
Blum!
Tiba-tiba gumpalan awan putih jatuh di dalam kamar tersebut, kemudian berubah wujud menjadi Castel, siap dengan cahaya yang berbentuk seperti tombak.
Slash!
Trang!
Ternyata Erlik sudah mempersiapkan dirinya dengan memberikan perlawanan, atas senjata yang dibawa oleh Castel. Dia menghalau senjata Castel yang berupa sinar tadi, dengan topinya yang tiba-tiba berubah seperti sebuah tameng baja, dan ternyata ini cukup efektif.
Calista dan Aditya kaget, kemudian mundur dengan mempersiapkan diri masing-masing. Mengunakan kemampuan mereka berdua juga untuk ikut melawan malaikat Castel, supaya rencana mereka berhasil.
Castel juga tidak mau diam saja, membiarkan para iblis melanjutkan rencana mereka. Sekarang dia mengabulkan selembar sayap malaikatnya, kemudian meniupnya ke arah Rachel yang terbaring tidak sadarkan diri, tanpa tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang ini.
Wusss...
Trang!
Ternyata bulu malaikat Castel dihalau oleh Aditya, dengan angin yang tiba-tiba muncul berwarna abu-abu pekat, dan pada saat bertabrakan mengakibatkan suara seperti pedang yang saling bertemu.
"Ternyata mereka bertiga sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Aku tidak boleh gegabah dalam melakukan pergerakan-pergerakan, karena mereka juga bisa melihat dan mengetahui apa yang sedang Aku pikirkan."
Tentu saja iblis juga sama kuat dan saktinya seperti para malaikat. Mereka memiliki kekuatan yang sama, dalam melakukan apapun untuk menaklukkan lawan. Bahkan ada juga beberapa iblis yang diberikan anugrah dan keistimewaan dalam kekuatan, serta memiliki senjata yang tidak bisa dikalahkan, karena mereka bisa melakukan apa-apa sebagai perwujudan keberhasilan pada sebuah ritual tertentu.
Sama seperti yang akan dilakukan oleh Erlik bersama dengan Calista dan Aditya saat ini. Mereka bertiga menginginkan sebuah keabadian, dengan kebebasan mereka untuk bisa masuk ke surga, yang sudah menjadi tempat terlarang bagi para iblis seperti mereka.
Tapi Erlik tidak menyerah. Dia tetap melakukan perlawanan dengan cara apapun. Sekarang Erlik mengeluarkan asap hitam yang keluar dari pori-pori kulitnya, kemudian menggumpal mirip seperti sebuah bola peluru berwarna hitam. Mungkin saja bila peluru tersebut mau dilemparkan ke arah Castel, sama seperti seseorang yang sedang melemparkan sebuah amunisi atau bom pada lawan.
Tapi ternyata dugaan tersebut salah, karena pada kenyataannya Erlik justru mengarahkan bola hitam tersebut ke arah Rachel. Dia ingin mengalihkan perhatian Castel, supaya merasa panik sehingga segera pergi ke arah di mana Rachel berada.
Siuuttt...
Blom!
Untung saja Castel cepat mengerahkan kekuatannya untuk mendorong tempat tidur yang digunakan Rachel. Semua bahan-bahan yang digunakan untuk keperluan ritual persembahan akhirnya berantakan. Air dan monyet berjatuhan, bahkan asap dupa yang tadi mengeluarkan asap, sekarang ini justru mati. Bahkan mantra-mantra yang sudah dibuat dan dituliskan di atas kertas-kertas khusus juga beterbangan.
Pertempuran mereka ini benar-benar tidak bisa dibayangkan bagaimana keadaannya, karena ini berkaitan dengan kekuatan alam antara yang putih dan yang hitam. Kebaikan dan kebenaran, melawan kejahatan yang penuh dengan tekanan.
*****
Di saat Castel sedang berjuang untuk menyelamatkan Rachel, di klub sepak bola tempatnya bernaung dalam klub tersebut, terjadi kericuhan.
