Angel Keeper

Angel Keeper
Rencana Iblis



Tut tut tut!


Tut tut tut!


Panggilan telpon yang dilakukan oleh Castel untuk Rachel terabaikan. Tidak ada yang menerima panggilan tersebut, bahkan di saat Castel mencoba untuk menghubungi lagi tetap tidak ada yang menjawab.


"What is it Rachel won't take my calls?"


"Kenapa Rachel tidak mau menerima panggilan telpon dariku, ada apa ini?" Castel bertanya-tanya sendiri, memikirkan Rachel yang tidak bisa dia hubungi.


"Apa dia marah padaku, sehingga dia tidak mau menerima panggilan telpon dariku? tapi Aku hanya ingin meminta maaf," gumam Castel dengan masih memandangi ponselnya.


Akhirnya Castel memutuskan untuk mengirim pesan untuk gadis yang sedang dipikirkannya itu, dari kejadian yang kemarin dirasakannya, pada saat dia yang berada di tengah gawang karena sedang berlaga di lapangan.


"Aku ingin memastikan jika Rachel memang gadis tersebut. Aku tidak mau jika iblis-iblis yang mengincarnya akan menemukan keberadaan gadis suci terlebih dahulu."


Setelah berbincang dengan pelatihnya sebentar, Castel pamit untuk kembali ke hotel. Dia ingin menemui Rachel di kamarnya, atau setidaknya mengirim pesan melalui pegawai hotel. Memastikan keberadaan dan keselamatan Rachel, yang dia duga sebagai gadis cusi yang harus dilindungi.


Castel tidak tahu jika Rachel sedang keluar kamar hotel untuk mencari angin, menghilangkan rasa kesal karena perseteruan yang terjadi dengan ketiga temannya yang dari indonesia.


*****


Di kamar hotel Rachel beberapa menit yang lalu, terjadi pertengkaran antara Rachel dengan ketiga temannya, karena salah paham soal Rachel yang dikabarkan dekat dan menjadi gadisnya Castel.


Erlik menuduh Rachel menyembunyikan hubungannya ini, bahkan berpura-pura dengan tidak punya uang saku untuk pergi ke Qatar, padahal rachel sebenernya sudah berencana untuk menemui kiper tersebut.


"Kamu sengaja berpura-pura tidak tahu apa-apa kan? padahal sebenarnya Kamu memang sengaja datang untuk bertemu dengan kekasihmu itu?" tuduh Erlik menyudutkan Rachel.


Calista dan Aditya juga ikut-ikutan mengangguk setuju, dengan apa yang dikatakan oleh Erlik. Hal ini membuat Rachel merasa tersudut dan tidak ada teman yang bisa dia ajak bicara secara terbuka.


"Kenapa kalian percaya dengan berita-berita tersebut? padahal Aku benar-benar tidak mengenalnya sebelum kemarin itu."


Rachel membela diri, karena dia memang tidak tahu jika Castel merupakan salah satu kiper terbaik dunia dari tim sepak bola yang juga sudah mendunia.


Tapi ketiga orang yang merupakan temannya, sesama penonton yang datang dari indonesia, justru tidak percaya dan menuduhnya memiliki skandal dengan kiper tersebut.


"Aku tidak percaya dengan apa yang Kamu katakan, karena jika memang Kamu tidak mengenalnya, kenapa Kamu mau diajak jalan-jalan dan juga berfoto bersama? padahal yang meminta untuk kalian berfoto itu adalah media-media resmi, yang memberitakan semua kegiatan di Qatar."


Rachel baru menyadari kebenaran tentang hal ini, karena kemarin-kemarin dia tidak berpikir sejauh itu.


"Iya kenapa Aku tidak berpikir secara itu ya?" gumam Rachel merasa bodoh.


"Cihhh! Sok suci," sindir Calista.


"Bilang aja Kamu memang ada janjian dengannya!" Aditya ikut-ikutan menyudutkan Rachel dengan kata-kata yang pedas.


Perdebatan mereka berempat membuat suasana kamar menjadi semakin panas, sehingga Rachel memutuskan untuk pamit keluar sebentar.


"Aku mau keluar sebentar, ada yang mau ikut?" Rachel masih berusaha bersikap baik, dengan memberikan tawaran pada mereka bertiga.


