
Lee Joon sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan oleh ibu Kang, pak Lim juga terkejut dibagian yang mengatakan bahwa Yoona juga korban dari tindakan kakek Lee Joon yaitu presiden Gong.
“Apa maksudmu ibu Kang? kau sudah membuatku cukup terkejut dengan identitasnya saja, sekarang kau bilang bahwa dia juga korban dari tindakan presiden Gong, apa yang sedang kau sembunyikan dari kami ibu Kang?” ucap pak Lim pada ibu Kang.
“Ibu Kang? maukah kau jujur pada kami?” ucap Lee Joon pada ibu Kang.
Mendengar perkataan Lee Joon, ibu Kang pun memutuskan untuk jujur dan mengatakan semua tentang apa yang telah terjadi pada Park Yoona, keponakan sekaligus anak kandung dari kakaknya sendiri.
“Ini terjadi tepat seminggu sebelum ayah tuan di khianati oleh rekan-rekannya, saat itu adalah hari dimana keluarga tuan dan keluarga saya bertemu untuk menjodohkan ayah tuan dan kakak saya Park Hye Jin,” ucap ibu Kang menjelaskan semuanya.
“Jika bos pernah dijodohkan dengan almarhum ibu Park Hye Jin, apa itu ada kaitannya dengan kenapa bos sampai dikhianati?” saut pak Lim tak menduga hal itu.
“Lalu apa yang terjadi selanjutnya?” tanya Lee Joon penuh rasa penasaran.
“Awalnya semuanya baik-baik saja, tapi ketika kedua orang tua ku dan kakakku bertanya pada ayah tuan, ayah tuan dengan terpaksa dan meneteskan air mata sambil mengutarakan isi hatinya yang sebenarnnya pada kakakku, tuan saat itu berkata ‘maafkan aku ... aku tahu Hye Jin cantik dan sangat baik, tapi hatiku sudah menetap di tempat lain duluan, aku benar-benar minta maaf Hye Jin, aku kira kita tidak bisa melanjutkan perjodohan ini’. Dan setelah ayah tuan berkata seperti itu, jujur keluarga kami sangat tak menduga kalau ayah tuan akan berkata terus terang seperti itu, keluarga kami tersinggung dan malu, hal yang sama juga dirasakan oleh kakek tuan, yaitu pak Gong yang saat itu masih menjabat sebagai menteri pertahanan Korea Selatan,” ucap ibu Kang menceritakan semua.
“Lalu apa yang terjadi antara keluarga kita?” tanya Lee Joon pada ibu Kang.
“Suasananya berubah setelah ayah tuan menolak perjodohan itu, dan hubungan antara keluarga kita menjadi semakin renggang dan rumit. Tapi aku rasa aku tahu penyebab semua ini terjadi sampai sekarang, seminggu kemudian ... kakakku terpilih dan diangkat menjadi menteri kesehatan Korea Selatan, dan itu menambah frustasi kakek tuan yaitu pak Gong, tapi aku yakin pada almarhum kakakku, karena ia terlihat baik-baik saja dan hubungannya dengan ayah tuan baik-baik saja seperti biasa. Suatu hari ayahku berkata jelek tentang ayah tuan dihadapan kakakku, kemudian kakakku yang mendengarnya langsung membantah perkataan ayahku itu, kakak membela ayah tuan dengan mengatakan bahwa ayah tuan mempunyai cintanya sendiri, dan ia tak mau menghancurkan cinta ayah tuan itu dengan orang yang ia cintai itu hanya karena perjodohan politik ini,” terang ibu Kang menceritakannya pada Lee Joon dan pak Lim.
Lee Joon terdiam dengan tatapan kosong seperti memimikirkan sesuatu, namun lamunannya itu tersadarkan karena mendengar pertanyaan dari pak Lim.
“Lalu kenapa kau bilang kejadian ini ada kaitannya dengan Yoona?” tanya pak Lim pada ibu Kang.
“Aku juga mulanya menganggap bahwa semua sudah meredam saat kakakku telah menikah dengan salah satu tentara pilihan ayahku, aku juga dengar bahwa suami kakak ku itu adalah salah satu rekan ayah tuan di pasukan khusus Korea Selatan, tapi aku berhenti menyelidikinya karena ia terlihat baik pada kakakku, ia tak menunjukkan keterpaksaan menikahi kakakku, jadi aku berhenti menyelidikinya. Tak lama kemudian kakakku mempunyai seorang anak, dan anak itu adalah Yoona. Tepat seminggu setelah Yoona lahir, kakakku tak sengaja mendengarkan percakapan ayahku diteleponnya, kakak bilang ayah menyebut nama pak Gong saat menelepon, dan yang membuat kakakku marah adalah ternyata ayahku dan kakek tuan yaitu pak Gong saat itu sedang merencanakan pembunuhan yang sudah mereka rencanakan sejak lama, dan target dari pembunuhan terencana itu adalah ayah tuan, komandan pasukan khusus terbaik Korea Selatan pak Lee Jae Hoon,” ucap ibu Kang panjang lebar.
“Jadi maksudmu kejadian saat tragedi itu adalah rencana pak Gong dan ayah mu?!” saut pak Lim tak percaya.
