
Sora
"Cih, mereka menangkap Bill dan Rave juga! Miko, cepat bangunkan ayahmu itu!" teriakku. Aku, Miko, Laura, dan David Bossman sedang berada di sebuah gudang kargo di pelabuhan. Seharusnya rencana berjalan mulus sesuai prediksiku. Tidak kusangka Zero dan komplotannya datang ke pulau ini dan mengacaukan semuanya.
"Ayah, bangunlah..." Miko mengguncang pelan bahu David. Aku yang sedang duduk di depan monitor pelacak, geram dan segera beranjak.
Ku ambil seember air es di sebelah kursiku, lalu menyiram wajah David dengan kasar seperti membuang air kotor. David terbatuk dan sadar dari pingsannya.
"Apa-apaan kau?! Dasar—"
"Ayah... kau mengingatku, kan?" Miko memotong kalimat David. David yang mendengarnya langsung menoleh dan terpaku.
"Miko? Kau... benar Miko, kan?" David bergetar sambil menyentuh lembut wajah putrinya.
"Akhirnya kau bangun juga, dasar pria tua. Kau pikir sudah berapa lama kami menuggu?" aku memotong adegan dramatis di hadapanku.
"Kau... mungkinkah? Projects? Sama seperti Miko?" David menatapku dari atas sampai bawah.
"Kalau iya kenapa? Sudahlah, hentikan reuni tak berguna ini. Ada hal penting yang harus ditanyakan padamu," aku segera menunjukkan sebuah simbol padanya.
"Kau tahu ini, kan? Dimana mereka menyembunyikannya?" tanyaku dengan tegas.
"Mathanus Laboratory? Kalau kau bertanya padaku, artinya kau salah orang"
Aku mulai tidak sabar menghadapi orang ini. Segera ku tarik janggutnya dan menatap dalam matanya, "Dengar, David. Tidak ada orang yang tahu simbol ini selain Projects dan orang-orang yang bersangkutan dengan penelitian. Aku tahu kau mendanai penelitian itu. Jadi kutanya sekali lagi. Dimana tempat itu berada?!" aku berteriak. Astaga, sudah lama sekali aku tidak berteriak karena emosi.
"Whoa... baiklah! Akan kuberitahu apa yang kutahu" David ketakutan dan memegangi dagunya setelah kulepas.
"Sebenarnya, aku tidak tahu tempatnya"
"Kau—"
"Tapi, aku punya petunjuk lokasinya. Hanya itu yang kutahu. Dengarkan ini. Laboratorium itu berada jauh dibawah tanah istimewa. Panah kayangan pernah menancap di tanah itu. Lampaui batas pikiranmu dan kau akan menemukannya"
"Apa? Apa maksudmu?"
"Hanya itu yang kutahu. Pemerintah tidak memberi informasi lengkap pada donatur kecil sepertiku. Aku sudah lama mencoba memecahkan kalimat itu sejak dulu, tapi tidak ada yang kutemukan di tempat yang diduga"
Aku terdiam sejenak, "Begitu rupanya... Kalau begitu, urusan kita selesai. Miko, sekarang giliranmu. Kau harus melawan emosi pribadimu"
Miko hanya terdiam. Dia masih ragu untuk melaksanakan tugas terakhir dalam rencana ini. Bunuh David Bossman, sebelum Zero membunuhnya.
"Aku... tidak bisa melakukannya, Sora," Miko mengeluh. Dia menangis sambil meletakkan pistol di tangannya.
"..."
"Lagipula, kenapa harus dilakukan? Aku menyayangi ayahku, walau dia dulu tidak menganggap ku sebagai anaknya"
Aku terdiam sebelum bangkit dari kursi dan menendang Miko hingga dia tersungkur dan pingsan. David yang melihatnya langsung bereaksi. Dia menerjang ke arahku.
Keputusan salah. Air es itu sudah kucampur dengan bahan kimia lengket, yang akan mengeras dan melekat saat kehilangan suhu di atas 2 derajat Celsius. Ketika kau bergerak spontan dengan cepat, hasilnya akan mengerikan.
Seluruh sendi milik David mengalami luka parah. Kulitnya mengelupas dan dagingnya mencuat keluar. Dia langsung terjerembap ke lantai dan mengerang.
"Kau lihat, Miko? Sudah kubilang untuk menghabisinya dengan cepat," aku mengambil pistol di tangan Miko dan membidik kepala David.
"Selamat tinggal, David. Kirimkan salamku pada Alaster, keponakanmu. Tentang langit di hari ini"
"Apa? Bagaimana kau—"
...Dor!...
...---...
Zero
Sharon mengendarai mobil dengan mulus. Padahal dia belum cukup umur. Sebentar lagi kami akan sampai di pelabuhan Pulau Cleaver. Ketiga sandera yang sudah kutangkap masih terbaring di atas kursi empuk mobil Limosin. Wendy masih berjaga-jaga di belakang, menodongkan pistol ke kepala mereka.
"Tenang saja, mereka tidak akan bisa bergerak. Alat yang dibuat oleh Nine selalu berfungsi dengan baik," kataku sambil menghadap ke belakang.
"Aku tahu. Ini hanya untuk jaga-jaga. Omong-omong, aku belum pernah melihat Nine dengan jelas. Kalau boleh tahu, seperti apa dia?"
"Hmm... yah, aku sendiri juga belum pernah melihat wajahnya. Tapi yang jelas, dia adalah Projects seperti kita"
"Lalu bagaimana kita bisa mengenalinya saat di luar misi?"
"Kalau itu... dia selalu mengatakan hal yang sama saat ingin memberi sesuatu. Semacam kode"
"Langit hari ini sangat cerah"