Angel Keeper

Angel Keeper
Bahagia Itu Datang



Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu Rachel bersama dengan Castel. Di mana hari pernikahan mereka dilaksanakan.


Meskipun tes DNA yang dilakukan oleh Rachel belum keluar hasilnya, tapi karena tanggal pernikahan sudah ditetapkan tetap harus dilaksanakan sesuai jadwal dan rencana sebelumnya.


Tapi tentu saja sekarang sudah berbeda, sebab yang sebelumnya Rachel hanya akan ditemani oleh para tetangga dan pak RT tempat tinggalnya, kini ada Mr Andreas dan nyonya Yunita yang ikut mendampingi dirinya.


Rachel tentu saja mereka sangat bahagia dengan adanya anggota keluarganya ini, meskipun belum diketahui kebenarannya secara pasti. Namun baginya semua itu sama untuk Rachel, yang sudah terbiasa selama ini.


Ternyata sejak lahir Rachel sudah diincar oleh para iblis, sehingga diculik dan dipisahkan dari keluarga aslinya.


Tapi berkat malaikat Castel, Rachel bisa diselamatkan bahkan kini secara tidak sengaja bertemu dengan keluarganya. Dan itu juga karena Castel ada hubungan bisnis dengan Mr Andreas.


Pada awalnya Castel sendiri mencurigai Mr Andreas sebagai orang yang akan merebut Rachel dari sisinya. Tapi sekarang dia juga ikut bersyukur, karena ternyata Mr Andreas adalah saudara Rachel sendiri. Dan itu sudah cukup untuknya, karena yang pasti Rachel tetap aman berada di sisinya.


"Selamat Sayang," ucap Nyonya Yunita, setelah anaknya itu selesai melaksanakan prosesi pernikahan bersama dengan Castel.


Mereka berdua saling berpelukan, dengan menitikkan air mata haru dan bahagia. Sedangkan Mr Andreas sendiri sedang memeluk iparnya, yang pada awalnya hanya rekan bisnis biasa.


"Selamat Mr Castel."


"Hai... sekarang Aku adalah adik iparmu, jadi stop memanggilku dengan Mr Castel."


"Hahaha... Kamu juga dengan lagi memanggilku dengan sebutan Mr Andreas. Cukup Abang atau Kakak."


Mereka berdua kembali berpelukan sebagai saudara, yang bisa memberikan dampak positif pada pesta pernikahan Rachel.


Setelah Nyonya Yunita mengurai pelukannya pada Rachel, kini dia beralih pada Castel. "Selamat menantuku. Mama berharap Kamu bisa terus menjaga dan membahagiakan Rachel, anaknya Mama."


"Terima kasih Nyonya. Tentu saja itu semua akan Saya lakukan, sebab sudah menjadi tugasku sebagai suaminya."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Castel, Nyonya Yunita merasa keberatan atas panggilan Castel untuknya. Dia ingin Castel memanggilnya sebagai Mama, sama seperti yang dilakukan oleh Rachel padanya.


Castel menyetujui permintaan mama mertuanya, sebab itu sama seperti yang dia lakukan pada Mr Andreas juga.


"Selamat adikku..."


Mr Andreas memberikan ucapan selamat kepada Rachel, dengan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Rachel ke dalam pelukannya sebagai saudara.


Rachel yang kemarin-kemarin masih merasa sungkan, kini berusaha untuk bisa sewajarnya menerima kehadiran laki-laki lain yang tadinya asing. Tapi anggukan samar yang diberikan oleh suaminya, pada saat dia meminta persetujuan Castel, membuat Rachel akhirnya tersenyum kemudian menghambur ke dalam pelukannya Mr Andreas.


"Kakak..."


Rachel memeluk kakaknya dengan berlinang air mata haru. Dia merasakan bahagia, karena ternyata dia tidak sendirian lagi. Sebab selain sudah memiliki Castel sebagai suaminya, kini dia juga memiliki mama dan kakak. Hal yang tidak pernah dia sangka-sangka dan bayangkan sebelumnya.


Suasana pesta pernikahan yang meriah, menambah rasa bahagia untuk kedua mempelai dan juga Mr Andreas, sebab dia telah berhasil menemukan adiknya untuk keikhlasan mamanya.


Nyonya Yunita yang sudah tidak lagi memiliki harapan untuk bisa menemukan anaknya, kini bisa berkumpul lagi. Meskipun sebenarnya pembuktiannya belum keluar, sebab hasil tes DNA baru akan keluar sebulan kemudian.


