Angel Keeper

Angel Keeper
Waktu Yang Tersisa



Slasss...


Wusss...


Perkelahian antara satu malaikat dengan tiga iblis tersebut sebenernya memang tidak seimbang. Kekuatan satu iblis, setara dengan satu malaikat, karena iblis juga mempunyai kekuatan yang sama seperti yang dimiliki malaikat. Mereka berdua hanya berbeda dari segi penggunaan ilmunya, dengan cara pandang yang mereka miliki.


Jika malaikat menggunakan kekuatannya dengan cara yang bersih, maksudnya untuk kebaikan, sehingga lebih dianggap sebagai kekuatan putih. Sedangkan untuk iblis sendiri menggunakan kekuatannya untuk mengganggu atau kejahatan, sehingga lebih dikenal dengan ilmu hitam.


Sebenarnya keduanya itu sama. Pembedanya hanya tujuan dan penggunaan ilmu tersebut.


"Secepatnya Aku harus menyelesaikan pertempuran ini. Aku gak mungkin bisa menahan lebih dari 7 menit menyelesaikan misi ini," batin Castel, pengingat waktu yang diperlukan tinggal sedikit lagi.


Akhirnya mau tidak mau, Castel harus menggunakan kekuatan terakhirnya yang paling besar untuk memusnahkan ketiga iblis tersebut, supaya gadis suci itu selamat, kemudian dia bisa kembali ke lapangan lagi. Menormalkan kembali keadaan dunia, yang seakan-akan berhenti dengan kekuatannya juga.


Kedua tangan Castel diangkat ke atas, kemudian berputar turun ke bawah hingga di depan dadanya. Gerakan-gerakan Castel ini seakan-akan mengumpulkan kekuatan dunia, atau kekuatan alam, disatukan untuk memusnahkan kekuatan jahat yang dimiliki oleh iblis.


Weeerrr... weeerrr... weeerrrr...


Blegh... breughhh...


Torrr... cetarrr...


Suara kekuatan seluruh alam yang sedang bersatu, berpusat di depannya Castel, menimbulkan suara yang begitu menakutkan. Sama seperti suara gemuruh hujan, angin dan guntur yang menjadi satu.


Erlik dibantu oleh dua orang asistennya, Calista dengan Aditya, mengeluarkan masing-masing kekuatannya, kemudian dijadikan satu untuk melawan kekuatan yang sudah dihimpun oleh Castel.


Pertempuran dua jenis makhluk yang memiliki kekuatan besar ini, benar-benar tidak bisa dibayangkan oleh siapapun juga. Untungnya Castel sudah membekukan mereka, dengan menghentikan waktu, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa melihat kejadian ini. Termasuk Rachel sendiri.


Jadi semua ini benar-benar hanya dilakukan dan bisa dilihat oleh mereka saja.


Duarrr!


Asap hitam yang tadi membuat tempat tersebut gelap gulita, kini berangsur-angsur menghilang. Tampak suasana yang mulai terang, dengan cahaya matahari yang kembali normal.


"Hahhh, waktunya semakin habis! Aku harus cepat!"


Dentuman besar dan kuat terdengar, di saat dua kekuatan tersebut saling melawan. Mengeluarkan kekuatan masing-masing, sampai salah satunya benar-benar kalah.


Dengan demikian, berbagai macam cara dilakukan oleh Castel untuk menyelamatkan Rachel. Gadis suci yang menjadi misi utamanya turun ke bumi ini, selama bertahun-tahun dia cari-cari, baru bisa dilaksanakan. Meskipun dengan waktu yang sangat sedikit.


Cepat Castel berlari ke ranjang besi untuk membebaskan Rachel, dari ikatan demi ikatan yang ada pada kaki dan tangannya, yang membuat gadis suci tersebut tidak bisa bergerak.


Erlik bersama dengan Calista dan Aditya, sama-sama telah hancur dari jiwa iblis yang menguasai tubuh mereka. Sekarang mereka bertiga terbaring tidak berdaya, tanpa mendapatkan luka atau apapun, yang menggambarkan mereka baru saja mengalami perkelahian atau pengeroyokan, sebab tidak ada tanda satupun luka di tubuh mereka. Jadi tubuh mereka utuh tanpa luka.


