Angel Keeper

Angel Keeper
Persiapan Ritual Persembahan



"Castel always gets top priority from coaches? even though he was too busy with his personal matters here! There is no solidarity for the team."


"Iya, Castel terlalu egois dengan kesibukan yang dia miliki."


"Apa tidak ada sangsi dari pelatih?"


"Pelatih tim terlalu menganakemaskan kiper Castel, jadi justru menjadi-jadi."


"Apa tidak ada pengaruh untuk final nanti, jika dia seperti ini terus?"


"Who knows. I myself have no idea what Castel is doing out there."


Ternyata seringnya Castel absen atau ijin terlebih dahulu, jika ada pelatihan atau konferensi pers, membuat beberapa temannya memperbincangkan permasalahan ini satu sama lain. Ada dis komunikasi yang membuat kecemburuan sosial sesama pemain dalam satu tim.


Mereka bahkan sudah memberikan protes dan usulan pada pelatih, upaya mengganti kiper Castel saja untuk pertandingan selanjutnya.


Castel dianggap tidak profesional dan gegabah dalam melakukan pergerakan-pergerakan yang bisa disorot media, karena dia mendapatkan perhatian khusu, bahkan sebelum acara pembukaan piala dunia Qatar di mulai, Castel sudah membuat berita yang menghebohkan dengan adanya skandal dengan seorang gadis yang berasal dari Indonesia.


Bahkan pelatihnya sendiri juga sudah menegurnya secara langsung, pada saat Castel tidak mengikuti acara pertemuan ataupun jumpa pers, yang sedang dibicarakan temannya. Sehingga Castel dianggap perlu digantikan oleh orang lain saja, pada saat babak final besok.


Tapi Castel selalu bisa memastikan, bahwa dia akan tetap bermain secara profesional, untuk kemenangan timnya. Dan janjinya itu selalu bisa dibuktikan dengan kemenangan yang selalu diraih tim, meskipun kadang kala di babak awal mendapatkan kekalahan. Tapi Castel selaku bisa waspada setelahnya, sehingga gawangnya tidak kebobolan lagi oleh lawan.


Dan teman-teman pemain yang lain, juga ada yang mendukung Castel, karena selama ini aturan timnya dianggap sebagian dari mereka terlalu keras. Tidak adanya toleransi terhadap privasi, atau permasalahan pribadi.


Setiap orang memiliki perasaan dan emosi, yang tidak selalu bisa menjaganya di depan umum. Jadi kadang-kadang hal semacam ini menjadi pro dan kontra.


Tapi untuk Castel White sendiri tidak mempermasalahkan semua itu. Dia hanya bisa mencoba memberikan keyakinan pada tim dan pelatihnya, bawa dia bisa dan mampu menjalankan tugasnya sebagai kiper sebaik mungkin dengan sepenuh kemampuannya.


"Aku tetap bermain dengan baik dan profesional, apapun yang terjadi padaku permasalahan yang Aku miliki."


"I'll prove that, I'm still the best goalkeeper!"


Begitulah tekad Castel, yang saat ini sedang menjalankan tugasnya sebagai malaikat. Menyelamatkan gadis suci dari rencana persembahan yang dilakukan oleh tangan-tangan iblis yang tidak pernah memiliki cinta kasih.


*****


Di kamar hotel Calista.


Ada banyak pisau, lilin, bunga-bunga, botol-botol wewangian dan simbol-simbol pentagram, yang biasa digunakan oleh pemanggil arwah atau iblis, tersusun rapi di meja besar yang sudah dipersiapkan Erlik dan Aditya.


Di kamar hotel Calista, yang di sewa selama pertandingan piala dunia di Qatar, sudah berubah seperti tempat persembahan yang menyeramkan dengan aura yang gelap, ditambah dengan penerangan lampu yang sengaja dimatikan. Hanya ada satu lampu dengan sinarnya yang remang-remang, itupun berada di kamar mandi, bukan di ruangan tersebut.


Bau amis darah yang mengguar, tercium di indera penciuman menambah kesan magic dan mistis, yang kesannya bertambah horor dan mengerikan.


