
Berbagai cara digunakan oleh Castel untuk menekan perasaannya sendiri, yang sedang merasakan gejolak dari sisi angel atau malaikatnya, merasakan sesuatu yang tidak beres pada gadis suci yang seharusnya dia lindungi.
"Apa yang terjadi pada gadis suci? di mana Aku bisa menemukannya?"
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Castel, sehingga dia tidak bisa konsentrasi lagi, meskipun sekarang tatapan matanya ke depan, bukan lagi ke tempat penonton sama seperti yang dilakukannya kemarin, tapi tetap saja dia tidak bisa bermain sebaik mungkin.
Hal ini membuat permainannya buruk, bahkan harus diperingatkan oleh teman-temannya sesama pemain sepak bola, yang merupakan satu tim dengannya.
"Hai Castel! Apa yang terjadi padamu, apa yang kamu pikirkan?"
"Che succede Castel? ti è successo qualcosa? Dovresti essere in grado di suonare meglio se ti concentri."
"What happened to you? Are you thinking of something?"
"Kamu sedang tidak berkonsentrasi, ada apa Castel, apa yang Kamu pikirkan?"
"Sorry. I am alright. Maybe I'm just not ready for this world battle in this second round."
Castel mengelak dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh teman-temannya serta pelatihnya, yang baru kali ini melihat permainan buruk Castel.
"Apa sebaiknya Kamu digantikan oleh kiper cadangan?" tanya pelatih tim, yang tidak mau jika clubnya kalah.
"If you feel that you are no longer able to play, we should replace the reserve goalkeeper."
Mendengar usulan dari pelatihnya, Castel menggeleng cepat. Dia tidak mau digantikan oleh orang lain, karena dia yakin dan percaya, jika dia masih mampu bermain, memberikan kemenangan untuk tim-nya, bagaimanapun keadaannya sekarang.
Dari pihak lawan, mereka tentu saja senang melihat keadaan Castel yang seperti tidak sehat, sehingga tidak bisa berkonsentrasi.
Mereka tidak tahu, jika sisi lain dari jiwa Castel yang tersembunyi sedang merasakan sesuatu, untuk misi pekerjaan dan tugasnya yang lain, sebagai seorang malaikat.
Akhirnya permainan dilanjutkan lagi setelah meminta waktu untuk break sebentar. Kali ini Castel benar-benar diminta oleh teman-teman dan pelatihnya untuk bisa fokus, dan mengesampingkan permasalahan yang lain.
Mereka semua beranggapan bahwa, Castel masih memikirkan gosip dan tuduhan awak media dan elektronik, dengan berita-berita tentang dirinya yang bersama dengan seorang gadis, sehingga tidak bisa fokus dalam permainan kali ini.
"Aku pasti bisa!" kata Castel menyemangati dirinya sendiri.
"I will do something, to find the whereabouts of the holy girl, without having to leave this game." Castel bergumam sendiri, di tempat tugasnya. Yaitu di tengah-tengah gawang.
"Aku pasti bisa menyelamatkan gadis suci tersebut, dengan tetap bermain dan meraih kemenangan. Aku pasti bisa melakukannya dengan baik!" batin Castel, menetapkan niatnya sendiri dengan dua tugas yang harus dia kerjakan.
Setelah berkata demikian, permainan Castel benar-benar membaik, sehingga mendapatkan applaus dan sorak sorai dari para penonton, seandainya ada bola yang hampir masuk ke gawangnya, namun bisa ditangkap dengan cara yang sangat baik. Sesuai dengan ciri khasnya sebagai seorang kiper, yang diidolakan banyak orang di seluruh dunia pecinta sepakbola.
Tapi sayang, kekuatan hitam yang seakan akan datang seperti sebuah sinyal menyerang kepalanya. Memberikan tanda-tanda akan segera jadi sesuatu pada gadis suci tersebut.
"Heh, apa ini? kenapa sinyalnya begitu kuat membuat kepalaku sangat sakit? Ini seperti tanda-tanda waktunya telah tiba." batin Castel, tidak bisa mengabaikan sinyal bahaya yang dirasakan olehnya.