“Benar tuan, sebenarnya operasi penangkapan bandar narkoba itu hanyalah alasan semata untuk menjebak ayah tuan, dan rahasia lain yang sangat dijaga oleh ayahku dan kakek tuan pak Gong, yaitu mereka membunuh beberapa tentara pasukan khusus Indonesia lalu menyamar menjadi mereka, dan ketika momentnya sudah tepat, mereka pun menembak secara membabi buta ke arah tentara Korea Selatan dengan memakai identitas palsu sebagai pasukan khusus Indonesia,” ucap ibu Kang.
“Jika dunia tahu tentang hal itu, maka itu akan memicu konflik antara Korea Selatan dan Indonesia! Ini sudah sangat kelewatan, apa mereka sudah gila!. Ah maafkan aku, aku tidak bermaksud mengatakan ayahmu gila ibu Kang,” ucap pak Lim.
“Tidak apa-apa pak Lim, aku juga berpikiran sama tentang almarhum ayahku,” ucap ibu Kang.
“Almarhum?” saut Lee Joon bingung.
“Ayahku meninggal 2 tahun setelah tragedi itu, akibat ia meninggal masih mencurigakan bagiku, karena ayah meninggal secara tiba-tiba dan dinyatakan bahwa penyebab kematiannya itu karena terkena serangan jantung mendadak. Karena kematian ayah ... kami hanya bisa mengandalkan kakakku sebagai tulang punggung keluarga, namun itu tak bertahan lama, karena kakek tuan yaitu pak Gong mengetahui bahwa ayah tuan masih hidup dan selamat dari rencana pembunuhan itu, jadi kakek tuan kembali mengutus pasukan terbaik yang dimiliki oleh pasukan khusus Korea untuk membunuh ayah tuan yang saat itu berada di Indonesia, dan saat itu kakakku tahu akan hal itu karena suaminya juga ikut dalam misi yang kakek tuan berikan itu, dan saat itu kakakku punya permintaan pada suaminya itu yang tak lain adalah mantan rekan sesama pasukan khusus bersama ayah tuan agar tak membunuh ayah tuan, malah kakakku meminta suaminya untuk menyelamatkan ayah tuan dari misi pembunuhan yang diperintahkan langsung oleh kakek tuan, tapi suaminya tak menjawab apa pun karena dalam dunia militer perintah atasan adalah kewajiban yang tak bisa dilanggar, dan pada hari dimana tragedi itu terjadi ... kakakku mati dibunuh oleh orang suruhan kakek tuan, yang mana ia sudah menduga bahwa kakakku tahu tentang rencana mereka, jadi mereka harus membunuh kakakku agar tak akan menjadi masalah dimasa depan,” ucap ibu Kang sayu.
Lee Joon hanya diam sambil mengepalkan tangannya, ia semakin membenci dan sangat ingin membalas kakek tua licik itu, begitu juga dengan pak Lim yang sudah geram dan panas mendengar cerita dan penjelasan ibu Kang.
“Lalu bagaimana dengan Yoona saat itu?” tanya Lee Joon pada ibu Kang.
“Aku tak tahu bagaimana dengannya sama sekali, karena aku telah sekarat dan hampir tak bisa menyelamatkan mu tuan muda dari tragedi itu, jadi aku hanya menyuruh orang kita yang tersisan untuk mencari tahu keberadaan anak dari almarhum kakakku itu, aku tak percaya entah itu sebuah keberuntungan atau takdir, ternyata yang menyelamatkannya adalah pak Kim, bahkan aku tahu bahwa pak Kim lah yang telah menghidupinya selama aku sekarat, jadi aku telah berhutang budi padanya, dan pak Kim hanya menjawabku bahwa ia disuruh bos atau ayah tuan untuk melindunginya, karena ayah tuan ternyata selama ini juga mengawasi kakakku atau ibunya Yoona karena khawatir dengan kakek tuan yang tidak pandang bulu untuk menghancurkan orang yang tahu rencananya, itu berarti ayah tuan sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi suatu hari nanti, dan ternyata itu benar ... kakakku meninggal karena mengetahui rencana kakek tuan dan ingin menghalanginya,” ujar ibu Kang.
Setelah mendengar semua penjelasan dan cerita dari ibu Kang, Lee Joon merasa kasian dan bersalah pada Yoona karena ia secara tidak langsung juga korban dari sifat keegoisan dari kakeknya. Dan Lee Joon hanya berkata pada ibu Kang.
“Ibu Kang ... terimakasih telah menjelaskan semuanya, sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan, dan aku punya satu permintaan sampai semua masalah ini selesai. Tolong rahasiakan masalah ini dan identitasku sebagai kepala keluarga organisasi kita pada Yoona” ucap Lee Joon serius.
Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan seseorang masuk keruangannya ditengah-tengah percakapan.
“Tadinya aku kesini karena ingin meminta maaf padamu karena sudah menamparmu dengan keras, tapi setelah mendengar obrolan kalian barusan, sepertinya tamparan saja tidak cukup untuk mu,” ucap Yoona pada Lee Joon dengan lingan air mata dan raut wajah penuh amarah.