Aqila Family

Aqila Family
Chapter 25



Melihat Lee Joon yang berlutut dan menangis dihadapanya, Yoona cukup terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Lee Joon, bagaimana tidak.. orang yang selama ini sangat dingin dan terlihat cuek dimatanya, sekarang sedang berlutut meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat oleh keluarganya terhadap ibunya. Yoona yang tadinya tidak mau berbicara dan berniat memutuskan hubungannya dengan Lee Joon memberanikan dirinya dan mengatkan perasaannya yang sebenarnya pada Lee Joon yang masih berlutut di tengah derasnya hujan.


“Kau adalah orang yang paling aku benci sejak pertama kali kita bertemu-“


Medengar ucapan Yoona yang mengatakan bahwa ia membenci Lee Joon, Lee Joon pun tertegun dan cukup syok setelah mendengar kalimat pertama yang diucapkan oleh Yoona padanya. Tapi Yoona belum selesai bicara.


“Dan kau juga orang yang sangat aku ingin hindari sejak itu,” ucap Yoona menoleh ke arah lain sambil menghapus air matanya.


“Aku tahu kau sangat membenciku, apa lagi sekarang kau sudah tahu kebenaran tentang ibumu, untuk itu ... untuk itu tolong bencilah aku seumur hidup mu, aku akan menanggung semua kebencianmu,” ucap Lee Joon.


“Aku juga maunya begitu, bahkan ketika aku tahu bahwa penyebab kamatian ibuku adalah kakek mu, aku sangat marah dan rasanya hatiku sangat panas seperti sedang dibakar, tapi aku tidak bisa ... aku bahkan tidak bisa membencimu walau sekecil apapun itu ...,” ucap Yoona kembali meneteskan air matanya.


Lee Joon tersentak ketika mendengar ucapan Yoona, ia tak habis pikir karena apa yang dia sangka jauh dari perkiraannya. Lee Joon yang bingung dengan ucapan Yoona itupun bertanya pada Yoona.


“Apa maksudmu? kenapa kau tidak bisa membenciku? padahal keluarga ku sudah membuat keluarga mu menderita,” ucap Lee Joon dengan nada berat.


Yoona yang tadinya menolehkan pandangannya dari Lee Joon kini berbalik menatap Lee Joon dengan penuh arti.


“Aku tak tahu sejak kapan, namun semenjak aku bertemu dan mengenalmu, rasa benci ku pada mu mulai berubah menjadi rasa suka, bahkan aku tak tahu dan apa yang kupikirkan ketika mendengar nama mu, aku baru menyadari baru-baru ini, dan ternyata itu bukanlah suatu hal sederhana seperti benci dan suka. Aku ... aku mencintai mu ... batu es,” ucap Yoona dengan tangis air mata dan perasaan yang campur aduk menatap Lee Joon penuh arti.


Seketika mata Lee Joon membelalak seperti akan keluar ketika mendengar perkataan Yoona, ia sangat terkejut sekaligus bahagia mendengar apa yang Yoona katakan barusan, Lee Joon pun berdiri dan langsung memeluk Yoona dengan erat, payung  yang tadinya dipegang oleh Yoona jatuh dati genggaman tangan Yoona karena terkejut dengan Lee Joon yang tiba-tiba memeluknya.


Mereka berdua saling memeluk satu sama lain dengan erat di tengah-tengah lebatnya hujan yang membasahi mereka, tak lama kemudian, Lee Joon  melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Yoona dan mengungkapkan perasaannya juga.


“Maafkan aku ... maafkan aku Yoona ... aku merasa kalau kau sangat membenciku, dan aku berniat untuk melupakanmu ... tapi semakin aku ingin melupakan mu maka semakin sering aku teringat tentang diri mu Yoona, maafkan aku yang juga terlambat menyadiri hal sederhana ini. Aku ... aku juga mencintai mu ... Yoona,” ucap Lee Joon sambil mengelus pipi lembut Yoona.


Yoona pun terkejut dengan perkataan Lee Joon yang ternyata juga mencintainya, ia tak menyangka hal seperti ini akan terjadi dalam hidupnya, dan tangan Lee Joon yang tadi sedang mengelus pipinya perlahan merangkul kepala bagian belakang Yoona dan mereka pun saling bertatapan dengan penuh arti melihat satu sama lain, perlahan tatapan itu menjadi semakin dekat dan lebih dekat dan.


“Cuupp!!”


Bibir Yoona yang kecil dan lembut itu habis dilumat oleh Lee Joon di tengah lebatnya hujan malam itu, bibir mereka perlahan bertaut saling bergantian bergesekan dengan penuh hasrat dan perasaan. Dan malam itu menjadi malam yang sedih sekaligus malam yang bahagia bagi kedua insan itu, Lee Joon dan Park Yoona.. akhirnya mengakui perasaan mereka satu sama lain.


Setelah kejadian di taman itu, Lee Joon pun membawa Yoona pulang ke sebuah hotel megah yang ternyata hotel itu adalah milik Lee Joon sendiri, walaupun semua staff dan pegawai hotel itu adalah orang-orang dari Aqila Family.


Tepat tengah malam setelah hujan mulai reda, Lee Joon dan Yoona sampai didepan hotel milik Lee Joon, Lee Joon terpaksa menggendong Yoona dari mobil masuk ke hotel karena tepat setelah bibir mereka bertaut saling bersentuhan di taman saat itu, Yoona langsung pingsan dan jatuh tepat dalam dekapan Lee Joon.


