
Bum!
Pertarungan masih berlanjut. Aku dan Nine terus bertukar pukulan demi pukulan. Tenaga kami seolah tidak terbatas, hingga kami tak menyadari bahwa kami sudah bertempur selama setengah jam.
Kota Reverie kini menjadi kacau. Distrik Selatan telah hancur sebagian karena pertarungan kami. Saat ini, aku masih bisa bertahan di medan tempur saja sudah sangat bagus. Hanya saja, Adrenalin-ku sudah hampir habis.
"Bagaimana, Bill? Kau masih ingin bertarung?"
"Tentu saja. Aku tidak akan kalah oleh seorang wanita manapun. Itu akan mencoreng nama baik Keluarga Clinton"
Nine melompat menghindari pukulanku. Lalu dengan memanfaatkan sebuah gedung parkiran, dia masuk dan muncul dengan sebuah truk dalam cengkeraman tangannya.
"Kau ini bukan manusia, ya?" candaku.
"Kita bukan manusia lagi, Bill. Sejak penelitian itu berhasil, kita bukan manusia lagi!" Nine melempar truk itu ke arahku.
"Sial, pantas saja aku jadi susah untuk mabuk oleh anggur," aku melepaskan pukulan keras, membuat truk itu remuk dan hancur. Nine muncul dibalik truk itu, lalu menerjang dan menendangku ke belakang.
"Kau tahu? Kurasa kau semakin lemah, Nine. Pukulanmu tidak sekuat saat pertama kali," aku menahan tubuhku yang terlempar jauh. Lalu berdiri tegak dengan posisi sempurna.
"Huh, kau juga sama. Efek samping Mathanus Adrenaline itu pasti sudah muncul, bukan?" Nine maju. Kemudian dia bersiap memukulku lagi. Serangannya gagal, aku sudah memprediksi itu dan menangkap tangan Nine. Lalu dengan cepat aku melempar tubuhnya ke atas. Nine dapat mengontrol keseimbangannya dan mendarat mulus di atas tiang listrik yang hancur setengah.
"Entahlah... aku tidak tahu ada efek sampingnya. Tapi kurasa pertempuran ini tidak akan lama lagi."
Sial, aku mulai merasakannya. Ada banyak bakteri dan virus yang masuk ke tubuhku karena perubahan metabolisme secara mendadak!
"Ya, penderitaanmu sampai disini!" Nine melepaskan jubahnya. Kini aku bisa tahu kenapa dia tidak terpengaruh oleh pukulanku.
"Zirah itu... dari berlian, bukan?"
"Benar, berlian termurni yang diciptakan olehku sendiri," kata Nine.
"Menciptakan? Siapa kau sebenarnya?"
Aku tidak bisa bergerak sedikitpun. Sial, apa yang terjadi? Padahal tidak ada apapun didekatku.
"Apa ini?!"
"Aku mengendalikan pakaianmu, Bill. Merekonstruksi molekul kain dan serat, lalu membuatnya menjadi sangat kaku dan lebih keras dari titanium"
Begitu, ya? Pantas saja zirah itu tidak pecah walau kuhantam berkali-kali.
"Benda ini tidak akan bisa menahanku!" Aku menghentakkan kaki. Seketika seluruh pakaianku robek dan hanya menyisakan zirah di tubuhku.
"Cih, dasar orang aneh!"
Nine menerjangku, lalu kami beradu tinju sekali lagi.
Bum!
Aku sudah merasakannya. Tanganku seolah ditekan oleh gravitasi saat lelah. Efek obat itu semakin parah. Aku harus segera menghentikan pertarungan.
Nine belum berhenti di pukulan pertama. Dia terus menghantamku bertubi-tubi. Tanpa celah, tanpa jeda. Seolah tidak ada batas stamina dalam dirinya.
"Sudah menyerah, Bill? Ayolah... aku bisa melihat wajahmu yang menahan sakit dibalik topeng itu. Menyerahlah, akan kuampuni nyawamu," Nine melancarkan pukulan yang sangat keras, membuatku terlempar sangat jauh dan menabrak sebuah gedung hingga gedung itu runtuh.
Sial, sudah sampai batas ya? Tidak kusangka dia bisa bertahan dari kekuatan penuhku.
"Dengan ini, selesai sudah!" Nine maju dan mengepalkan tinju kanannya.
Aku hanya menutup mata. Pasrah dengan keadaan tubuhku yang semakin memburuk.
Sial, seharusnya aku tidak memakainya langsung. Selamat tinggal, Laura.
Bum!