
Acara persembahan yang mereka rencanakan, sudah 80% selesai. Tapi ternyata ada tempat lain yang digunakan untuk menjebak kedatangan malaikat yang memang diperkirakan akan datang untuk menyelamatkan gadis suci.
Ini dilakukan oleh para iblis untuk mengacaukan penciuman malaikat, dengan wangi dari sinyal gadis suci, yang dijadikan sebagai sinyal menuntun untuk malaikat agar bisa menemukannya.
Rencana pertama mereka ternyata dengan cara memotong rambut Rachel, dan ditempatkannya pada ruangan yang lain, supaya malaikat ragu serta bingung untuk menentukan pilihan, ruangan mana yang dia memasuki dengan mengenali bau wanginya.
"Cepat! Taburkan juga bunga-bunga di sekitar rambut," kata Erlik memberikan instruksi pada kedua anak buahnya.
Calista cepat melaksanakan perintah dari Erlik, dengan membawa sekantung bunga-bunga wangi, yang akan digunakan untuk memberikan aroma yang lebih wangi lagi. Sebagaimana mestinya yang khas pada saat upacara suatu persembahan akan dilakukan.
Dan ternyata apa yang mereka lakukan ini berhasil membuat Castel kebingungan di luar rumah, yang ditempati oleh para iblis, guna telepon upacara persembahan.
Castel mencium dua aroma wangi yang sangat kuat dengan jarak yang tidak terlalu dekat, tapi juga tidak terlalu jauh.
Dua aroma wangi yang mengeluarkan sinyal sangat kuat, yang tidak bisa diendus seorangpun dari manusia biasa. Tanpa memiliki kekuatan suci atau hitam, antara malaikat dengan iblis.
"Kenapa ada dua tempat dengan aroma yang sama?" tanya Castel pada dirinya sendiri, saat kebingungan menentukan ke arah mana dia harus pergi.
Akhirnya Castel memejamkan matanya, menggunakan kekuatan mata malaikat, guna mencari kebenaran tentang aroma wangi yang masuk ke dalam indra penciumannya.
"Ternyata ini taktik kalian! Tapi kalian menganggap Aku bodoh, padahal sebenarnya kalianlah yang bodoh."
Senyum kemenangan terbit di bibirnya Castel, membayangkan bahwa para iblis tersebut tidak bisa mengelabuinya. Hanya karena aroma wangi tipuan yang mereka ciptakan, untuk membingungkan dirinya.
"Kalian semua akan terkejut dengan kedatanganku ke tempat yang benar. Tapi Aku juga akan membuat kalian senang, dengan membuatkan bayangan, seakan-akan Aku benar-benar pergi ke tempat yang kalian jadikan permainan. Hehehe... sepertinya itu menarik!"
Castel justru memiliki rencana yang sama seperti yang mereka lakukan, yaitu mengelabui kebenaran yang sesungguhnya.
Satu tangan Castel di angkat ke atas, kemudian berputar di atas kepala. Tak lama kemudian terdengar suara jentikan dua jari.
Ctek!
Akhirnya Castel bisa menjadi beberapa bayangan untuk mengelabui para iblis. Tapi dia juga lupa, kalau iblis memiliki ilmu yang sama seperti yang dia miliki bahkan jauh lebih banyak dengan cara tipuan.
Begitulah kira-kira apa yang terjadi sekarang ini, karena pada kenyataannya ada banyak sekali iblis dengan wajah yang sama seperti ketiga iblis yang sudah menahan Rachel.
Pluk!
"Hehhh, Aku lupa!" Castel menepuk keningnya sendiri, menyadari kesalahannya kali ini.
Akhirnya bayangan Castel harus menghadapi bayangan ketiga iblis itu juga, supaya dia bisa masuk ke dalam rumah, karena bayangan iblis itu sangatlah banyak dibandingkan bayangannya sendiri.
Castel sendiri ikut melawan mereka supaya lebih cepat selesai, sebab waktu yang diperlukan untuk bisa menghentikan kegiatan manusia ada batasnya. Jika sampai melewati batas, maka tatanan kehidupan di dunia akan kacau dan tidak bisa kembali normal. Bahkan bisa jadi akan mengalami kiamat dalam waktu dekat.
Wusss...
Tranggg...
Slasss... clak trak!
