
"Tidak usah sok sedih gitu deh!"
Tiba-tiba Erlik datang dengan kesal, menyudutkan Rachel yang dalam keadaan sedih. Ingat jika sekarang ini dia tidak bisa pergi kemana-mana dengan bebas.
"Kamu tahu kan Rachel, jika kita ini datang dari satu tim. Jika ada sesuatu yang terjadi pada satu orang, itu berimbas pada yang lainnya juga!"
Rachel tidak tahu apa yang terjadi pada Erlik.
Kemarin Erlik masih baik-baik saja, memberikan dukungan dan motivasi pada Rachel, supaya tidak banyak memikirkan berita-berita yang ada di media sosial maupun elektronik. Dengan berita-berita yang menyebutkan dirinya.
Tapi sekarang sikap Erlik berubah 180 derajat, dengan mengatai Rachel yang hanya pura-pura sedih.
"Kamu sebenarnya senang kan, bisa menjadi terkenal di sini? Punya hubungan dengan salah satu pemain dari tim terbaik dunia, yang tentunya punya nama! Kamu hanya pura-pura sedih kan?"
"Kamu itu mengorbankan kami semua, tahu gak? Kamu juga tidak berpikir, jika semua ini justru memperburuk citra tim sepakbola tersebut, sebab dianggap buruk, sehingga tidak mendapatkan kepercayaan dari para pendukungnya lagi. Padahal tim itu juga tim kebanggaan kita semua!"
Erlik masih saja berkata-kata, mengungkapkan seluruh emosinya pada Rachel. Dan untuk kedua temannya yang lain, Calista dan Aditya, ikut mengangguk. Membenarkan perkataan Erlik barusan.
Perdebatan antara Rachel dan Erlik, akhirnya merembet pada temannya yang lain. Aditya dan Calista, yang sama-sama menjadi peserta penerima tiket gratis.
Mereka berdua ikut menyalahkan Rachel, yang dituduh telah membuat tim kesayangan mereka itu kalah. Apalagi beberapa media sosial juga menyebutkan rachel.
Calista sendiri akhirnya ikut mendukung Erlik, dengan menyalahkan Rachel, meskipun sebenarnya tadi dia masih bersikap baik pada Rachel, dengan memberinya Rachel perhatian, nasehat dan menghibur juga.
Mungkin sikap ketiganya berubah karena banyaknya komentar dari media sosial yang memojokkan atau menyalahkan Castel dengan adanya Rachel di laga dunia ini.
Saking banyaknya komentar yang ada di sosial media, terutama mengenai Rachel dan Castel, akhirnya membuat nama indonesia ikut diperbincangkan juga.
Di antara komentar-komentar tersebut seperti yang dibacakan Erlik pada Rachel. Berharap agar Rachel menyadari kesalahannya.
"Dengar ya! Ini Aku bacakan beberapa contoh komentar yang membahas kekalahan tim Castel, dan itu karena kamu!"
"Dengar! Ini sangat banyak sekali!"
"Castel kebanyakan mengincar orang sampai lupa mengincar bola!"
"Castel kebanyakan ngejaga hati seorang gadis, sampai lupa harus ngejaga serangan musuh!"
"Orang Indonesia itu!"
"Iya, itu orang Indonesia."
"Inget Piala Dunia Spanyol kalah di pertandingan awal. Apakah ini juga pertanda?"
"Kekalahan ini juga membuat Timnas Argentina berada di dasar Grup C Piala Dunia Qatar dengan nol poin. Adapun Arab Saudi menghuni puncak grup dengan nilai tiga. Bagaimana akhir dari tragedi ini?"
"Pasukan tim Castel mengalahkan satu di antara favorit juara, Argentina pada laga pertama Grup C Piala Dunia Qatar. Itu karena adanya gadis Indonesia itukaht?"
"Prancis menghadapi Argentina dalam suatu pertandingan, begitu juga Arab Saudi. Lalu siapa yang akan menang kali ini?"
"Yang penting pelatih harus menekan Castel yang bagi semua orang adalah satu di antara pemain terbaik Argentina dan yang paling berguna untuk menempatkan kiper dalam kondisi terbaik."