Saat Lee Joon masuk kedalam hotel sambil menggendong Yoona  yang tertidur dipunggungnya itu, seketika para eksekutif dan staff pegawai hotel langsung berkumpul menyambut Lee Joon dan memberi salam padanya.


“Selamat datang tuan muda!” ucap semua staff dan pegawai hotel yang berbaris rapi menyambut kedatangan Lee Joon yang tiba-tiba.


“Maaf tuan, kenapa anda basah kuyub seperti ini? dan siapa orang yang anda gendong itu?” tanya salah satu eksekutif pada Lee Joon.


“Baik tuan, kami akan membuat wanita yang tuan bawa agar tetap hangat dan nyaman sampai dokter datang. Kalau begitu hei kalian yang disana, tolong bawa wani-“


“Tidak usah, biar aku saja yang membawanya. Kalian tunjukkan saja dimana kamarnya padaku,” ucap Lee Joon memotong perkataan eksekutif hotel yang hendak menyuruh pegawainya untuk membawa Yoona.


Mendengar perkataan tuan muda mereka, eksekutif hotel megah itu pun mempersilahkan Lee Joon untuk mengikutinya menuju kamar yang diminta oleh Lee Joon.


“Maaf tuan, silahkan tuan ikuti saya, saya akan mengantar tuan ke kamar termahal dan termegah di hotel kita ini,” ucap eksekutif itu pada Lee Joon.


“Aku tidak butuh itu, yang penting kamar itu bisa membuat dia nyaman dan hangat,” jawab Lee Joon.


“Baik tuan, silahkan ikuti saya,” ucap eksekutif hotel itu dan mengantarkan Lee Joon yang tengah menggendong Yoona menuju sebuah kamar dihotel megah itu.


Para staff dan pegawai wanita yang bekerja di hotel itu pun merasa iri sekaligus tersentuh dengan sikap tuan muda mereka yang terlihat sangat romantis sambil menggendong wanita cantik di punggungnya, apa lagi Lee Joon terlihat jelas dari wajahnya sedang mengkhawatirkan Yoona yang sedang demam karena kehujanan. Para wanita cantik dari staff dan pegawai hotel megah itu pun iri melihat betapa romantis dan serasinya Lee Joon dan Yoona.


“Apa kau tahu siapa yang tuan muda gendong itu?” tanya salah satu pegawai wanita pada temannya.


“Aku tidak tahu sama sekali, bahkan ini pertama kalinya aku melihat tuan muda bersama seorang wanita,” jawab temannya.


“Dia sangat beruntung ... bahkan aku sangat ingin melihat tuan muda secara dekat walaupun itu hanya 1 detik,” ucap pegawai wanita itu lagi pada temannya.


“Kau benar, dia memang sangat beruntung ... bahkan aku pernah dengar kalau tuan muda tak suka disentuh oleh wanita mana pun kecuali ibunya, tapi sekarang kita melihat tuan muda sedang menggendong dan mencemaskan seorang wanita yang ia gendong, wahh ... aku betul-betul iri dengan wanita itu,” jawab temannya.


Disisi lain, Lee Joon pun sampai disebuah kamar dihotel megah miliknya sendiri itu, ia pun masuk dan perlahan membaringkan Yoona di atas tempat tidur dengan pakaian yang masih basah. Setelah membaringkan Yoona di atas tempat tidur, Lee Joon pun memanggil eksekutifnya tadi.


“Aku kan bilang kamar yang bisa membuatnya hangat dan nyaman, tapi kenapa kau mengantar kami ke kamar megah dan besar seperti ini?” tanya Lee Joon agak kesal pada eksekutifnya tersebut.


“Maaf tuan, tapi inilah kamar paling hangat dan nyaman di hotel ini,” jawab eksekutif itu pada Lee Joon.


“Hahh ... sudahlah, tolong panggil pegawai yang wanita untuk mengganti pakaiannya sebelum dokter yang akan memeriksanya datang,” perintah Lee Joon pada eksekutifnya.


“Baiklah tuan, anda tak perlu khawatir,” jawab eksekutif hotel membungkuk hormat pada Lee Joon.


“Dan satu lagi, bisa kau tunjukkan sebuah kamar pada ku, aku mau mandi dan menghangatkan tubuhku, aku tidak bisa satu kamar dengannya,” ucap Lee Joon pada eksekutif hotelnya itu.


Lee Joon pun berpisah sementara dengan Yoona untuk membersihkan dirinya, saat Lee Joon sedang mandi dibawah tetesan air shower yang hangat, ia tiba-tiba teringat dengan ciuman yang ia lakukan dengan Yoona di taman, itu membuat dirinya salah tingkah sendiri, bahkan ia tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila saat ia mandi.


Tak lama kemudian, Lee Joon pun selesai membersihakan diri dan keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk berjalan ke tempat tidur, dan ia mendapati di atas tempat tidurnya itu sudah tersedia pakaian dan jas dengan brand ternama. Dan saat Lee Joon hendak memakai pakaiannya itu, tiba-tiba ponselnya berdering dan ia pun menerima panggilan itu.


“Halo ibu Kang?” ucap Lee Joon.