Angel Keeper

Angel Keeper
Isu



Rumah kecil yang sederhana milik Rachel, kini telah kembali bersih dan layak untuk ditempati. Tapi Rachel tampak bingung dengan keberadaan Castel, yang tidak seharusnya berada di rumahnya.


Mereka berdua tidak memiliki hubungan atau ikatan pernikahan, jadi tidak mungkin mereka tinggal bersama di rumah ini.


Jika hal ini sampai terjadi, maka bisa dipastikan jika tetangga-tetangga dekat rumah akan mencibir dan mengolok-olok dirinya, yang baru saja pulang dengan membawa laki-laki tanpa punya ikatan yang jelas.


Hal ini membuat rasa canggung diantara mereka berdua, di tambah lagi dengan adanya kejadian yang tadi, pada saat mereka secara tidak sengaja berpelukan. Dan itu semua terjadi bukan karena kesengajaan.


Kegundahan hati Rachel ini diketahui oleh Castel. Tapi dia tidak langsung pergi atau mengutarakan maksudnya, jika dia akan mencari tempat tinggal sendiri kemudian membuka usaha atau mencari pekerjaan sesuai dengan basicnya, supaya memiliki kegiatan dari pekerjaan tersebut.


"Sayang, my Angel. Kamu kenapa?" tanya Castel pura-pura tidak tahu, apa yang sedang dipikirkan oleh gadis tersebut.


"Emhhh... tidak. Aku tidak apa-apa," jawab Rachel gugup.


Dia tidak mau jika apa yang dipikirkannya ini menyinggung perasaan Castel. Dia berpikir bahwa apa yang dipikirkan ini seakan-akan ingin mengusir keberadaan Castel di rumahnya. Padahal sebenarnya dia tidak bermaksud demikian.


Tapi Castel justru tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Rachel, atas pertanyaan yang diajukannya tadi.


"Kamu tidak perlu khawatir My Angel. Aku akan mencari tempat tinggal sendiri, setelah selesai membantumu. Aku juga akan memikirkan pekerjaan atau usaha yang bisa Aku lakukan. Supaya bisa melakukan aktivitas-aktivitas sebagaimana manusia pada umumnya."


Sebuah senyuman kebahagiaan dan rasa lega, terbit di bibirnya Rachel. Dia benar-benar merasa senang, karena Castel memahami kehidupannya di dalam masyarakat.


"Terima kasih my Angel. Aku sangat senang, karena Kamu bisa memahami apa yang menjadi permasalahan ku, tanpa harus bicara terlebih dahulu. Tapi..."


"Kenapa?" tanya Castel cepat, karena rachel tidak melanjutkan kalimatnya.


"Kita... kita tidak bisa bertemu setiap hari," kesah Rachel dengan wajah sedih.


Meskipun dia terasa senang dan lega, karena terhindar dari gunjingan orang-orang, tapi rasa sedih dan khawatir, ternyata tidak bisa dihindari. Rachel takut jika Castel akan tergoda dengan cewek-cewek di luar sana, sehingga tidak lagi mencintainya.


"Apakah Kamu ragu my Angel? kita bisa merencanakan masa depan kita berdua secepatnya, setelah Aku mendapatkan tempat tinggal dan pekerjaan yang bagus."


Castel berusaha untuk memberikan penjelasan, supaya gadisnya itu lebih tenang dan tidak mengkhawatirkan keadaan dirinya di luar sana.


Dengan menggenggam tangan Rachel, kemudian mengecup punggung tangan tersebut, Castel menyakinkan bahwa perasaannya pada Rachel tidak akan berubah dalam keadaan apapun.


"Percayalah my Angel. Aku hidup di bumi ini hanya untuk bisa bersama denganmu."


Mendengar perkataan Castel, membuat Rachel tidak bisa menahan dirinya untuk menangis karena bahagia. Dia benar-benar tidak bisa membendung air mata haru, karena rasa yang membuncah ini.


"Hiks hiks hiks... Aku... Aku mencintaimu my Angel. Castel White my Angel."


