Angel Keeper

Angel Keeper
Mengulang Lagi



Erlik dan kedua temannya, Calista dan Aditya, yang di tinggal pergi Castel saat berhasil membawa Rachel pergi, ternyata jiwa iblis-iblis yang menguasai tubuh mereka belum mati secara sempurna. Mereka bertiga, jiwa iblis tersebut, kembali lagi menguasai tubuh ketiganya dan berusaha untuk mengambil alih Rachel.


Erlik membuat rencana baru untuk menculik Rachel, agar misi mereka untuk mempersembahkan gadis suci berhasil.


"Kita harus mengubah rencana dan tempat untuk menculik Rachel. Emhhh... kira-kira di mana tempat yang tidak akan bisa dimasuki oleh si Castel itu?" usul Aditya.


"Aku bahkan tidak pernah menyangka jika dia adalah musuh kita yang sebenarnya," ujar Calista sambil memijit pelipisnya sendiri.


Rasa pusing yang dirasakan oleh Calista akibat dari serangan yang di terimanya, yang tidak bisa dengan mudah dikendalikan. Hal ini mempengaruhi keseimbangan tubuhnya, sehingga larinya menjadi rasa pusing yang sangat menyakitkan.


"Bagaimana jika kita melakukan ritualnya di kamar hotel saja?" usul Calista, pada saat yang mendapatkan ide.


"Kita kan menginap di hotel itu sebagai sesama saudara, jadi tidak akan ada pihak keamanan hotel yang akan menangkap kita, karena kita masih saudara. Yang dilarang masuk ke dalam kamar tamu yang lain adalah yang tidak ada hubungan darah, atau karena sepasang suami istri. Jadi Castel tidak akan pernah bisa masuk ke dalam kamar hotel juga. Dan sebaiknya yang digunakan adalah kamarku saja."


Usulan dari Calista ini diangguki juga oleh Erlik bersama dengan Aditya. Mereka berdua setuju dengan apa yang dikatakan oleh Calista, karena memang begitulah aturan yang berlaku di hotel tempat mereka menginap.


Akhirnya dengan menggunakan kekuatan Erlik, keberadaan Rachel kembali ditemukan. Dengan demikian, mereka dengan mudah bisa mengambil alih Rachel, kemudian mereka bahwa pulang ke hotel lagi.


"Ini tugas Kamu Calista, karena sesama perempuan, sehingga Kamu bisa mengajaknya untuk ke kamarmu. Kami akan menunggu di dalam kamar saja. Bagaimana, apakah Kamu sanggup?" Erlik bertanya dengan kesanggupan Calista.


"Ah, tentu saja! itu adalah tugas yang mudah Aku pasti bisa, karena dengan menggunakan kekuatanku, Rachel juga tidak akan bisa melawan, dan hanya mengikuti apa saja yang Aku katakan kepadanya."


Dengan percaya diri, Calista menyanggupi tugas yang diberikan Erlik padanya. Aura hitam dan dingin segera keluar dari tubuh Calista, karena jiwa iblis sedang menguasai tubuhnya saat ini.


Begitu juga dengan Erlik dan Aditya, yang langsung menampakan wujudnya seperti iblis, sama seperti yang dilakukan oleh Calista. Mereka berdua kemudian menghilang dari tempat tersebut, karena mereka berteleportasi ke dalam kamarnya Calista di hotel. Erlik dan Aditya akan menunggu keberhasilan tugas Calista, yang pergi menculik Rachel ke klinik.


Rencana ini mereka buat, mengingat aturan negara Qatar, yang tidak memperbolehkan lawan jenis untuk masuk ke dalam kamar tamu yang tidak dikenal. Apalagi berbeda berjenis kelamin, kecuali mereka adalah 100 atau sepasang suami istri.


Di saat mereka berempat mendaftar di hotel ini, saat proses boking, Erlik sudah menyusun sedemikian rupa, bahwa identitas mereka berempat ternyata adalah saudara, sehingga bisa lebih mudah keluar masuk ke kamar satu sama lainnya.


Ternyata penculikan kedua ini sama mudahnya dengan penculikan pertama, karena Calista gunakan kekuatan iblis yang dimilikinya.


