
Setelah sampai Hazel tetawa riang mengajak kakaknya untuk bermain istana pasir
"Ayolaah kak aku ingin bermain istana pasir denganmu pasti sangat seru"ucap Hazel.
"Tidak Hazel bermainlah sendiri"Ucap Diers .
Hazel membuang nafasnya kasar"Baiklaah aku main sendiri"Ucap Hazel kesal.
Langit semakin gelap mereka pun beranjak pulang.
"Kakak sepertinya aku menginginkan sesuatu"Ucap Hazel pelan
"Apa yg kau inginkan Hazel"ucap Diers
"Aku ingin es cream bisa turun dulu sebentar"Ucap Hazel nyengir
Diers pun menghentikan mobilnya tersebut
"Ayo turunlah"Ucap Diers.
Alanta berjalan lemas mencari pekerjaan untuk kebutuhan mereka sehari hari tetapi tidak ada lowongan pekerjaan.
"Mana mungkin aku harus mengemis"Batin Alanta sambil berjalan tak sengaja kaki nya menendang botol plastik sehingga mengenai seseorang tak lain adalah Diers
"matilah aku,aku tidak sengaja"umpat Alanta sambil menundukan kepala nya
"Kauu"Ucap Diers kesal
"Tuan maafkan aku,aku tidak sengaja menendang botol itu aku benar-benar tidak sengaja"Ucap Alanta malu sesekali menundukan kepala nya
"Tidak bosankah kau menyusahkanku"Ucap Diers dingin
"Maafkan aku,aku benar benar tidak sengaja aku tidak melihat ada botol"Ucap Alanta
Hazel membuka suaran nya"Sudahlah kak dia sudah bilang dia tidak sengaja"Ucap Hazel membela Alanta
Diers tak menghiraukau ucapan Hazel
"Kau mengikuti ku ya?" tanya Diers
"Tidakk tidak tuan saya sedang mencari pekerjaan"Ucap Alanta
"Alasan saja"Ucap Diers ketus
"Saya benar benar sedang mencari pekerjaan tuan percayalah,Saya sedang membutuhkan uang untuk menghidupu ayah saya" lirih Alanta
Hazel yg melihat merasa iba kepada gadis yg ada dihadapan nya
"Berapa uang yg kau butuhkan"Ucap Hazel
"Entahlah,sulit sekali mencari pekerjaan"Ucap Alanta
"Biarkan saja aku hanya ingin membantunya"Ucap Hazel
Hazel kembali mengeluarkan suaranya
"Berapa,katakan aku akan memberimu uang anggap saja sebagai pinjaman kau ganti sesudah punya uang."Ucap Hazel tulus
"Tidak usah nona,Aku akan mencari pekerjaan sendiri,terimakasih sudah berbaik hati"Ucap Alanta tersenyum
"Panggil aku Hazel,Siapa namamu"Ucap Hazel
"Alanta"Ucap Alanta terseyum
" Ternyata namanya Alanta"Batin Diers menoleh pada Alanta
"Namamu sangat cantik seperti oranya"Goda Hazel
"Terimakasih nona,maksudku terimakasih Hazel"Ucap Alanta terseyum
"Aku ada sedikit uang semoga bisa membantu"Ucap Hazel tulus
"Tidak perlu aku tidak ingin merepotkanmu Hazel"Ucap Alanta
"Kau memang sudah banyak merepotkan"Ucap Diers ketus
Alanta hanya diam menundukan kepalanya
"Kakak tidak boleh bicara seperti itu,dia temanku sekarang benarkan Alanta"Ucap Hazel tertawa
"Terimakasih sudah menganggapku teman"Ucap Alanta tulus
"Berhubung kita adalah teman terimalah uang pemberianku Alanta"Ucap Hazel terseyum
"Maaf Hazel aku tidak bisa menerimanya aku sudah banyak merepotkan kakak mu"Ucap Alanta menoleh Diers sekejap.
"Ambilah Alanta aku akan merasa sedih jika kau tidak menghargai pemberianku"Ucap Hazel lirih
"Baiklah aku menerimanya,Aku akan segera mengganti uang mu Hazel,Aku sangat berterimakasih ternyata masih ada orang baik sepertimu"Ucap Alanta dengan mata yg berkaca-kaca
"Samasama Alanta tenang saja,mana mungkin aku membiarkan teman baru ku kesusahan"ucap Hazel tersenyum
"Beda sekali dengan kakak nya,Hazel sangat ramah tidak seperti kakak nya seperti es,Tetapi sama sama mempunyai hati baik"Batin Alanta
"Ayo pulang Hazel ibu pasti sudah menunggu kita"Ucap Diers
"Aku pulang dulu Alanta besok aku akan mengunjungi mu"Ucap
"Baiklah Hazel,Kutunggu kedatangan mu terimakasih"teriak Alanta karena Diers sudah menarik tangan Hazel.
"Terimakasih,Tuhan telah mempertemukan ku dengan orang-orang yg baik". batin Alanta sambil terseyum.