
Seminggu berlalu sejak aku bangun. Aku kini berada di sebuah mansion di Desa Genneva, 250 KM dari Kota Reverie. Desa Genneva adalah pusat dari Pulau Cleaver yang luasnya seperdelapan dari Kota Reverie. Yah, artinya hanya ada desa ini di Pulau Cleaver.
Sora sudah tinggal disini selama 6 tahun, bersembunyi dari perburuan Projects. Pulau ini cukup terkenal dengan pemandangannya.
"Indah, bukan?" Sora menghampiriku yang sedang menatap lukisan sunset di ruang tamu. Di tangan kanannya ada sebuah koper, entah apa isinya.
"Lukisan ini sudah diwariskan sejak 300 tahun yang lalu. Cukup bersejarah, tapi pelukisnya tidak terkenal. Jadi tidak ada yang menganggapnya begitu," Sora perlahan mengusap bingkai lukisan.
"300 tahun... pelukisnya pasti hebat sekali. Gambarnya begitu hidup"
"Tentu. Dia sudah melukis lebih dari 50 lukisan, sayang sekali tidak ada yang menghargainya. Sebaliknya, orang-orang lebih menghargai segores cat di atas kanvas pelukis terkenal. Menyedihkan sekali," Sora berjalan meninggalkan aku yang masih terpaku menatap lukisan itu.
Ada sesuatu di sudut bawahnya, sebuah tanda tangan. Bertuliskan 'Pujian untuk Tuhan'.
...---...
"Sampai sekarang, kita belum bisa keluar dari sini. Keadaan di luar sana masih kacau. Dengan ledakan wabah, pemerintah pasti menyadari bahwa Projects masih hidup. Jadi mereka akan menganalisis dokumen lama milik pencipta kita, Profesor Azura," Sora berbicara di depan ruang tamu, kami semua berkumpul untuk rapat memikirkan langkah selanjutnya.
"Kita para Projects, tercipta dari Sel Mathanus. Sel itu sendiri tidak ditemukan di bumi, melainkan di luar angkasa. Komet Zane adalah tempat sel itu hidup dan ditemukan, melintas setiap 10.000 tahun sekali. Saat ini, satu-satunya ambisi Zero adalah menemukan Mathanus Adrenaline yang dapat memicu pertumbuhan Sel Mathanus
"Lalu, kenapa dia mengincarnya? Sepenting apa benda itu? 7 tahun yang lalu, Zero disegel di sebuah bunker ciptaanku. Bunker itu memiliki material yang tidak disukai Sel Mathanus, Air raksa. Selama 7 tahun dia terkurung, kekuatannya memudar. Untuk mengembalikan kekuatannya, dia membutuhkan Mathanus Adrenaline."
"Tapi, bagaimana dengan ledakan itu? Bukankah Zero menjadi lemah?" tanya Sam.
"Kemungkinan bukan dia pelakunya, tapi Nine" Sora menunjukkan sebuah foto pada Sam.
"Wajahnya memang tertutup topeng, tapi aku tahu kalau dia bekerjasama dengan Kaum Resistence untuk menghancurkan pemerintah. Aku pernah melihat catatan riwayatnya di kantor pemerintah"
"Tunggu, kau bilang pemerintah memburu Projects, kenapa kau bisa bekerja di sana?" potong Bill.
"Tentu saja menyamar, aku tidak bodoh. Aku bekerja di sana untuk menggali informasi tentang ilmuwan yang berkaitan dengan Projects. Tapi hasilnya nihil, tidak ada catatan atau rekaman tentang itu," Sora duduk di sofa dan meminum segelas air sebelum kembali berbicara.
"Jadi kita harus menemukan Mathanus Laboratory sebelum Zero menemukannya. Tapi tidak ada petunjuk selain ini," Sora mengulurkan secarik kertas padaku.
Ada sebuah foto seseorang di kertas ini. David Bossman, seorang ketua Mafia di Kota Charon, sebelah Kota Reverie.
"David Bossman, dia pernah mendanai Eksperimen Projects 8 tahun yang lalu. Hanya itu petunjuk yang tersisa dari catatan pemerintah. Suatu hari, dia datang ke gedung pemerintah dengan beberapa anggotanya dan melakukan kontrak kerjasama dengan para ilmuwan," Sora menatap Miko yang terlihat syok.
"Jangan terbawa perasaan, Miko. Ayahmu mendanai eksperimen ini. Beberapa tahun yang lalu ayahmu memberikan dirimu pada pemerintah untuk dijadikan kelinci percobaan. Itulah alasan ayahmu tidak menyukai Ibukota setelah eksperimen itu berakhir, dan memilih untuk tidak melaporkanmu. Dia menyesal"
"Jadi... selama ini..."
"Ya, kau sudah dilupakan sejak lama," kata Sora. Ada hening yang panjang setelah itu. Lalu Bill kembali bicara.
"Jadi dimana orang itu sekarang?" tanya Bill.
"Tenang saja, aku sudah menemukan lokasinya. Sekarang kita harus bersiap untuk pergi kesana"
"David Bossman ada di pulau ini"