
"Benar, dia adalah adiknya Andre."
Mana Yunita mengenali tanda lahir Rachel, begitu garis tersebut datang bersama dengan Castel. Ada aura tersendiri yang dilihatnya, dengan dua orang berpasangan tersebut.
"Ma. Mama belum melihatnya secara langsung kenapa bisa mengatakan bahwa dia adalah adikku?" Mr Andreas bertanya dengan tidak percaya.
Rachel dan Castel memang baru saja datang, dan belum sampai mendekat ke tempat mereka berada. Tapi mama Yunita sudah memberikan penilaiannya, dengan mengatakan secara pasti bahwa rachel memang adiknya Andreas. Anaknya yang pernah hilang berpuluh-puluh tahun yang lalu, sehingga hal ini tidak bisa dipercaya dengan mudahnya.
Tapi keyakinan mama Yunita tetap sama. Dia bisa melihat sosok gadis kecil yang dulunya masih bayi, dan hilang entah di culik siapa.
"Maaf, kami terlambat dan membuat kalian menunggu." Castel meminta maaf pada Mr Andreas dan mama Yunita.
"Tidak apa-apa Mr Castel. Saya yang seharusnya meminta maaf pada Anda dan Nona Rachel, sebab mengganggu jadwal Anda berdua."
Mama Yunita sudah menahan tangisnya, pada saat melihat Rachel.
"Terima kasih. Saya dan calon istri Saya ini justru merasa sangat terhormat, karena mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan nyonya Yunita."
Castel membungkukkan badannya sedikit, khas orang-orang yang sedang menunjukkan rasa hormatnya.
"Oh ya Ma, ini Nona Rachel. Calon istrinya Mr Castel." Mr Andreas memperkenalkan Rachel dan juga Castel pada mama Yunita.
"Castel."
"Saya Rachel Nyonya."
Rachel menyebutkan namanya sendiri sebagai perkenalan mereka, setelah Castel menyebutkan namanya.
Tapi yang tidak pernah mereka sangka-sangka adalah, Nyonya Yunita langsung memeluk Rachel dengan berlinang air mata.
"Rachel... anakku... huhuhu..."
Rachel bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh nyonya Yunita pada saat berkenalan dengannya. Dia menoleh ke arah Castel dan Mr Andreas, untuk meminta penjelasan tentang keadaan nyonya Yunita.
Tapi baik Castel ataupun Mr Andreas, tidak ada yang mau mengeluarkan suaranya, memberikan penjelasan kepada Rachel. Sehingga dia bisa melakukan apa-apa, dan membiarkan Nyonya Yunita yang sedang menangis dengan memeluknya.
Beberapa saat kemudian.
"Maaf. Hiks... Saya, Saya terlalu senang dan ini... ini benar-benar diluar dugaan."
Nyonya Yunita tidak melanjutkan kalimatnya lagi, yang diucapkannya dengan gugup dan terbata-bata. Ada rasa sesak di dalam hatinya, yang membuatnya susah untuk berbicara.
Tapi Rachel tetap sabar menunggu, sehingga mama dari Mr Andreas itu bisa menguasai diri dan perasaannya.
"Ayo silahkan duduk."
"Maaf ya atas sikap Mama Saya." ucap Mr Andreas meminta maaf atas segala sesuatu yang dilakukan oleh mamanya
Akhirnya mereka duduk dan melanjutkan pembicaraan mereka lagi, tapi menunggu nyonya Yunita agar merasa lebih tenang dan nyaman. Setelag itu, anyonya Yunita baru mengatakan apa yang dia rasakan setelah bertemu dengan Rachel.
"Maaf Nona Rachel. Apakah tanda lahir yang Kamu miliki ini ada sejak dulu?" Nyonya Yunita akhirnya mengecilkan pertanyaan tersebut kepada Rachel.
Mungkin saja Nyonya Yunita ingin memastikan kebenaran yang dia yakini, bahwa Rachel memang anaknya yang sudah lama hilang.
"Tanda lahir ini memang sudah ada sejak Saya lahir Nyonya. Dan ibu Saya yang mengatakannya, jika tanda ini sangat berbeda dengan tanda-tanda lahir yang lain."
"Apa Ibu atau ayahmu masih ada?" Nyonya Yunita terus membuat pertanyaan.
"Ibu dan ayah sudah meninggal dunia pada saat Saya memasuki sekolah tingkat SMA." Rachel memberikan keterangannya, sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh nyonya Yunita, meskipun dia merasakan keanehan dalam mengenai pertanyaan tersebut.