Bunyi jatuh atau benturan senjata dengar dari kedua belah pihak, dan sepertinya kekuatan mereka seimbang, di pun jumlah bayangan malaikat hanya separuh dari jumlah bayangan ketiga iblis tersebut.
"Aku tidak bisa menunda waktu lagi. Aku harus secepatnya menyelesaikan pertempuran ini, supaya bisa segera menyelamatkan gadis suci tersebut."
Castel mengeluarkan kekuatannya dengan pusaran angin yang sangat kuat tarikannya, sehingga senam menyedot sebuah bayangan yang tidak ada artinya, termasuk bayangannya Castel sendiri.
Setelah tidak terjadi pertempuran antar bayangan lagi, Castel kembali melangkah untuk memasuki ruangan, yang diyakininya sebagai tempat upacara dilakukannya persembahan gadis suci.
Wusss...
Dengan kekuatannya, Castel White bisa masuk tanpa harus membuka pintu terlebih dahulu. Tanpa harus membuat keributan juga, karena tidak ada lagi bayangan iblis yang menghadang.
"Hahaha... akhirnya Kamu datang juga!"
Ternyata Erlik sudah menyambutnya dengan tawa yang memekakkan telinga manusia biasa. Untungnya saat ini Castel sedang berubah menjadi malaikat, sehingga dia bisa menahan lengkingan suara tawa Erlik. Meskipun tetap saja suara itu mengganggu.
"Tidak perlu repot-repot menyambut kedatanganku. Aku yang hanya ingin mengambil gadis suci yang akan kalian jadikan persembahan, demi keegoisan dan kepentingan kalian sendiri."
Dengan tenang Castel berbicara pada Erlik, yang merupakan ketua iblis. Sedangkan Calista dan Aditya, masih diam menyimak.
"Kalian berdua, cepat bereskan dia!"
Calista dan Aditya tiap untuk maju menyerang Castel. Tamu yang datang untuk menggagalkan upacara persembahan gadis suci mereka.
Sekarang Castel kembali harus bertarung dengan kedua iblis itu, setelah tadi dia juga sudah menghabisi semua iblis bayangan yang ada di luar rumah.
"Kamu harus hancur dan kembali surga sana!" ejek Aditya, sebelum memulai pertempurannya.
"Kalian bertiga harusnya pergi ke neraka, ke tempat yang seharusnya. Jika kalian hanya ingin pergi ke surga, sepertinya itu hanyalah sebuah mimpi."
Nyatanya Castel tidak terpengaruh dengan ejekan Aditya, tapi dia justru membalas ejekan tersebut dengan senyum yang membuat iblis tersebut marah.
"Sialan Kamu! Kamu pikir kami ini bisa dibodohi oleh malaikat tak berguna seperti dirimu ini!" Erlik datang untuk membantu kedua anak buahnya, guna melawan Castel.
Mereka bertiga yang tadinya tidak mengetahui jika Castel White adalah seorang malaikat, sekarang ini sudah mengetahui rahasia kiper tersebut.
"Ohhh... ternyata ini jawaban atas berita-berita yang terjadi atas Rachel!"
Kening Castel White berkerut, sebab dia belum mengetahui siapa gadis suci sebenarnya. Tapi kini Erlik mengatakannya sendiri, siapa gadis suci yang saat ini sudah terbaring tak sadarkan diri di ranjang besi.
"Jadi..."
"Ya. Gadis suci tersebut adalah Rachel. Apakah Kamu benar-benar tidak mengetahuinya?" Erlik memotong kalimat Castel yang belum diselesaikan.
"Arghhh..."
Wusss... sleeppp!
Akhirnya pertempuran antara malaikat dan iblis yang sebenarnya tidak bisa dihindari lagi. Yaitu, antara Castel White dengan Erlik.
Castel sendirian, sedangkan Erlik dibantu oleh Aditya dan Calista. Sehingga perkelahian itupun tidak bisa seimbang, karena kekuatan ketiga i di situ juga sangat besar. Tidak sebanding dengan kekuatan malaikat yang hanya satu saja.
Hal ini membuat Castel khawatir, apalagi batas waktunya menghentikan dunia hanya setengah jam. Dan sekarang tinggal 7 menit ke depan.
"Aku harus secepatnya menyelesaikan semua ini. Jika tidak, maka semua tatanan kehidupan akan disalahkan karena kebodohan ku!" batin Castel White, mencari cara supaya secepatnya bisa mengalahkan ketiga iblis itu, sehingga Rachel diselamatkan.