
Dia melajukan mobilnya sedang sambil ditemani musik.
"Siapa nama gadis itu bahkan aku lupa menanyakannya.Tidak tidak bagaimana mungkin aku ingin tau tetangnya"batin Diers.
Diers berjalan dengan tatapan datar melewati karyawan-karyawannya yg memandang bos nya dengan tatapan takut.
"Apa yg kau lihat"Tanya Diers ketus kepada salah satu karyawannya.
"Ti tiidak tuan saya hanya ingin memberitahu perusahaan celois rawlence mengajak perusahaan kita untuk kerja sama" jawab karyawan tersebut terbata-bata.
"Atur pertemuannya"Jawab Diers
Diers menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya dia sangat merasa lelah
"Louis,Datanglah keruanganku aku membutuhkanmu."Ucap Diers ditelpon kepada Loius tak lain adalah asisten pribadinya
setelah beberepa menit Louis asisten Diers segera menghampiri bos nya tersebut
"Ada yg bisa saya bantu tuan"Tanya Louis sopan
"Perusahaan Celois rawlence mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita,atur dan terima kerja sama nya sesudah kau menemuinya.Aku mempercayaimu"Ucap Diers tegas
"Baik tuan" jawab Louis
"Kau boleh keluar dari ruangan ku"acap Diers sambil memainkan handphone nya
"Baik,permisi"ucap Louis
Dddrrrtt...Dddrrrttt suara handphone Diers berbunyi
"Kakak apa kau lupa dengan janjimu kau sudah berjanji mengajaku jalan jalan hari ini ini"Ucap Hazel berteriak tak lain adalah adik Diers.
"Bisa pelankan suaramu Hazel telinga kakak sakit mendengar suaramu"ucap Diers.
"Baiklah kak,apa kakak tidak lupa dengan janji kakak"ucap Hazel memanjakan suaranya
"Tidaak sayang,kakak akan segera pulang bersiap siap lah "Ucap Diers gemas mendengar suara adik nya itu.
"Aku akan menunggu mu dirumah kakak memang kakak yg ter baaik"Ucap Hazel sambil tertawa
"Sabarlah Hazel kakak tidak akan lupa janji kakak"ucap Diers terkekeh
"Sampai jumpa di rumah cepatlaah kak aku tidak sabar ingin jalan jalan"Ucap Hazel mengakhiri telponnya.
Diers hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil sesekali terkekeh mendengar ocehan adiknya.
Diers melajukan mobilnya menuju rumah.
"Sudah bu,Aku akan mengajak Hazel jalanjalan"Ucap Diers tersenyum
"Pantas saja adikmu sangat girang"Ucap ibu terkekeh
Diers hanya tersenyum berjalan menuju kamar adiknya
"Hazel apa kau sudah siap"teriak Diers
"Sebentar kak cerewet sekali"ucap Hazel
Diers hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hufttt yg cerewet disini hanya adiknya Hazel.apakah dia tidak menyadarinya"Batin Diers
Hazel keluar dari kamarnya memakai dress selutut dan polesan make up yg sederhana sangat terlihat cantik.
"Ayo kak aku ingin ke pantai"Ucap Hazel tidak berhenti tersenyum
"Tidak Hazel bagaimana kita ke mall saja"Ucap Diers
"Tidaakk kak aku ingin pergi ke pantai"Ucap Hazel memohon
"Baiklah hanya sebentar saja"Ucap Diers dia tidak bisa menolak permintaan adiknya itu.
Hazel pun berlari bergegas menghampiri ibunya.
"Ibu ayoo ikutlahh,aku akan pergi jalan jalan sebentar bersama kakak,"Ucap Hazel girang
"Pergilah nak ibu dirumah saja"Ucap ibu tersenyum.Semenjak Dior suami nya meninggal karena kecelakaan marrie terlihat murung tidak seriang dulu.
"Baiklah,aku pikir ibu akan ikut bersama ku dan kakak"ucap Hazel mengerucutkan bibirnya.
"Pergilah kakakmu sudah menunggu"Ucap marrie
"Aku akan secepatnya kembali"Ucap Hazel sambil berlari .
"Ayo masuk"Ucap Diers
Diers mengemudi mobilnya.
"Aku tidak sabar ingin segera sampai,andai saja aku punya kakak perempuan pasti akan ku ajak bermain istana pasir segeralah menikah kak aku ingin punya teman bermain"Ucap Hazel dengn suara dibuat buat
"Diamlah Hazel kau selalu saja bicara seperti itu".Jawab Diers kesal
"Ahhh baiklahbaiklah maafkan aku kak aku hanya bercanda"Ucap Hazel tertawa.