
Pertandingan sepak bola yang tadinya ditinggalkan oleh castel, demi misi untuk menyelamatkan Rachel akhirnya kembali berlangsung, tepat pada saat waktu yang tadinya dihentikan berakhir.
Castel juga bisa bermain lebih baik dan berkonsentrasi pada bola, karena perasaannya yang lebih lega setelah berhasil menyelamatkan gadis suci. Dengan demikian, misinya sebagai seorang malaikat di bumi ini telah berhasil.
Sekarang Castel berkonsentrasi pada tugasnya sebagai kiper, yang bertugas melindungi gawangnya dari kebobolan bola, dengan menggunakan seluruh badannya termasuk tangan.
Untuk babak pertama dan kedua, tim Castel bersih tanpa ada bola yang masuk ke gawang yang di jaga oleh kiper Castel. Hal ini biasa disebut dengan Clean sheet, yang bisa diartikan sebagai capaian kiper atau tim yang tidak kebobolan gol dalam satu pertandingan penuh.
Kiper Castel yang menggunakan jersey berlengan panjang, tersenyum puas dengan kesuksesan tim-nya. Castel memang mengunakan costum yang berbeda dengan pemain yang lain, sesuai dengan tujuannya mengunakan lengan panjang, yaitu bertujuan untuk melindungi lengannya, supaya ketika harus jatuh bangun mengawal gawang, siku kiper aman dan tidak terluka.
Sesuai dengan sejarah sepakbola pada era lampau, tidak seperti sepakbola era saat ini, dimana nomor punggung pemain itu berurutan dimulai dari penjaga gawang, hal itu membuat penjaga gawang utama memakai nomor punggung 1 dan penjaga gawang kedua memakai nomor punggung 12. Nyatanya Castel tetap mengunakan nomor punggung 1, untuk keberuntungannya sebagai kiper, dan ini sudah langsung sejak dia masuk dan berduka sebagai kiper.
Castel juga menggunakan cara lama, meskipun ini hanyalah sebatas mitos, tapi pada kenyataannya sering berhasil. Yaitu meludahi sarung tangan, pada saat bertugas sebagai kiper.
Ludah diyakini bisa menambah daya lengket. Seperti diketahui, para kiper membutuhkan tangkapan serta cengkeraman yang kuat dan sarung tangan yang basah bisa membantu mereka. Sarung tangan kiper biasanya terbuat dari busa sintetis atau bahan serupa lainnya.
Semangat para pemain sepak bola termasuk kiper juga dipengaruhi oleh kehadiran suporter, yang ternyata tidak hanya sebagai penyemangat pemain di lapangan.
Banyak survei membuktikan, teriakan-teriakan dari para penonton di stadion dari juga membawa pengaruh bagi wasit yang memimpin pertandingan. Setidaknya itulah hasil yang didapat dari sebuah jajak pendapat terhadap ribuan orang. Bahkan Poling yang dilakukan oleh Dana Centre di Museum Sains London memperoleh hasil bahwa 98 persen responden percaya bahwa kegaduhan yang diciptakan penonton dapat mempengaruhi keputusan wasit. Walaupun demikian 50 persen dari mereka tak menganggap biasa, yang terjadi di lapangan tersebut sebagai sebuah masalah. Untuk klub yang mendapat keuntungan dari keputusan wasit yang dipengaruhi penonton seperti Manchester United berada di peringkat pertama dengan 59 persen, lalu Chelsea (15%), Arsenal (7%), dan Newcastle United (1%).
Tetapi nilai satu persen ini tidak mengurangi keyakinan para fans, bahwa merekalah yang sebenarnya paling memberikan pengaruh bagi keputusan wasit.
"Saya percaya bahwa keputusan wasit dipengaruhi tekanan lingkungan sekitarnya, tentunya bagaimana hal itu dapat terjadi memang tidak terlalu meyakinkan," ujar Profesor dari Universitas Wolverhampton Alan Nevill yang sedang mempelajari penonton sepakbola seperti dilansir Reuters.
Penelitiannya juga menunjukkan bahwa kebisingan para penonton mempunyai pengaruh yang menguntungkan bagi tim, karena akan menambah semangat para pemain.
