!! turunkan aku! aku bilang turunkan aku!!” bentak Yoona sambil memukul-mukul punggung seorang pria yang mengendongnya itu.


Karena Yoona bergerak-gerak diatas punggungnya, pria itupun melepaskan Yoona dengan sengaja dan disaat Yoona sudah lepas, ia terpelesat dan tak sengaja menarik kerah baju pria yang menggendongnya itu, karena sama-sama kehilangan keseimbangan, mereka berdua pun jatuh bersama karena tangan Yoona menarik kerah baju pria itu, dan dalam waktu yang seperkian detik akan menyentuh tanah, pria yang jatuh bersama Yoona hendak menutup area belakang kepala Yoona yang akan terhempas ke tanah, namun bukannya menyelamatkan bagian belakang kepala Yoona, malah bagian depan kepala Yoona yang terkena musibah.


“Cupp!!”


Seketika mata Yoona membelalak seperti akan meloncat keluar, begitu juga denga pria yang masih diatasnya yang juga membelalakkan mata. Sadar akan bibir mereka telah bertabrakan dan beradu kelembutan, dengan tergesa dan salah tingkah pria yang ada diatas Yoona itu berdiri dan pura-pura membantu Yoona beridiri padahal jiwanya sendiri juga sedang memberontak.


“Kau!! dasar rektor mesum siala*n,” ucap Yoona menyumpahi Lee Joon.


“Wah ... gaya bicaramu tidak berubah sama sekali sejak lima tahun terakhir ini,” saut Lee Joon sok cool.


“Sekarang aku kotor karena kamu, ini semua salah mu dan aku tidak rela ciuman pertamaku itu dengan rektor mesum seperti mu,” ucap Yoona menyakiti harga diri Lee Joon.


“Apa?! bagaimana ini bisa jadi salah ku, padahal kalau kau mudah dibangunkan aku tidak akan menggendong nenek sihir berat seperti mu,” jawab Lee Joon melawan Yoona.


“Apa kau bilang?! padahal kau sengaja mencari kesempatan seperti tadikan, dasar rektor mesum!” ucap Yoona pada Lee Joon.


“Sudahlah ... tapi tunggu sebentar? tadi kau bilang itu adalah ciuman pertamamu kan?” tanya Lee Joon sembari menunjuk kearah Yoona.


Mendengar itu Yoona sontak salah tingkah bercampur malu, ia kecoplosan mengatakan itu pada Lee Joon.


“Ti ... tidak, aku rasa kau salah dengar,” ucap Yoona dengan gagap.


“Apa? Jadi benar itu adalah ciuman pertama mu? Haha ... ini sangat lucu, haha ...,” ucap Lee Joon dan menertawai Yoona.


“Diam kau! rektor mesum!” ucap Yoona mengejek Lee Joon.


Raut wajah Lee Joon tiba-tiba berubah ketika mendengar kata “rektor mesum” dari mulut Yoona, dan berbicara serius pada Yoona yang tak menanggapinya serius, malah ia tambah mengejek Lee Joon.


“Rektor mesum!” ledek Yoona mengatai Lee Joon.


“Diam kau nenek sihir sial*n,” ucap Lee Joon kesal.


“Coba saja kau tangkap aku pak rektor mesum, haha,” ejek Yoona dan berlari-lari dari kejaran Lee Joon yang kesal.


Sedangkan disisi lain, dari kejauhan nampak pak Lim yang berdiri didepan mobil tengah meperhatikan kedua orang dewasa yang sedang bermain seperti anak-anak didepannya itu.


20 menit kemudian.


Setelah kejaran-kejaran yang tidak berfaedah tadi, Lee Joon dan Park Yoona tengah duduk disebuah kursi panjang dipinggir taman dekat menara Seoul. Lee Joon memberi Yoona segelas kopi hangat dan mereka pun mengobrol.


“Kopi?” tawar Lee Joon memberikan segelas kopi pada Yoona.


“Terimakasih. Haha,” ucap Yoona dan tertawa kecil.


“Ada apa? apa ada yang lucu? apa kau mengejekku lagi?” tanya Lee Joon pada Yoona penasaran.


“Tidak bukan begitu, aku hanya tidak menyangka bahwa kita bertemu lagi setelah sekian lama, dan parahnya lagi kita tadi seperti anak kecil yang sedang bermain ditaman,” ucap Yoona pada Lee Joon.


“Iya, aku juga tidak menyangkanya. Tapi soal ciuman perta-“


“Jika kau ungkit itu lagi, aku tidak akan menganggap kamu ada didunia ini!” tegas Yoona memotong perkataan Lee Joon.


Lee Joon sempat terdiam dan takut dengan gertak Yoona sebelum melanjutkan obrolan mereka.


“Maaf soal itu, tapi aku tidak percaya bahwa kau adalah seorang dosen dikampus kita dulu,” ucap Lee Joon tanpa menoleh pada Yoona.


“Sebenarnya, aku sendiri pun juga tidak menyangka kalau aku bisa menjadi dosen seperti sekarang, banyak hal yang sudah merubahku seperti sekarang,” ucap Yoona.


“Sebenarnya aku bersyukur bisa bertemu denganmu, aku juga baru sembuh,” saut Lee Joon.


Yoona terkejut mendengarkan perkataan Lee Joon, ia tak menduga manusia berhati kutub utara itu bisa bicara seperti sinar mentari yang menghangatkan.


Tangan Yoona langsung memegang kening Lee Joon memeriksa apakah ada yang salah dengan kepalanya, karena tidak biasanya Yoona mendengar Lee Joon bicara banyak seperti saat ini.


“Apa yang kau lakukan?” ucap Lee Joon sambil melepaskan tangan Yoona dari keningnya.


“Apa benar kamu batu es yang aku kenal dulu? sepertinya tidak statusmu saja yang berubah, dimana batu es yang pernah aku lihat dulu?” ucap Yoona pada Lee Joon.


Mendengar ucapan Yoona yang mengatakan bahwa dirinya telah banyak berubah, itu membuat Lee Joon sedikit malu dan salah tingkah.


“Ehemm ... mungkin itu hanya perasaan mu saja,” ucap Lee Joon kaku.


“Aku tidak akan bertanya apapun mulai sekarang, melihat kamu ceria dan banyak berubah seperti sekarang membuatku lega,” ucap Yoona sambil berdiri dari tempat ia duduk bersama Lee Joon.


“Apa? Kenapa tiba-tiba? apa kau serius?” tanya Lee Joon yang terkejut mendengar ucapan Yoona.


“Tentu saja, karena pak Kim pernah bilang padaku saat kita pertama kali berkumpul dirumahmu dulu, haha ... tidak usah dipikirkan, ayo kita kembali,” ucap Yoona dan pergi begitu saja meninggalkan Lee Joon.


Lee Joon terheran-heran dengan apa yang dikatakan oleh Yoona, apa yang ia maksud dengan pak Kim pernah bilang padanya, dan apa yang dikatakan oleh  pak Kim padanya hingga ia menerima kenyataan aneh ini dengan tertawa seperti ini, apakah pak Kim sudah mengatakan pada Yoona dari dulu tentang siapa Lee Joon dan identitas mereka yang sebenarnya.