Sejumlah objek yang biasa digunakan untuk ritual ini memang sudah dipersiapkan sejak awal oleh mereka. Tapi dengan kekuatan iblis mereka, akhirnya tidak ada yang bisa mengetahuinya. Jadi identitas diri asli mereka sebagai kelompok iblis, tidak pernah ada yang mengetahuinya. Bahkan Castel sendiri baru menyadari pada saat awal pembukaan sudah dimulai.


Para iblis percaya jika bulan purnama, bulan bersinar penuh pada malam ini akan membuat ritual, pemujaan dan persembahan mereka berhasil dengan sempurna. Membuat mereka bisa kembali ke neraka dan surga sesuka hati, sungai dengan kemauan mereka.


Sekarang mereka bertiga, Erlik, Aditya dan Calista, mulai mempersiapkan diri mereka dalam upacara ritual persembahan gadis suci. Mereka tidak lagi menggunakan baju lengkap, tapi hanya sebatas kain yang dililitkan sampai area d4d4. Sama seperti sedang memakai kemben.


Luka sayatan di tangan kiri dan kanan mereka masih segar, karena baru saja digunakan untuk mengeluarkan darah yang ditampung di dalam mangkuk-mangkuk tersebut.


Ritual atau upacara ini sama dengan pemujaan, yang merupakan aktivitas kuno, bahkan yang terjadi hingga masa modern. Sama seperti yang dilakukan oleh Erlik bersama dengan kedua anak buahnya.


Ritual ini juga dilakukan untuk menyatukan raga pemuja dengan gadis suci, sehingga ritual iblis ini sangatlah mengerikan sebab melibatkan kekerasan fisik dan seksual bagi korban persembahan. Bahkan untuk sesama jenis, Calista, juga akan melakukan hal yang sama.


Hal inilah yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh para iblis, karena dengan penyatuan para acara ritual tersebut, akan membuka gerbang surga dan neraka, sehingga mereka dapat dengan bebas menentukan pilihan. Apakah akan pergi ke surga atau neraka, sesuai dengan keinginan mereka pada saat melakukan penyatuan tersebut.


"Jangan biarkan malaikat sampah itu bisa masuk ke kamar ini! Beri mantra berlapis, supaya dia tidak bisa menembusnya!"


Erlik memberikan perintah kepada Aditya, supaya memberi perlindungan pada kamar Calista, agar Castel tidak mampu menembus dan masuk dari arah mana pun.


Dia tentunya tidak ingin ritual persembahan ini diganggu oleh Castel, yang akan berusaha merebut kembali Rachel dari tangan mereka.


Keadaan Rachel saat ini sudah tidak lagi sama seperti kemarin, karena dia sudah dalam keadaan polos tanpa mengenakan sehelai benangpun untuk menutupi tubuhnya. Tapi sudah digantikan dengan kelopak-kelopak bunga mawar dan melati, yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga bisa menutupi bagian-bagian tertentu pada tubuh polos Rachel.


Pada bagian wajah Rachel, Calista juga meriasnya dengan sangat cantik tanpa makeup yang berlebihan. Sedangkan alas tidur yang digunakan untuk meletakkan tubuh Rachel menggunakan kain putih bersih yang beraroma sangat harum.


Sekarang dupa mulai dibakar. Aromanya memenuhi seluruh ruang kamar hotel Calista tidak seberapa besar. Membuat asap dupa tersebut dengan cepat menyebar.


Erlik bahkan menghirupnya banyak-banyak, hingga memenuhi seluruh paru-paru. Membuatnya tersenyum penuh kemenangan.


"Tidak akan ada yang bisa menggagalkan ritual ini untuk malam purnama di Qatar."


"I will unite the body of this demon worshipper with the pure maiden until it reaches Consummation."


"Hahaha... jiwaku akan sempurna dan Aku tak tertandingi!"


Erlik dengan bangga, menyatakan mimpi untuk kemenangannya, padahal ritual persembahan tersebut belum dimulai.