
Seminggu telah berlalu sejak kebakaran itu. Perusahaan memutuskan untuk memecat beberapa karyawannya, karena mereka mengalami kerugian akibat kebakaran.
Rave dan Jin juga keluar dari perusahaan. Bukan karena dipecat, tapi karena bosan dengan pekerjaan mereka yang terasa membosankan. Selama seminggu, mereka berencana bertahan hidup dengan memancing untuk makan tiga kali sehari.
Mereka hidup seadanya, sampai...
...---...
"Rave, ada surat untukmu" Jin berjalan menuju sofa, tempat dimana Rave tengah berbaring sambil menonton televisi.
"Surat? Orang seperti apa yang mengirim surat di era teknologi ini?" Rave meraih amplop putih dari tangan Jin. Sekilas dia membaca amplop surat itu, lalu dia terkejut.
"Ada apa? Apa itu surat penangkaran tunawisma?" tanya Jin.
"Ini... tidak mungkin! Sudah setahun lamanya..."
"Apa sih? Biar kulihat!" Jin merebut amplop itu dengan paksa dan membaca isi pembuka surat itu, "Pesta? Ini undangan pesta? Dari siapa, Rave?"
"Mana kutahu. Yang jelas, sudah setahun lamanya aku tidak menghadiri pesta. Apapun jenisnya," Rave merebut kembali surat itu.
"Disini tertulis, atas nama Alexander Rave. Stempel amplop ini memiliki ukiran yang membentuk huruf A," kata Jin. Dia membolak-balik amplop itu, lalu melihat bagian dalamnya, "Ada kartu undangan. Tapi, hanya ada satu."
"Memangnya kenapa?"
"Entah bagaimana caranya, amplop ini bisa mendarat di rumahku. Setahuku, kau tidak punya rumah. Bagaimana si pengirim tahu kau tinggal disini?"
"Jin... kau bodoh, ya? Undangan ini bisa berarti besar bagi kita."
"Apa itu?"
"Kita bisa makan enak setelah seminggu makan ikan gosong tanpa bumbu. Selain itu, kita mungkin bisa meminta si pengirim undangan untuk memberi kita tempat tinggal mewah."
"Hah? Bagaimana mungkin?"
"Stempel ini. Sejak seratus tahun yang lalu, hanya keluarga bangsawan yang memiliki stempel surat khusus. Lalu, orang ini susah payah mencariku hanya agar aku hadir. Pastinya ini sangat menguntungkan, bukan?"
Jin berpikir sejenak, "Benar juga. Jadi, kapan kau akan kesana?"
Rave berpikir sejenak, "Sore ini. Itu waktu yang bagus. Undangan ini juga menunjukkan waktu sore hari."
"Memangnya kau mau mengenakan apa di pesta itu? Dari undangannya saja, itu pasti pesta khusus orang kaya dan berpengaruh."
"Tuxedo? Boleh juga. Kalau begitu, kau saja yang pergi. Karena aku tidak ada sangkut pautnya dengan si pengirim," kata Jin yang kemudian berjalan menuju pintu keluar.
"Kau mau kemana?"
"Kerja. Aku sudah punya pekerjaan, tempatnya tidak jauh dari sini."
Tersisa Rave sendiri di rumah itu. Ketika dia mengamati simbol itu lebih teliti, dia menyadari sesuatu. Itu huruf V, atau dalam angka kuno berarti 5.
...---...
"Mansion ini mengingatkanku dengan seseorang," kata Rave sambil menatap bangunan mansion besar dihadapannya. Terlihat jelas bahwa si pemilik merupakan orang yang sangat kaya raya.
Tapi... tidak ada apapun disini. Tidak ada pesta atau apapun.
Rave sempat bingung dan mengecek kembali alamatnya, tapi dia tidak salah alamat. Bahkan dia bertanya pada penghuni rumah disebelah mansion itu, apakah ada orang didalam sana atau tidak.
"Ya, ada keluarga kecil yang tinggal disana. Suami istri dan satu anak laki-laki," kata pria yang tinggal di sebelah mansion.
"Sebuah keluarga? Apa mereka keluarga bangsawan atau semacamnya?" Rave menunjukkan simbol V pada pria itu.
"Hmm? Ah, simbol ini. Aku pernah melihatnya di museum. Katanya, ada banyak sekali artefak yang ditemukan dengan simbol ini. Umurnya sekitar seribu tahun."
"Simbol kuno? Hah... semakin aneh saja. Kalau begitu, terima kasih."
Rave kembali datang ke depan gerbang mansion, berharap seseorang yang ada di dalam sana bisa mempersilakannya masuk. Dia menunggu, bahkan hingga malam tiba.
Akhirnya setelah menunggu lama, dia menemukan interkom di sebelah pintu gerbang, yang tertutupi oleh tanaman yang tumbuh secara liar.
"Siapa disana?"
"Namaku Alexander Rave. Aku mendapat undangan yang mengarahkanku ke tempat ini."
"Alexander Rave? Baiklah, akan kubuka gerbangnya."
Kriiiiik.....
Gerbang besar dan berkarat itu berderik saat terbuka perlahan. Kemudian tanpa ragu, Rave memasuki wilayah mansion tua itu.
Tanpa tahu apa yang akan terjadi didalam sana.