Tak bisa dimungkiri, suporter merupakan elemen penting dalam pertandingan sepak bola. Keberadaan suporter kerap memberikan warna berbeda di stadion dan menambah keseruan pertandingan.
Tak hanya bernyanyi sepanjang laga, suporter juga kerap menunjukkan aksi kreatif dan menghibur sehingga membuat permainan semakin hidup. seperti menampilkan aksi koreografi dan sebagainya.
Para suporter tak hanya datang mendukung, namun datang dengan gaya yang unik. Beragam gaya ditunjukkan, misalnya saja mengenakan gaya pakaian layaknya superhero yang mendunia, hantu atau kostum badut fenomena. Selain bergaya nyeleneh tersebut, ada suporter yang membawa tulisan berisi kata-kata yang unik.
Hal tersebut tentunya untuk memberikan semangat kepada tim kebanggaan. Biasanya kata-kata suporter tersebut mengandung kritikan, menyemangati para pemain yang sedang bertanding, atau memberi tekanan pada tim lawan. Tak hanya itu, kata-kata suporter tersebut juga terkadang untuk saling menyemangati sesama suporter.
"Ye...."
Plok plok plok!
"You can, you're a hero, you win!"
"Show madness on the field! You are a powerful desert lion!"
I like your style, I love you!"
Dengan keberadaan kiper Castel, yang selalu bisa menahan serangan. Sehingga gawang selalu aman dan tidak kemasukan bola dari lawan, membuatnya bertahan untuk dijadikan sebagai kiper yang diidolakan.
Bapak final akan dilakukan satu hari lagi, dan waktu 1 hari tersebut akan digunakan Castel untuk menjenguk dan menemani Rachel di klinik hotel.
Tapi ternyata jadwal untuk pertemuan dan wawancara di media-media yang meliput secara resmi, membuat waktu Castel tidak bisa longgar, sehingga rencananya untuk pergi ke klinik setelah pertandingan selesai gagal.
"Ayolah... kapan ini ada waktu luang? Aku ingin menemani Rachel di klinik. Apakah dia sudah sadar, atau dia masih pingsan?"
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Castel, membuatnya terlihat gelisah sehingga mendapatkan pertanyaan dari salah satu wartawan yang mengikuti konvensi pers tim-nya.
"Kiper Castel, apa membuat anda terlihat cemas? are you looking for the girl who was yesterday? where is she, why was the girl not seen earlier?"
"Ya, ke mana gadis yang kemarin digosipkan dekat dengan Anda?"
"Did he return to his own country?"
"Kami ingin mendapatkan kepastian dari Anda sendiri, bagaimana hubungan Anda dengan gadis tersebut? terlepas dari kontroversial kemarin."
Castel hanya diam saja, mendapatkan berbagai pertanyaan dari para awak media.
Dia tidak mau memberikan jawaban apapun terkait dengan Rachel, karena dia sudah membuat konferensi pers beberapa hari kemarin, sama dengan pelatihnya.
"Seharusnya Anda, awak media, melihat berita yang kemarin itu. Kenapa harus bertanya lagi?" Pelatih dari tim Castel balik bertanya pada para awak media, yang sepertinya sengaja menyudutkan Castel, dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah dianggap selesai setelah konferensi pers kemarin.
"Tapi kenapa kiper Castel seperti tidak berkonsentrasi dengan jumpa pers ini?"
"Or is he under pressure from certain parties, not to publish his relationship with the girl?"
"Atau ini memang disengaja, supaya popularitas para pemain, terutama kiper Castel tetap menjadi idola untuk para penggemarnya?"
Para awak media justru membuat pertanyaan yang menuduh Castel, dengan pertanyaan dan pemikiran mereka sendiri, terkait Rachel yang tidak terlihat dalam pertandingan tadi.
"Sudah ya semuanya!"
"Konferensi dan jumpa pers ini sudah selesai. Kami para pemain dan semua yang terkait mau beristirahat untuk final selanjutnya."
"Kami minta maaf dan tolong jaga privasi kami juga," kata pelatih, pamit pada awak media yang hadir.
Dengan akhirnya acara ini, Castel segera pergi ke klinik untuk menemui Rachel.