Alanta

Alanta
RUMAHSAKIT



"Tolong selamatkan ayah saya dokter"ucap Alanta sambil menyeka air matanya


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin".


Diers hanya diam melihat Alanta yg terus saja mengeluarkan air mata.


"Terimakasih tuan telah menolong kami,saya tidak akan melupakan kebaikan tuan"Ucap Alanta lirih


Diers hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab Alanta sepatah katapun.


"Apakah anda keluarganya".tanya dokter


"Iya benar dokter.bagaimana keadaann ayah saya"ucap Alanta


"Ayah anda mengalani pneumothorax suatu kondisi dimana terkumpulnya udara pada rongga pleura,yaitu rongga tipis yg dibatasi oleh dua selaput pleura antara paru-paru dan dinding dada hal ini menyebabkan paru-parunya mengempis atau kolaps dan harus melakukan operasi"Ucap dokter menjelaskan.


"Jika tidak melakukan operasi apa tidak akan terjadi apa apa"tanya Alanta dengan suara seraknya.


"Jika tidak segera melakukan operasi akan berbahaya dan bisa menyebabkan beliau kehilangan nyawanya".


Alanta hanya diam"Bagaimana aku tidak punya uang sepeserpun"batin Alanta


Diers yg mendengar merasa kasihan dengan gadis itu ia mengeluarkan suaranya.


"Lakukan yg terbaik Dokter".Ucap Diers


"Baik,silahkan selesaikan administrasinya"Ucap Dokter.


Alanta menolehkan pandangan nya pada Diers.


"Bagaimana bisa aku membayarnya,aku tidak punya uang sepeserpun"Lirih Alanta.


"Kau bisa meminjam uang ku"ucap Diers melirik Alanta sekejap


"Terimakasih aku akan segera membayarnya tuan"ucap Alanta dengan senyuman yg mengembang


Lagi lagi Diers hanya mengangguk tanpa bicara apapun.


Operasi akan segera dilakukan Alanta semakin cemas,tidak cemas bagaimana melihat satu satunya orang yg Alanta punya tak berdaya berbaring diruang operasi berjuang mempertahan kan hidup nya.


"Selamatkan ayah saya Dokter"ucap Alanta berkaca-kaca.


"Saya akan melakukan yg terbaik"Ucap Dokter.


Diers bangkit dari duduknya


"Aku harus pergi ada urusan yg harus aku selesaikan"ucap Diers dingin


Alanta pun menoleh "Bolehkah aku tau siapa namamu tuan"tanya Alanta


"Diers,ini kartu namaku"Ucap Diers dingin belum sempat Alanta merespon Diers sudah berjalan melewati Alanta tanpa melirik sedikit pun.


Alanta semakin tidak karuan sudah satu jam menunggu ayahnya yg sedang di operasi tidak ada tanda - tanda Dokter itu keluar,Alanta semakin cemas air mata mulai turun membasahi wajah cantik Alanta.


"Selamatkan ayahku Tuhan aku mohon aku tidak punya siapapun"Batin Alanta tak henti mendoakan ayahnya.


"Tidak kah Tuhan merasa kasihan memberikan cobaan yg bertubi-tubi untuk ku. Perusahaan ayah yg bangkrut,ibu yg meninggalkan kami,Ayah yg jatuh sakit terbaring diruang operasi.Batin Alanta menatap kosong ruang operasi ayahnya.


Suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Alanta.


Alanta menghampiri Dokter tersebut


"Bagaimana Dokter apa ayah saya baik baik saja"Ucap Alanta


"Operasi berjalan dengan lancar hanya menunggu beliau sadar"ucap Dokter tersenyum.


"Bisakah saya melihat ayah saya dok"tanya Alanta sambil tersenyum.


"Silahkan".ucap Dokter tersenyum lalu meninggalkan Alanta.


Alanta menangis melihat ayahnya yg terbaring tak berdaya ia tak tega melihat ayahnya masih menutup matanya.


"Ayah bangunlah".ucap Alanta lirih sambil memegang tangan ayahnya.


Tidak ada tanda-tanda ayahnya akan siuman tidak ada pergerakan apapun ayahnya tetap menutup matanya.


Alanta tertidur di tangan ayahnya dengan memegang tangan sang ayah.


Hans terbangun merasakan pergelangan tangannya yg terasa pegal karna menumpu kepala Alanta.


Alanta yg merasakan pergerakan ayahnya langsung ikut terbangun.


"Ayah sudah bangun apakah ayah baikbaik apa ada yg terasa sakit"Tanya Alanta


"Tidak sayang anak ayah sangat cerewet sekali rupanya,tangan ayah hanya sedikit pegal saat kau tertidur"Ucap sang ayah terkekeh


"Ahh maafkan aku ayah aku ketiduran saat menunggu ayah sadar".ucap Alanta menundukan kepalanya


"Tidak apaapa sayang,siapa yg membawa ayah kesini"tanya Hans sambil tersenyum.


"Ada seseorang yg berhati malaikat yg membantu kita ayah,dia sangat baik bahkan dia meminjamkan uang untuk operasi ayah karna ayah mengalami pneumothorax atau bisa disebut kolaps paru-paru yg menyebabkan ayah dioperasi"ucap Alanta menjelaskan


"Siapa yg membantu kita nak"tanya Hans


"Diers ayah pemilik perusahaan Dirgantara"ucap Alanta tersenyum.


"Sampaikan kepadanya ayah sangat berterimakasih,tanpanya mungkin ayah sudah tiada"ucap Hans


"Jangan bicara seperti itu ayah,aku menyayangimu"Ucap Alanta memeluk ayahnya.