Angel Keeper

Angel Keeper
Marriage Preparation



Dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah selesai menghadiri acara makan malam bersama dengan Mr Andreas, Castel membicarakan tentang hubungan mereka berdua.


Castel ingin segera menikahi Rachel dalam waktu dekat ini.


"Do you mind to marry me my Angel? I want to make our relationship official soon."


"Apakah Kamu tidak keberatan untuk menikah denganku my Angel?" tanyanya pada Rachel, setelah hentikan mobilnya di pinggir jalan terlebih dahulu.


Mendengar pertanyaan tersebut, Rachel menjadi panik. Dia merasa sangat surprise dengan niatan malaikatnya itu.


"Tapi..."


"Kamu hanya perlu menyiapkan surat-surat yang diperlukan saja, selebihnya serahkan padaku. Aku akan mengurusnya dengan pihak WO my Angel."


Castel menyakinkan gadisnya, dengan berkata lembut. Rachel juga tidak mungkin bisa menolaknya lagi, karena dia berpikir bahwa Malaikatnya ini adalah jodoh terbaik untuknya. Tidak ada laki-laki lain yang sempurna Malaikatnya ini.


Akhirnya Rachel mengangguk dan kepalanya mengiyakan permintaan Castel.


"Terima kasih my Angel."


"Kita akan segera meresmikan hubungan ini, sehingga tidak ada orang yang bisa merebut mu dari sisiku."


Senyuman bahagia terbit di bibir Rachel, tampak seperti sebuah harapan yang besar untuk masa depannya bersama dengan Castel nantinya.


*****


Esok harinya, Rachel mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pernikahannya bersama dengan Castel.


Castel juga sudah memberikan urusan persiapan pernikahannya pada pihak WO untuk membantu, dan juga membimbingnya dalam persiapan pernikahan. Pihak WO juga jelas-jelas meringankan kerja persiapan pernikahannya nanti.


Namun dari sekian banyak WO yang ada, Castel juga tidak asal ambil. Dia ingin persiapan pernikahannya ini harus mengetahui secara pasti sebelum bertemu dan melakukan interview dengan tim WO.


Saat bertemu mereka, pihak WO, Castel dan Rachel mempersiapkan segala sesuatunya yang ingin disampaikan, karena disini mereka berdua diibaratkan sebagai pihak yang akan meng–hire seseorang untuk bisa diajak bekerjasama mewujudkan seluruh impian pernikahan, jadi jangan sampai pertemuan tersebut malah menambah sulit menentukan WO yang tepat untuk membantu mereka.


Saat bertemu dengan tim WO Castel dan Rachel juga sudah tahu berapa jumlah undangan yang akan di undang. Jumlah tamu undangan ini sangat berpengaruh ke service dari WO. Biasanya WO akan menentukan harga sesuai dengan jumlah tamu undangan yang diundang juga. Jadi mereka berdua digelar mempersiapkan biaya yang dikeluarkan nanti. Tapi Castel sudah mempersiapkannya dengan baik


Rencana persiapan pernikahan mereka juga sudah harus ditentukan tanggal yang pasti, kapan pernikahan akan digelar. Hal ini supaya pihak WO bisa langsung mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.


Mereka berdua akan bertemu dan meng–interview WO, dan pastinya mereka juga sudah punya bayangan rencana konsep pernikahan nantinya. Walaupun masih bayangan kasar namun setidaknya Rachel dan Castel bisa menyampaikan kepada mereka, pihak WO, dan disini bisa melihat respon pihak WO. Apakah mereka cukup meyakinkan dan terpercaya untuk bisa bekerjasama dengan baik atau tidak.


WO biasanya memiliki bermacam–macam service. Mulai dari wedding planner yang bisa dibilang service, ini cukup lengkap dan meringankan calon mempelai. Tapi budget atau biaya yang dibutuhkan juga cukup besar. Lalu adalagi dengan paket All in one package dan juga D–Day package yang mana keduanya berbeda service.