"My Angel Rachel, gadis suci. Aku akan selalu ada untukmu. Trust me my Angel Rachel!" Castel mengatakan isi hatinya, kemudian kembali mengecup punggung tangan Rachel dengan segenap perasaan.


Mendapatkan perlakuan seperti ini, membuat Rachel tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis lebih kencang.


"Hiks hiks... huhuhu..."


"Aku tidak bisa menahan rasa bahagia ini, tapi kenapa justru tangisan yang keluar. Hiks hiks hiks..." Rachel membatin dalam hati, karena perasaan yang tidak bisa dibendungnya.


Castel juga tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk tubuh gadisnya itu. Tapi hanya sebatas yang wajar, karena dia tidak mau jika ada kesalahpahaman yang terjadi di dalam hatinya Rachel.


Mereka berdua akhirnya berpelukan dengan posisi yang wajar, menyalurkan perasaan yang sama di dalam hati mereka.


Akhirnya berita tersebut cepat tersebar, secepat angin dan sinyal ponsel terbaik.


Bak bola api yang panas, berita gosip yang tidak benar tersebut membuat rumah Rachel akhirnya didatangi banyak orang. Termasuk dari ketua RT setempat, guna mendapatkan penjelasan dan keterangan secara langsung dari gadis tersebut.


Tok tok tok!


"Permisi nak Rachel!"


"Apakah ada orang di dalam?"


"Tidak perlu basa-basi pak RT. Dobrak saja pintu rumahnya jika tidak di buka!"


"Ayo dobrak! Jangan sampai wilayah kita ini menjadi kotor karena ulah Rachel."


"Iya itu! Baru pulang dari luar negeri buat ulah dia. Masa bawa laki-laki masuk ke rumah, sendirian lagi mereka di dalam!"


Warga setempat, yang ikut bersama dengan Pak RT tidak sabar. Mereka meminta pada ketua RT untuk bertindak tegas pada Rachel, tetangga mereka yang baru saja pulang dari luar negeri.


Selama dua bulan lebih Rachel memang tidak ada di rumah, dan tersebar berita bahwa gadis tersebut mendapat pekerjaan di Qatar.


Tapi tiba-tiba pagi tadi Rachel pulang dari Qatar, settingan membawa seorang laki-laki yang tidak mereka kenal.


"Rachel buka pintunya!"


"Iya buka pintunya Rachel!"


Clek!


Pintu di buka dari dalam, kemudian Rachel muncul bersama dengan Castel, yang masing-masing mengunakan celemek. Mereka berdua memang sedang berada di dapur, memasak untuk makan siang mereka berdua. Sebab sedari tadi mereka berdua membersihkan rumah, sehingga perlu mengisi perut terlebih dahulu.


"Eh, pak RT. Ada apa ya Pak?" tanya Rachel bingung, sebab didatangi pak RT bersama dengan beberapa warga yang tampak marah.


Tentu saja ini membuat Rachel bingung. Dia memang belum sempat membuat laporan pada pihak RT, jika ada tamu laki-laki di rumahnya. Rachel berpikir jika Castel akan hari ini juga, jadi tidak perlu melapor. Lagipula mereka berdua juga tidak melakukan apa-apa yang melanggar aturan.


"Kamu sedang apa di dalam, berdua saja bersama dengan laki-laki?"


"Iya, mau mesum ya?"


"Kamu pulang dari luar kok jadi gini kelakuannya Rachel?"


"Sok suci ya Kamu selama ini!"


Warga mengatakan hal-hal yang tidak benar, jika Rachel berbuat sesuatu yang salah. Sedangkan Pak RT tidak bisa mencegah warganya, yang saling sahut menyahut perkataan, yang diucapkan oleh warga. Mereka memang ikut bersama dengannya ke rumah Rachel, karena dia datang juga atas desakan para warga.


"Stop stop!"


"Kita dengar dulu penjelasan yang diberikan oleh Rachel. Jangan asal tuduh, sebab kita itu tidak tahu kebenaran yang ada."


Pak RT berusaha untuk menenangkan warganya, karena dia merasa tidak enak pada laki-laki yang saat ini berada di samping Rachel.


"Auranya berbeda sekali," batin Pak RT, melihat ke arah Castel.