Tapi karena Castel hanya diam dan tidak menanggapi atau mencegahnya untuk bercerita, Rachel juga memberikan penjelasan dan jawaban yang sebenarnya.
Ternyata Nyonya Yunita kembali memberikan pertanyaan yang membuat Rachel mengerutkan keningnya. Dia merasa jika pertanyaan demi pertanyaan tersebut bukan selayaknya diajukan oleh orang yang baru kenal dengannya.
"Kenapa Nyonya menanyakan hal demikian?" Rachel mencoba untuk bertanya tentang keanehan dari pertanyaan Nyonya Yunita, tanpa memberikan menjawab atas pertanyaannya yang tadi.
"Tanda lahir yang Kamu miliki itu adalah tanda lahir anakku."
Rachel tentu saja merasa terkejut dengan pernyataan yang diucapkan oleh Nyonya Yunita yang baru saja dia kenal.
"Apa maksud Anda Nyonya?" tanya Rachel bingung dengan pertanyaan dan sikap Nyonya Yunita.
Akhirnya Nyonya Yunita menceritakan tentang kisah anaknya yang hilang.
Jadi, ciri-ciri tanda lahir yang dimilki oleh Rachel ini telah menarik perhatian para iblis untuk menculiknya. Memisahkan bayi perempuan tersebut dari keluarganya.
Setelah itu, untuk mengelabui orang lain, para iblis membawa Rachel pada sebuah keluarga yang sudah tidak memiliki anak, atau anaknya itu telah tiada. Sehingga mau membesarkan anak yang diculiknya tersebut.
Pada saat sudah dewasa, para iblis berencana untuk mengambil anak kecil tersebut, yang tentunya sudah menjadi gadis untuk dijadikan tumbal persembahan yang mereka lakukan sebagai salah satu ritual.
Berarti selama hidupnya, Rachel selalu di awasi terus menerus oleh para iblis.
Meskipun terlihat tidak mempunyai apa-apa, tapi kehidupannya terjamin dan selalu mendapatkan kemudahan.
Jadi Rachel dan kedua orang tua yang membesarkannya selalu mendapatkan kemudahan dalam melakukan apa-apa dari para iblis, meskipun tanpa sepengetahuan mereka dan orang lain.
Begitulah kira-kira bentuk dari pekerjaan yang dilakukan oleh sebagian para iblis dalam mendapatkan tujuan mereka.
Untungnya di saat yang tepat kemarin, Castel sebagai malaikat yang memiliki tugas untuk melindungi dan mencegah terjadinya ritual tersebut datang pada saat yang tepat. Sehingga Rachel bisa diselamatkan.
Bahkan kalau kini Malaikat tersebut telah mendapatkan izin dari surga untuk tetap menjaga dan berada di samping gadis tersebut sebagai seorang pendamping hidup.
Nyonya Yunita kembali memeluk Rachel dalam linangan air mata. Kini anaknya yang telah hilang kembali ke dalam pelukannya.
"Terima kasih Tuhan..."
"Engkau masa pemurah dan tetap melindungi hamba Mu yang tidak berdosa."
Nyonya Yunita tak henti hentinya mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas semua yang sudah dia dapatkan hari ini.
Mr Andreas juga tersenyum bahagia dan lega, karena pencarian keluarga mereka tentang Rachel telah mendapatkan hasil. Meskipun awalnya tidak ada kepastian.
"Terima kasih Mr Castel. Anda telah menjaga adikku selama ini."
"Tidak perlu sungkan. Itu sudah tugas Saya Mr Andreas." Mereka berdua, dua laki-laki yang akan menjadi saru keluarga itu saling berpelukan erat, Katena merasa sangat bahagia dalam rasa syukur.
"Adikku..."
Mr Andreas beralih pada Rachel, setelah melepaskan pelukannya pada Castel.
Kini Rachel tidak lagi merasa khawatir, begitu juga dengan Castel sendiri. Sebab ternyata Mr Andreas adalah kakak kandungnya Rachel sendiri.
Tapi untuk memastikan kebenarannya, Rachel akan melakukan tes DNA. Meskipun Nyonya Yunita sebenarnya tidak menghendaki karena keyakinannya.
"Ini untuk legalitas Ma. Rachel harus mendapatkan pengakuan di mata masyarakat sebagai bagian dari keluarga kita."
Akhirnya disepakati bersama, bahwa hari ini juga Rachel akan menjalani tes DNA nya.
*****
NB: kira-kira bagaimana hasil tes DNA tersebut ya?