Tapi semua itu tidak bisa menghentikan rasa bahagia dan syukur mereka semua.


'*Terima kasih Tuhan. Akhirnya Aku bisa memenuhi janjiku pada Papa untuk menemukan adikku.'


'Aku pasti akan selalu menjaganya, meskipun dia sudah memiliki suami*.'


Mr Andreas benar-benar merasa sangat bersyukur atas apa yang terjadi pada keluarganya sekarang, dengan bersatunya kembali adiknya yang sudah menghilang.


*****


Satu bulan kemudian.


Rachel merasa deg degan disaat menunggu hasil pembacaan tes DNA yang dilakukannya sebulan yang lalu.


Castel mengambil tangan istrinya, kemudian menggenggam tangan tersebut untuk memberikan ketenangan dan kekuatan.


"Tenang ya my Angel."


Rachel menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan suaminya itu. Meskipun tetap saja jantungnya berdetak kencang saat menunggu detik-detik dokter membacakan hasil tesnya.


Sama halnya seperti yang dilakukan oleh Mr Andreas. Dia juga menggenggam tangan mamanya, memberikan ketenangan agar nyonya Yunita bisa lebih tenang.


"Mama deg-degan Andre."


"Andre juga Ma. Tapi kita harus tetap yakin, jika ini adalah jalan Tuhan untuk mempertemukan kita dengan Rachel."


Nyonya Yunita akhirnya mengangguk setuju, sebab tes DNA ini hanya untuk formalitas belaka, atas pengakuan mereka pada khalayak umum. Legalitas atas identitas Rachel atas keris keturunan keluarga mereka.


Mr Andreas juga tidak mempermasalahkan, jika Rachel akan mendapatkan bagian dari harta yang selama ini menjadi miliknya. Sebab sebagian harta yang selama ini dia kelola memang ada adiknya, meskipun Rachel tidak pernah berpikir sejauh itu.


"Selamat siang Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya."


Dokter dateng menyapa mereka bersama dengan asistennya, dengan membawa amplop yang tersenggel.


Ampol tersebut adalah bukti hasil tes DNA yang dilakukan Rachel sebulan yang lalu, guna memenuhi syarat dan legalitasnya sebagai anggota keluarga Mr Andreas.


"Semoga hasil tes DNA ini, sesuai dengan harapan dan doa kalian semuanya."


"Saya akan membacakan hasil tes dna ini."


Dokter meminta amplop tersegel itu dari tangan asistennya, kemudian mulai membuka segelnya.


Sebelum dia membaca keras untuk semua yang hadir dan menunggunya, dokter tersebut membaca terlebih dahulu dalam hati, tak lama kemudian tersenyum.


Apa yang dilakukan oleh dokter membuat sedikit lega Nyonya Yunita dan juga Mr Andreas.


"Dari data-data yang diperoleh dari tes DNA kemarin, di sini tertulis bahwa, 90% Nona Rachel sama dengan Mr Andreas."


Mata Rachel dan nyonya Yunita tidak bisa membendung air mata kebahagiaan sehingga mereka langsung menangis.


"Anakku..."


"Mama..."


Kini keduanya saking berpelukan erat, mengungkapkan rasa bahagia yang ada di dalam hati.


Begitu juga dengan Castel dan Mr Andreas, yang saling berpelukan mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya.


Setelah beberapa menit kemudian, setelah puas maling berpelukan, mereka semua mengucapkan terima kasih pada dokter dan asistennya. Dan setelah semuanya dirasa cukup, akhirnya undur diri untuk meninggalkan rumah sakit.


"Sama-sama, dan selamat untuk keberhasilan tes DNA ini." Dokter juga mengucapkan selamat pada mereka.


Akhirnya kebahagiaan Rachel yang selama ini hidup dan berjuang sendirian, mendapatkan banyak sekali keberuntungan dan kebahagiaan.


Setelah bebas dari jeratan intaian para iblis, kini dia telah memiliki suami dan menemukan kembali keluarganya yang telah terpisah berpuluh-puluh tahun yang lalu.


Kebahagian yang tidak bisa diukur oleh apapun, yang patut untuk selalu disyukuri oleh Rachel dan keluarga Mr Andreas.


Castel juga tersenyum dan bersyukur karena kini menjadi suaminya Rachel. Gadis suci yang dulunya menjadi tanggung jawabnya untuk selalu dijaga. Dan sekarang dia akan terus menjaganya sepanjang waktu dalam hidupnya.


*****


NB : Selamat untuk Rachel dan Castel...