"Huweek! Ngapain ikut? orang Kamu mau ketemu sama tuh kiper!" tuduh Calista pura-pura ingin muntah.


Tapi Rachel hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis, kemudian melihat secara bergantian dari Erlik ke Aditya. Sayangnya kedua cowok tersebut juga bersikap sama, tidak mau ikut menemaninya keluar kamar.


Pertengkaran mereka ini akhirnya membuat Rachel frustasi, sehingga ingin keluar dari kamar hotel sebentar. Dia memutuskan untuk pergi berjalan-jalan, supaya tidak merasa tertekan secara terus-menerus.


Akhirnya Rachel memutuskan untuk pergi sendiri, membiarkan mereka bertiga berada di kamarnya. "Ya sudah kalau begitu, Aku pergi dulu ya! nitip kamar," pamit Rachel, dengan mengambil ponsel serta dompet miliknya.


Tak lama kemudian.


"Dia sudah pergi. Bagaimana jika kita langsung melancarkan aksi ini? Aku yakin jika tidak akan ada yang curiga pada kita atas hilangnya Rachel nanti."


Erlik tiba-tiba memberikan usulan pada dua orang asuhnya itu, dengan rencana yang sudah disusun.


"Iya bagus! Aku sudah tidak sabar untuk menerima hadiah yang besar dari raja iblis," sahut Aditya, yang nyata sudah berkomplot dengan Erlik.


Satu jam sebelum mereka bertiga menemui Rachel di kamar hotelnya, rencana untuk kecelakai Rachel sudah disusun.


Ternyata Erlik sudah merencanakan penculikan Rachel, dengan bantuan kedua temannya itu, karena misi mereka sebagai iblis telah dimulai. Kepergian Rachel ternyata memang sudah direncanakan oleh mereka, dengan mengadakan kuis yang hanya diikuti oleh Rachel saja. Untuk akun-akun lain yang lihat mengikuti kuis, menjadi saingan Rachel, hanya rekayasa mereka bertiga saja.


Semua telah disusun rapi hingga sampai di Qatar. Sedangkan moment piala dunia ini karena selain emang diadakan di Qatar, kebetulan Rachel juga pengila bola.


Di saat Erlik menemukan Rachel, dia percaya bahwa gadis tersebut adalah gadis suci yang menjadi target misinya. Apalagi disaat Rachel ingin mengundurkan diri, Erlik kembali memeriksa semua ciri-ciri yang dimiliki oleh Rachel, dan semuanya memang cocok.


Cctv di dalam kamar dan lorong kamar, udah diatur sedemikian rupa oleh Aditya. Mereka ingin menculik Rachel tanpa adanya bukti, sehingga apa yang maka lakukan tetap aman.


Mereka bertiga tidak mau jika ada orang-orang yang berjiwa malaikat, atau Angel, yang tentunya sudah bersiap di negara ini, Qatar, sesuai dengan misi yang telah mereka sebagai sepakati bersama sewaktu berada di surga.


Jadi Erlik ini adalah iblis yang diusir dari surga, bersama dengan dua pengikut setianya, sebab melakukan kesalahan yang fatal di surga.


Tapi dia ingin membalas dendam pada ketua malaikat, yang sudah mengusirnya, dengan cara memburu seorang gadis suci untuk dijadikan sebagai persembahan, supaya mereka bisa kekal abadi di dunia.


Sebenarnya para malaikat tidak setuju dengan permintaan dari iblis tersebut, tapi karena ini adalah sebuah perjanjian yang tidak mungkin dibiarkan begitu saja, akhirnya para malaikat setuju dengan syarat.


Iblis yang sudah terlanjur senang, tidak bertanya terlebih dahulu apa persyaratannya. Mereka asal pergi menuju dunia manusia, untuk mewujudkan rencana mereka, mencari gadis suci untuk dijadikan persembahan.


Berpuluh-puluh tahun, bahkan beribu-ribu tahun sudah mereka lewati hingga tahun ini. Tahun yang akan menjadi penentu, apakah mereka bisa kekal di dunia manusia ini, atau harus kembali ke tempat asal mereka, yaitu di neraka yang tentunya juga kekal abadi.