"Dia sosok penting karena dia memberikan banyak kompensasi di tengah-tengah gawang dengan berkonsentrasi. Ketika mereka kehilangan bola, Castel ada di sana untuk menyelamatkannya dari serangan. Tapi nyatanya Castel justru membiarkan bola itu masuk ke dalam gawang."
"Semua mekanisme di antaranya penting untuk dipelajari."
Erlik berhenti membacakan beberapa komentar yang muncul sebagai pemberitaan piala dunia Qatar, yang menyinggung tentang sosok Rachel dari Indonesia.
"Kita lihat saja nanti, bagaimana konfirmasi mereka, yang akan diwakili oleh pelatih dan juga kiper Castel sendiri, di depan awak media. Baik itu media sosial maupun media elektronik.
*****
Sejauh ini, media sosial dan elektronik masih membahas kekalahan tim Argentina yang bermain buruk, dengan menilai dari kesalahan yang dilakukan oleh kiper Castel.
Pelatih timnas Argentina akhirnya memberikan konfirmasi secara resmi, dengan mengadakan konferensi pers, guna menegaskan pada semua orang, dinilai dari segi politik, memang ada yang menginginkan timnya kalah saat ditaklukkan Arab Saudi, dengan skor 1-2 pada laga perdana Piala Dunia Qatar, dan itu bukan karena adanya seorang gadis, seperti yang diberitakan banyak media sosial dan elektronik.
Kekalahan tersebut memang semua orang, bahkan dunia, karena membuat rekor tak terkalahkan timnas Argentina yang sudah berjalan 36 laga beruntun sejak Juli 2019 akhirnya resmi terhenti.
Kiper Argentina, Castel White, berjanji akan berusaha semaksimal mungkin di setiap pertandingan, dengan mengabaikan urusan pribadinya. Dia akan pemain secara profesional.
Dia akan tampil impresif sepanjang turnamen di Qatar, dengan mengutarakan keinginannya juga. "Saya tidak percaya, kami kalah di laga pertama dan tiba-tiba semuanya terbalik," kata Castel White, yang di dilansir dari The Independent, sesuai dengan konferensi tim Castel terbaru.
"Awalnya orang-orang meragukan Saya ini karena kalah dalam rekor 36 laga tak terkalahkan," katanya dengan mengulas senyum pada awak media, yang ikut dalam konferensi pers tim-nya.
"Semua orang ingin Argentina kalah, jadi kami melawan seluruh dunia, membuktikan bahwa kami tapi yang terbaik," tutur Castel lagi, mengakhiri sesi khusus konferensi pers ini.
"Saya sangat senang dengan grup yang terdiri dari 26 pemain ini, semuanya petarung dan kami memiliki 45 juta orang Argentina di belakang kami," lanjut kiper berusia 25 tahun ini, di depan awak media.
"Kami merasakan keramaian di jalanan, setiap tim ini bermain kami merasa seperti berada di rumah sendiri. Kami sangat senang memiliki mereka di sini," sebutnya pengen tersenyum lega, berharap supaya gadis yang dikait-kaitkan dengannya bisa membaca atau melihat konferensi pers ini, sehingga tidak bersedih hati lagi.
"Kalian dapat melihat dan memberikan penilaian sendiri, jika Saya ingin menyelesaikan semua pertandingan. Secara fisik Saya sangat bagus dan mendapatkan penghargaan Man of the Match setiap kali bermain," ujarnya lagi berbagga diri, mengalikan perhatian akan berita-berita yang tidak benar di luar sana.
Castel menyadari bahwa, dirinya tidak akan mudah untuk bertemu dengan Rachel lagi, dengan adanya berbagai berita tentang dirinya yang dikait-kaitkan bersamanya.
Setelah usai melakukan konferensi pers, Castel menepi sendiri. Dia ingin menghubungi Rachel untuk meminta maaf atas pemberitaan yang menyangkut dirinya, bahkan sampai menyudutkan dengan menyalahkan gadis tersebut.