"Ini benar-benar diluar dugaan dan pikiran. Aku harus bisa melakukan sesuatu untuk mencari dan menghentikan permainan ini."
"I'd better use this power. Everything was beyond expectations, and it's time for me to act." Tegas Castel, yang akan menggunakan kekuatannya.
Dengan menggunakan kekuatan malaikatnya, Castel mencoba untuk menghentikan waktu, supaya permainan sepak bola ini tetap di tempat. Dan atas izin dari surga, dunia seakan berhenti, sehingga dia bisa pergi meninggalkan lapangan untuk menyelamatkan Rachel.
Di tengah-tengah lapangan yang semuanya telah berbeda, Katena waktu yang berhenti, Castel menggunakan mata malaikatnya untuk bisa menemukan keberadaan gadis suci yang dia cari. Tapi nyatanya sinyal khusus tersebut tidak berada di lapangan tapi jauh dari stadion olahraga ini.
Itu artinya Castel harus bisa membagi waktu dengan tepat dan benar, guna menemukan keberadaan gadis suci yang harus dia selamatkan.
"Siapapun Kamu gadis suci, bertahan dan berikan Aku sinyal yang lebih besar agar bisa cepat menemukan keberadaan mu juga!"
"Holy maiden, hold on and give this special signal strongly, so that I can locate you immediately."
Setelahnya, Castel merubah dengan adanya dua sayap di punggungnya, yang berguna untuk membawanya pergi menemukan kekuatan sinyal khusus tersebut. Dia harus segera melaksanakan tugasnya sebagai malaikat, agar gadis suci tersebut bisa diselamatkan.
Dia tidak mungkin menyerah pada para iblis, yang akan mempersembahkan gadis tersebut pada raja iblis. Seandainya dia gagal, maka pintu surga juga akan tertutup untuknya. Itu artinya, dia akan tinggal di neraka bersama para iblis untuk selamanya, karena tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik.
Wusss...
Plakkk plakkk plakkk
Castel terbang dengan mengepakkan sayapnya, mengikuti sinyal yang menandakan keberadaan gadis suci, supaya bisa secepatnya menyelamatkan dan menggagalkan rencana para iblis untuk persembahan tersebut.
Ternyata dunia manusia benar-benar berhenti, terpengaruh dengan efek kekuatan yang digunakan oleh Castel. Tapi Castel juga tahu, jika para iblis tidak akan terpengaruh dengan keadaan ini, sehingga rencana mereka untuk mempersembahkan gadis suci tersebut tetap bisa dilaksanakan, tanpa terpengaruh dengan kekuatannya sebagai seorang angel atau malaikat.
Wusss... wusss... wusss...
Begh!
Castel turun tepat di sebuah tempat, yang diperkirakan digunakan sebagai tempat untuk acara persembahan para iblis tersebut.
Dia berjalan mengendap-ngendap, sehingga tidak menimbulkan suara, supaya para iblis yang ada di dalam sana tidak mengetahui kedatangannya.
Dengan berhati-hati dan perlahan-lahan, Castel mencari pintu yang bisa membawanya ke dalam, karena sinyal yang sangat kuat dirasakannya ada di dalam sana.
Castel tidak tahu jika para iblis bisa merasakan kehadirannya, dari bau khas malaikat yang wangi.
"Dia sudah datang, berhati-hatilah!"
Erlik memperingatkan Calista dan Aditya, yang sedang menaburkan aneka macam bunga-bunga, disekitar ranjang besi yang ditempati oleh Rachel.
Rachel sendiri masih tidak sadarkan diri, sehingga dia tidak mengetahui apa yang terjadi padanya.
Erlik sudah memiliki rencana untuk menjebak malaikat, yang datang menggagalkan acara persembahan mereka. Tapi Erlik sendiri juga tidak mengetahui, siapa sebenarnya malaikat yang datang menyelamatkan Rachel.
"Cepat selesaikan ritual pertama! Aku akan mencegahnya untuk masuk ke ruangan ini."