
Setelah lama bermain dikamar,Hazel dan Alanta pun keluar dan menemukan Diers dan Marrie ibu dari Hazel dan Diers yg tengah berbincang.
"Ibu aku sangat lapar"Ucap Hazel memelas
"Duduklah,kau dan temanmu sangat tidak sopan"Cela Diers dingin
"Maaf tuan"Ucap Alanta,Hazel dan Alantapun duduk berdampingan.
"Bibi sedang pulang kampung,ibu akan memasak untukmu"Ucap ibu sambil hendak berdiri melangkah kan kalinya.
"Bolehkah aku membantu mu memasak bibi"Ucap Alanta terbata bata
"Jangan panggil aku bibi sayang ibu saja,Kau bisa memasak"Ucap Marrie terkekeh
"Baiklah bibi ah tidak tidak maaf maksudku ibu.Bisa,dulu aku sering membantu ibuku juga"Ucap Alanta lirih menatap Marrie sendu.
"Kalau ibu boleh tau kemana ibumu nak"Ucap Marrie iba
"Ehmm..ibu pergi meninggalkan aku dan ayah saat perusahaan kami bnagkrut,lalu ayah sakit dan aku mengurus ayah sendiri"Ucap Alanta berkaca kaca.
Diers yg mendengar Alanta menatap kagum bagaimana mungkin gadis kecil yg seharusnya menikmati masa mudanya sanggup menanggung beban yg begitu berat.
"Ahh maafkan ibu,ibu tidak bermaksud.."Ucap Marrie terbata bata Marrie merasa iba dibuatnya
"Tidak masalah bu,aku senang bisa berbagi ceritaku"Ucap Alanta terseyum
"Baiklah ayo kita memasak"Ucap Maarie terseyum.
"Aku ikuttt"Ucap Hazel cepat
"Kau ini selalu saja berteriak Hazel"Ucap Diers kesal
"Maafkan aku kakak"Ucap Hazel menundukan kepalanya sambil berjalan mengikuti ibunya dan Alanta.
"Kau sudah lama bisa memasak nak"Ucap Marrie melihat ke arah Alanta dengan senyuman.
"Alanta kau tidak meridukan ibumu"Ucap Hazel bertanya
"Aku sangat merindukan ibuku begitupun ayahku,tapi aku tidak tau ibu pergi kemana Hazel,melihat kondisi ayah yg masih terbaring aku sangat sedih ibu begitu tidak perduli terhadap kami,Ahh maafkan aku ibu,Hazel aku malah menceritakan cerita hidupku"Ucap Alanta terkekeh
"Aku senang mendengar ceritamu Alanta aku akan menjadi pendengar yg baik untukmu"Ucap Hazel memegang tangan Alanta sekejap
"Tidak apa apa nak,Ceritalah setidaknya beban mu sedikit hilang"Ucap Marrie terseyum.
"Terimakasih Ibu,Hazel aku beruntung mengenal orang yg baik seperti kalian"Ucap Alanta terseyum
Diers yg melihat pemandangan yg ada didepan matanya tersebut heran mengapa ibunya juga bisa menyukai gadis itu.
"Bahkan aku tidak pernah melihat Ibu tertawa lagi semenjak ayah meninggal,kau membawa pengaruh baik untuk keluargaku gadis kecil"Batin Diers terseyum.
Setelah masakan sudah siap Alanta dan Hazel membantu Ibu menaruh makanan di meja makan yg sudah terlihat ada seseorang yg siap siap menyantap makanan nya tak lain adalah Diers.
"Masakanmu sangat enak,Alanta aku tidak percaya kau jago memasak"Ucap Hazel sambil mengunyah makanan nya dengan pipi yg penuh dengan makanan.
"Ahh terimakasih Hazel aku hanya sedikit membantu ibumu saja"Ucap Alanta tersenyum
"Benar kata Hazel,masakanmu sangat enak Diers juga pasti sangat menyukainya"Ucap Marrie yg membuat Diers tersedak dan segera mengambil minum.
"Kau ini kenapa Diers benarkan? "Ucap Marrie terkekeh.
"Hmm"Ucap Diers masik menikmati makan nya.
"Alanta sering seringlah berkunjung kerumah ku,aku akan sangat senang sekali"Ucap Hazel
"Habiskan dulu makanan mu Hazel kau sangat kebiasaan"Ucap Diers menatap Adiknya kesal
"Ahh baiklah kakak,maafkan aku"Ucap Hazel terkekeh.
Jangan lupaa vote like and komennn 😍😍😍😍😍😍😍😍