Kejadian ini membuat langit di kota Qatar tiba-tiba berubah menjadi gelap. Padahal tadinya tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, sebab departemen perkiraan cuaca juga tidak memberitakan tentang cuaca buruk yang akan terjadi ini.


Duarrr!


Duarrr!


Tiba-tiba petir menyambar beberapa kali, sehingga kilatan cahayanya begitu jelas di langit Qatar yang sedang berwarna hitam.


Castel yang baru saja kembali dari klinik menemani Rachel, mendongak menatap ke arah langit.


"Kenapa para malaikat itu turun ada apa yang ini? apakah ada iblis-iblis yang kembali turun ke bumi, sehingga para malaikat mengejar dengan cambuknya?" batin Castel bertanya-tanya.


Setelah membatin dan membuat kesimpulannya sendiri, Castel segera berlari menuju ke klinik. Dia tidak memperdulikan apapun yang ada di depannya, sehingga sampai terjatuh beberapa kali, karena harus berlari cepat, supaya bisa sampai di klinik dan tidak terlambat menyelamatkan Rachel.


Castel dita berani menggunakan kekuatan malaikatnya di tempat umum, tidak dalam keadaan terdesak sama seperti yang terjadi kemarin pada waktu berada di tengah lapangan.


Tapi kekuatan malaikat jadi aku dekat untuk berlari meskipun tanpa kontrol karena terbawa emosi dan perasaannya.


"Rachel, berhati-hatilah dan waspada jangan sampai kamu mengikuti siapapun yang mengajakmu pergi!" harap Castel dalam hati.


Hal ini karena kekuatan iblis bisa mempengaruhi siapa saja, termasuk tim dokter yang berada di klinik, sehingga mereka dapat meyakinkan tim kesehatan di hotel ini, untuk membawa Rachel pergi. Begitu juga dengan Rachel sendiri, yang pastinya akan batu dengan perintah mereka.


Petir dan Guntur masih silih berganti, membuat siapapun yang mendengarnya akan penutup telinganya, karena ketakutan. Apalagi sampai berani keluar dari rumah atau kamar, katak memang benar-benar mencekam.


Castel dengan cepat sampai di klinik, tapi keadaan klinis sudah tidak bisa dibayangkan lagi, karena semua orang yang ada di dalam klinik dalam keadaan tidak sadar. Sedangkan Rachel sudah tidak berada di tempatnya yang tadi, di saat Castel menemaninya.


"Rachel...."


"You devils! Just watch over you all, I will never spare you guys again!”


"Aku akan membuat perhitungan untuk kalian semua! Aku kapan mencari keberadaan kalian di manapun berada!"


Kali ini Castel benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, dengan amarah yang berapi-api. Dia lupa, jika dia tidak diperbolehkan marah dengan tanpa batas.


Akhirnya Castel sendiri yang tidak sadarkan diri, jatuh tertelungkup di dekat tempat tidur pasiennya Rachel.


*****


Calista sudah berhasil membawa Rachel ke dalam kamar hotelnya. Sedangkan Erlik dengan Aditya, sudah menunggu kedatangannya di dalam kamar tersebut.


"Bagaimana?" tanya Erlik dengan tersenyum miring, melihat bagaimana keadaan Rachel yang tidak berdaya.


"Aman!" seru Calista bangga dengan keberhasilan tugasnya kali ini.


"Itu juga karena didukung oleh cuaca yang kami buat seseram mungkin, sehingga tidak ada orang yang keluar. Tapi beberapa malaikat datang mengejar kami, saat memanggil awan hitam."


Aditya menceritakan tentang bagusnya yang membuat kota Qatar menjadi gelap gulita.


"Kita sudah berhasil untuk kedua kalinya memperdaya gadis ini, jadi jangan sampai gagal untuk kedua kalinya juga. Kita harus persiapkan acara persembahan dengan segera, sebelum Castel sadar, kemudian mencari keberadaan Rachel lagi."


Calista dan Aditya menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang menjadi usulan Erlik.


Mereka akan mempersiapkan untuk persembahan berikutnya, menggantikan persembahan pertama mereka yang gagal.