Hal ini terjadi karena Castel benar-benar hanya menjatuhkan, atau menghancurkan jiwa iblis yang ada pada mereka. Bukan karena tujuan yang lain. Sebab tubuh mereka sebenarnya hanyalah manusia biasa, yang dikendalikan oleh jiwa iblis.


Castel sendiri langsung membawa Rachel kembali ke hotel, bahkan langsung ke klinik hotel. Dengan menempatkan tubuh gadis suci tersebut di dalam ruangan medis, yang siap memberikan perawatan, di saat waktu dan keadaan dunia sudah dikembalikan lagi oleh Castel, setelah dia berada di tengah-tengah lapangan atau gawang, tempatnya bertugas.


Sekarang Castel harus bisa membagi waktunya, karena jika berjalan dari klinik ke lapangan sepak bola, membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Sedangkan saat ini waktunya tinggal 2 menit lagi untuk batas waktunya menghentikan dunia.


Wusss...


Secepatnya Castel kembali ke lapangan untuk menormalkan waktu dunia lagi. Dia tidak mau terjadi kekacauan di kehidupan manusia biasa, karena keterlambatannya menjalankan waktu, yang tadi sempat dihentikan untuk mencari keberadaan dan menyelamatkan Rachel, yang ternyata memang gadis suci yang dia cari selama ini.


^^^"Cepat kembali sehat dan bisa melihat bagaimana Aku bertanding di final besok, Rachel." ^^^


Castel berharap, setelah dia meninggalkan Rachel sendiri di klinik, gadis tersebut akan secepatnya sadar dan kembali sehat sehingga bisa melihat pertandingan sepak bola di deretan penonton yang lainnya, di saat pertandingan final piala dunia Qatar dua hari ke depannya nanti.


Keyakinannya akan meraih kemenangan di pertandingan piala dunia Qatar ini, membuatnya bersemangat kembali. Apalagi setelah dia berhasil melaksanakan misinya untuk turun ke dunia, menyelamatkan gadis suci dari incaran iblis, yang akan dijadikan sebagai persembahan mereka.


Ini adalah tahun keberhasilan Castel White dengan dua tugas sekaligus, meskipun final utamanya masih dua hari ke depan. Tapi itu tidak jadi masalah yang berarti bagi malaikat Castel White.


"Aku pasti bisa menyelesaikan semua misi kemudian kembali ke surga."


Sekarang Castel telah kembali ke tengah lapangan, menempatkan dirinya pada posisi di tengah gawang. Sama seperti tugas utamanya sebagai seorang kiper.


Di klinik hotel, Rachel yang sudah ditempatkan pada ranjang pasien, dengan posisi dokter dan perawat yang juga sudah dipersiapkan untuk menanganinya, tema sudah diatur Castel, dalam hitungan detik secara mundur, kembali pada perputaran waktu dunia nyata.


5... 4... 3... 2... 1...


Ting!


"Maaf Mrs, apa yang Anda keluhkan?"


"Is there any pain?"


Dokter dan perawat bertanya pada Rachel secara bergantian, karena Rachel tampak seperti orang linglung. Kebingungan dengan keadaannya dirinya, yang saat ini berada di klinik. Sudah dikelilingi oleh tim medis, lengkap dengan alat mereka yang digunakan untuk memeriksa kondisi seorang pasien.


Rachel masih memperhatikan dokter dan perawat secara bergantian, dia tidak paham apa yang sedang dibicarakan oleh dokter dan perawat, meskipun dia tahu apa arti perkataan mereka sebut di juga bisa berbahasa inggris.


Rachel hanya tidak mengetahui, kenapa tiba-tiba dia berada di klinik ini, padahal yang dia ingat adalah, sesaat tadi dia pamit pada ketiga temannya untuk pergi keluar dari kamar hotel. Menghirup udara segar diluar, guna melupakan permasalahannya dengan beberapa media sosial yang sudah memiliki andil besar mem_viralkan dirinya dengan kiper Castel White.


Tapi sedetik kemudian, Rachel juga ingat bahwa, dia telah diculik dan disekap seseorang yang tidak dikenal.


"Did I just survive the kidnapping?"


"Apakah Aku adalah korban penculikan yang selamat?" tanya Rachel bingung.