Jadi sebaiknya Castel dan Rachel mengetahui dulu situasi dan kebutuhan mereka seperti apa.


Tapi karena Castel tidak memiliki waktu yang cukup untuk mondar–mandir ketemu vendor satu per satu berarti membutuhkan bantuan seperti wedding planner, dengan melibatkan Rachel di dalamnya. Namun Castel tidak memaksa calon istrinya itu, sebab dia memang tidak bisa mendampingi dalam semua kegiatan persiapan yang diperlukan.


Mungkin jika untuk Fitting busana terakhir kalinya, Castel bisa ikut, sebab itu juga berurusan dengannya secara langsung.


"Jika semua sudah siap, Aku akan meminta tolong pada Mr Andreas agar menghandle pekerjaan sendiri."


"Aku mau memprioritaskan kepentingan kita berdua di atas segalanya, terutama untukmu."


Rachel tersenyum dan bersyukur atas segala sesuatu yang dia miliki saat ini. Tidak ada lagi yang bisa membuatnya bahagia dan selalu tersenyum, selain semua yang ada pada dirinya Castel.


"Terima kasih my Angel."


"terima kasih kembali my Angel."


Mereka berdua saling melempar senyum satu sama lain. Menikmati kebahagiaan dalam kebersamaan mereka berdua saat ini.


Sebuah kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan Rachel, sebab kehidupannya terasa lengkap dengan adanya Castel di sisinya. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, kini bisa dia rasakan.


Biasanya Rachel hanya sendirian menjalani kehidupan yang keras di ibukota. Dan kini dia sudah mendapatkan belahan jiwanya, yang justru dua dapatkan jauh sampai ke negara Qatar sana.


"*Aku sangat bersyukur karena my Angel masih mau menemani diriku untuk bisa menjalani kehidupan ini kedepannya nanti."


"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengungkapkan rasa bahagia dan rasa syukur dalan hati."


"Yang pasti ini adalah anugrah terindah dan terbesar yang patut untuk Aku syukuri sepanjang hidupku*."


Rachel benar-benar merasa sangat beruntung karena bisa menenangkan tiket ke Qatar, yang pada akhirnya mempertemukan dirinya dengan Castel. Malaikat yang menolong dan menjaganya. Bahkan berjuang untuk meminta ijin ke surga demi untuk bisa menjadi pasangannya di dunia.


Tentu saja Rachel tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak bersyukur sepanjang waktu.


"Terima kasih Tuhan untuk semua yang sudah terjadi dalam kehidupanku ini. Aku benar-benar tidak tahu lagi, bagaimana caranya mengucapkan terima kasih dan ucapan rasa syukur."


Setiap saat Rachel menitikkan air mata bahagia dan rasa syukur atas semua kejadian yang terjadi pada dirinya.


Tapi dia berusaha untuk bisa sewajarnya jika berada di dekat Castel. Dia tidak mau jika terlihat cengeng karena sering menangis dalam bahagianya.


"Hiks hiks hiks... Mama, Papa. Rachel akan segera menikah dengan malaikat yang menjaga Rachel."


"Berbahagialah kalian berdua dan tenanglah. Rachel ada yang menjaga di dunia ini. hiks hiks hiks..."


Rachel berbicara sendiri dengan pigura foto kedua orang tuanya sambil menangis.


Sekarang dia kembali meletakkan pigura foto tersebut pada tempatnya. Dia tersenyum setelah pigura foto tersebut ada pada tempatnya semula.


Dia kembali ke pinggir tempat tidur untuk meneliti coretan-coretan buku, yang tersusun untuk daftar tamu undangan yang akan di undang pada waktu pernikahannya nanti.


Rachel sudah menyiapkan nama-nama tamunya, yang tentunya tidak terlalu banyak.


Dia hanya akan mengundang teman-teman tempatnya bekerja dulu di mall, dan warga sekitar rumahnya. Mereka semua adalah tetangga yang baik dan penuh perhatian padanya sejak dulu.