Alanta

Alanta
Empat_belas



“Kau tak akan melakukan itu brother.” ujar seorang pemuda berambut pirang kepada pemuda lain yang kini tengah memandang foto seorang gadis berambut hitam dengan mata coklat madu.


“Dia harus bahagia karena diriku Dia kehilangan cahayanya.” ujar Pemuda bermata biru safir dengan raut wajah bersalah.


“tapi tidak dengan cara ini brother kau ingin meninggalkan ku setelah ayah dan ibu pergi?you are so bastrad.” ujar Pemuda berambut pirang dengan raut kecewa serta marah sebab keputusan yang diambil oleh sang kakak.


“ Tolong dengarkan aku kevin... kau tak akan sendirian ia akan menjagamu lagi pula aku sudah tak tahan dengan rasa sakit ini dan aku juga telah merindukan ayah dan ibu.” ujar Pemuda bermata safir yang tak lain dan tak bukan adalah stev.


“Baiklah jika ini keputusanmu brother tapi kau harus berjanji bahwa ia akan selalu ada untukku.” ujar Kevin dengan suara yang amat sangat lirih di akhir katanya.Hei Katakan padaku siapa yang akan rela bila kau akan ditinggal oleh satu-satunya keluargamu satu-satunya keluarga yang kau miliki setelah ayah dan ibu mu pergi dan kini dia juga akan meninggalkan aku rasa itu adalah keputusan terberat yang pernah kevin pilih.


“Terima kasih....terima kasih..Kevin Aku sangat sangat sangat menyayangimu kak.” ucap Steve dengan airmata yang telah mengalir dipipinya. Jujur saja ini keputusan yang berat untuk dilakukannya,bukan perkara mudah meninggalkan seseorang yang yang kau sayang sendirian di dunia yang kejam ini.Ingin rasanya ia egois untuk hidup lebih lama dan bisa mengembalikan cahaya seorang gadis tanpa harus mengorbankan hidupnya namun ia bukan tuhan yang bisa melaku kan kedua hal itu,yang bisa ia lakukan adalah mengikuti rencana Tuhan. Tetapi ia berdoa semoga kakaknya dan juga gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Aura yang telah Ia anggap sebagai adik perempuannya mendapatkan kebahagiaan.


“Tolong jaga mereka ya tuhan.”batin stev sembari memeluk erat kevin.


 


“Maaf tuan saya baru saja mendapat kabar dari dokter Santoso bahwa ada yang mau mendonorkan matanya untuk nona Aura dan untungnya mata yang hendak didonorkan itu cocok dengan mata nona.” alex dengan tanpa permisi masuk ke dalam ruang William guna memberitahukan kabar gembira tersebut kepada Tuhannya.


“ antarkan aku sekarang Alex.” ujar William dengan raut wajah gembira.


“terima kasih Tuhan telah mengirimkan seorang malaikat untuk menyelamatkan cucuku dari kegelapan.” batin William penuh syukur.


“syukurlah sebentar lagi kau akan bisa melihat kembali ra.” batin Alex senang. Siapa yang tidak senang bila mendengar kabar bahwa seseorang yang telah kau anggap adikmu bisa kembali melihat dunia setelah beberapa hari selalu melihat kegelapa. Katakan padaku siapa orangnya.Bila perlu seret ia kemari.


 


Kini aura telah diperbolehkan untuk pulang setelah melewati operasi dan selama itu pula tak ada satu pun yang mau memberitahukan siapa yang telah mendonorkan mata untuk dirinya. Sudah banyak orangnya yang ia tanyai mulai dari biru,key,rei bahkan dokter yang menanganinya namun tak satupun ada yang memberitahunya hingga ia mendapatkan sebuah paket berupa DVD yang ia tak tahu isinya apa.


Karena terlalu penasaran dengan isi dari DVD itu aura memutar DVD di laptop yang ada di kamarnya.


DVD itu berisi sebuah video dirinya yang tengah duduk di taman rumah sakit yang tampaknya diambil saat dirinya baru saja mengetahui bahwa ia buta lalu video berganti menjadi seorang pemuda berambut pirang dengan mata biru safir yang menggunakan pakaian pasien rumah sakit yang sama dengan dirinya waktu itu yang tengah menatap ke kamera.


“Hai ra mungkin kau tak mengenaliku tapi kurasa kau masih ingat dengan suaraku aku angkasa atau lebih tepatnya stevandy orang yang membuatmu merasakan kegelapan. Tentang kejadian kecelakaan waktu itu aku sungguh sungguh minta maaf.Maaf karnaku kau mengalami kejadian buruk itu.Ahh kenapa rasanya menjadi mellow. Kuharap kau tak membenciku setelah ini.Terserah dirimu akan menganggapku angkasa atau malah stevandy tapi yang jelas kau harus tahu bahwa aku menyayangimu ula.” ujar angkasa atau stev dengan raut wajah bersalah serta tatapan yang tak lepas dari kamera membuat aura yang baru saja menonton video itu merasa cukup terkejut akan pengakuan yang baru saja ia dengar.


“jadi selama ini angkasa adalah Steve orang yang membuat aku merasakan apa itu yang namanya buta.”batin aura dengan wajah yang terkejut.


“oh ya sebenarnya aku ingin bertanya waktu itu.Apakah kau menyukai warna biru safir sebab bisa ku pastikan setelah kau kembali melihat cahaya jangan terkejut bila melihat bayangan wajahmu di cermin sebab matamu yang awalnya berwarna coklat kini berwarna biru safir.Ku harap kau tak membenci mata itu.” ujar Steve dengan raut wajah yang lebih bersahabat dan dengan nada suara yang aura kenal.Suara yang sama seperti ketika di taman waktu itu.


Rasanya saat ini ia ingin sekali menangis tetapi ia juga ingin berteriak, ia merasa telah dibohongi oleh Stev. Kenapa stev tidak mengatakan dari awal bahwa dia adalah stev bukan angkasa lalu kenapa ia tidak mengatakan bahwa ia yang telah menabrak dirinya?ia tak akan marah karena ia tahu semua itu murni kecelakaan.Dan soal warna matanya kini justru ia malah menyukainya mata ini.Sangat indah,jernih dan sama seperti langit biru di siang hari benar-benar indah dan ia tak akan membenci mata ini.Tak akan pernah.


“Ah ya ada satu hal lagi yang harus aku beritahukan kepadamu.Bolehkah aku meminta satu permintaan kepadamu dan kuharap ula mau mewujudkan permintaanku ini. Akan ada seorang pemuda dengan rambut pirang serta mata emerald yang akan menemuimu sebentar lagi. Dia seseorang yang penting dalam hidupku dia kakakku.Kakak yang sangat sangat kusayangi.Bisakah bisakah kau menjaganya untukku?Bisakah kau terus bersamanya nya?Bisakah kau mencintai adikku dan Bisakah kau selalu berada di sisi-nya?ini permintaanku tolong Jaga Dia Untukku.Tolong!!”


Ya Tuhan apa lagi ini?


Bersambung