Ada beberapa temannya yang tidak menyukai Castel, yang seakan-akan dianakemaskan. Baik untuk pelatihnya sendiri maupun para fans club.
Mereka yang tidak menyetujui dan iri akan semua perhatian yang diberikan pada kiper Castel, akhirnya berusaha untuk mencari-cari kesalahan yang dilakukan oleh Castel. Meskipun mereka harus menggunakan cara yang licik, yaitu dengan cara menyebarkan beberapa gosip tentang Castel dan segala sesuatu yang dilakukan oleh kiper tersebut di media sosial, sehingga hal tersebut memicu terjadinya banyak pro dan kontranya.
Kericuhan di dalam timnya Castel ini, ternyata mendapat perhatian dari media sosial dunia. Dan banyak orang yang mencari-cari alasan, atau penyebab melakukan semua tindakan yang bisa merugikan klubnya sendiri, bahkan melawan aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pelatih maupun club sepak bola mereka.
Berita ini akhirnya muncul lagi, hingga terjadi adanya pro dan kontra, yang mendukung dan mencela keberadaan Rachel di sisi Castel.
"She's just a meaningless *****!"
"Dua hanyalah gadis yang tidak ada artinya untuk seorang Castel!"
"Siapa sebenarnya Rachel? Dan dari mana kiper Castel mengenalnya?"
"This is only a seasonal game. Are you guys taking this seriously? Aku berpikir bahwa ini hanya sebuah affair yang biasa saja."
"That girl only wanted to gain fame together with Castel! there's nothing serious between the two of them."
"Berarti kiper Castel itu normal jika masih berdekatan dengan seorang gadis. Kamu bahkan berpikir jika dia itu tidak normal."
Banyak sekali orang-orang yang memberikan komentar, ada yang berkomentar buruk maupun yang baik. Hal yang wajar untuk seseorang yang menjadi idola.
Sebagian besar, mayoritas, orang-orang menginginkan Rachel segera meninggalkan Castel, karena mereka menganggap bahwa kehadiran Rachel hanya memberikan dampak buruk bagi Castel.
Namun ada juga dari mereka yang menolak, dan menyarankan pada castel untuk meninggalkan Rachel.
Tapi di saat ada seseorang yang memuat ulang pernyataan yang disampaikan oleh Castel, pada saat konferensi pers beberapa hari kemarin, membuat semua orang terenyuh.
"Aku akan selalu ada di sisinya Rachel, bahkan jika seluruh dunia harus menjadi musuh ku!"
Pernyataan Castel di konferensi pers ini, yang du kuat ulang tadi, malah membuat banyak netizen yang pada akhirnya luluh. Meraka mendukung apa yang dikatakan oleh Castel. Mereka juga tidak pernah menyangka, jika Castel bakal seperti itu. Teguh dengan apa yang dia yakini sebagai kebenaran di dalam hatinya.
"Kita tidak bisa menghakimi seseorang yang sedang merasakan cinta."
"Love is private property of a person, and we can do nothing to be able to refuse it."
"Cinta adalah kekuatan seseorang."
"Love is one's strength!"
"Aku akan tetap mendukung mereka!"
"Never give up for a love, which will be a star in the lives of two hearts."
Ternyata masih ada banyak orang memberikan dukungan dan apresiasi yang baik untuk Castel.
Hal ini membuat orang-orang yang membencinya, terutama lawan dan bahkan kiper cadangan yang ada di satu club bersama dengan Castel, merasa sangat marah. Dia kecewa dengan sikap dan keputusan pelatih, yang tidak mau menggantikan castel dengan dirinya.
"Ini benar-benar tidak adil untukku! I will do something that will make Castel lose and be kicked out of the club!"
Musuh Castel ternyata tidak hanya para iblis saja, tapi teman-temannya sendiri juga memusuhi dirinya. Bahkan mereka tidak ada yang tahu, bagaimana kebenaran yang sesungguhnya.